Jalan Rusak Indonesia: Mengapa Struktur Jalan Mudah Berlubang
- account_circle adrian moita
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kondisi jalan rusak di Indonesia dengan lubang besar di jalur utama yang kerap membahayakan pengendara, terutama saat hujan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Jalan rusak Indonesia masih menjadi persoalan berulang di berbagai wilayah. Seiring waktu, jalan berlubang, retak, dan bergelombang terus bermunculan meskipun proyek perbaikan dilakukan hampir setiap tahun. Karena itu, publik kembali mempertanyakan ketahanan struktur jalan serta efektivitas pengelolaannya di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas dan logistik.
Kelebihan Muatan Truk Picu Jalan Rusak
Kelebihan muatan truk menjadi penyebab paling dominan kerusakan jalan. Dalam praktiknya, banyak kendaraan logistik membawa beban jauh di atas kapasitas desain. Akibatnya, lapisan perkerasan menerima tekanan berulang setiap hari. Lama-kelamaan, retakan kecil muncul dan berkembang menjadi lubang ketika kendaraan berat terus melintas tanpa jeda.
Kualitas Konstruksi Jadi Penyebab Jalan Mudah Rusak
Selain beban berlebih, kualitas konstruksi sangat memengaruhi daya tahan jalan. Pada sejumlah proyek, kontraktor tidak menjaga mutu material, ketebalan lapisan, dan proses pemadatan secara optimal. Ketika lapisan pondasi bawah kehilangan kekuatan, air hujan mudah meresap. Kondisi ini mempercepat kerusakan permukaan dan memperpendek usia pakai jalan.
Iklim Tropis Mempercepat Kerusakan Jalan
Iklim tropis juga berperan besar dalam mempercepat kerusakan. Saat musim hujan, curah hujan tinggi membanjiri permukaan jalan. Jika drainase tidak berfungsi baik, air menggenang lebih lama dan mengikis lapisan aspal. Sebaliknya, pada musim kemarau, panas ekstrem membuat aspal mengeras dan retak. Siklus basah dan kering ini terus melemahkan struktur jalan.
Perencanaan Jalan Tertinggal dari Beban Lalu Lintas
Masalah lain muncul dari perencanaan jalan yang tertinggal dari pertumbuhan kendaraan. Pada tahap awal pembangunan, perencana menggunakan data lalu lintas lama. Namun, volume kendaraan—khususnya truk angkutan berat—terus meningkat. Akibatnya, banyak ruas jalan tidak siap menanggung beban tambahan meskipun usia pakainya masih relatif baru.
Lemahnya Pengawasan Memperparah Jalan Rusak
Pengawasan proyek yang belum maksimal turut memperparah kondisi. Dalam beberapa kasus, lemahnya pengawasan membuka celah pengerjaan di bawah standar teknis. Selain itu, pemerintah daerah kerap menunda pemeliharaan rutin. Padahal, perbaikan dini terhadap retakan kecil jauh lebih efektif dan hemat biaya dibanding perbaikan besar setelah kerusakan meluas.
Dampak Jalan Rusak Indonesia bagi Publik
Dampak langsung dari kondisi ini sangat terasa. Jalan berlubang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, merusak kendaraan, dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Pada saat yang sama, distribusi barang melambat dan biaya logistik meningkat. Dengan demikian, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga menekan aktivitas ekonomi masyarakat.
Solusi Menyeluruh Atasi Jalan Rusak Indonesia
Pada akhirnya, jalan rusak Indonesia tidak muncul karena satu faktor tunggal. Kombinasi muatan berlebih, kualitas konstruksi yang tidak konsisten, iklim ekstrem, perencanaan tertinggal, serta lemahnya pengawasan dan pemeliharaan memicu kerusakan berulang. Oleh sebab itu, pemerintah perlu memperketat pengawasan muatan kendaraan, meningkatkan standar konstruksi, dan menjalankan pemeliharaan rutin agar jalan lebih aman, tahan lama, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
