Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Hutan Sulawesi Tenggara di Titik Kritis, Ekspansi Tambang Tekan Ruang Hidup Warga

Hutan Sulawesi Tenggara di Titik Kritis, Ekspansi Tambang Tekan Ruang Hidup Warga

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 412
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — Hutan Sulawesi Tenggara kini memasuki fase kritis seiring ekspansi pertambangan yang terus meluas, terutama di sektor nikel. Selama ini, kawasan hutan menopang kehidupan masyarakat melalui sumber air, pangan, dan nilai budaya. Namun demikian, aktivitas industri ekstraktif justru semakin menggerus ruang hidup warga.

Di berbagai kabupaten, perusahaan tambang beroperasi dengan membawa narasi pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, pembukaan lahan secara masif memicu deforestasi, sedimentasi sungai, dan pencemaran wilayah pesisir. Akibatnya, risiko banjir dan longsor meningkat, sementara itu kualitas lingkungan hidup masyarakat sekitar terus menurun.

Janji Investasi Tidak Sejalan dengan Kondisi Lapangan

Pada praktiknya, aktivitas tambang belum mampu menghadirkan kesejahteraan bagi warga. Sebaliknya, pembukaan hutan mengeringkan mata air, merusak lahan pertanian, dan melemahkan daya dukung lingkungan. Dengan kondisi tersebut, masyarakat adat, petani, dan nelayan menanggung dampak paling besar karena kehidupan mereka sangat bergantung pada kelestarian alam.

Tata Kelola Lemah Mempercepat Kerusakan

Selain aktivitas tambang, persoalan tata kelola ikut memperburuk situasi. Hingga kini, pemerintah masih menerbitkan izin usaha pertambangan tanpa kajian ekologis yang memadai. Di sisi lain, aparat pengawas belum menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Akibatnya, pelanggaran lingkungan jarang berujung pada sanksi yang memberi efek jera.

Lebih lanjut, di sejumlah lokasi, perusahaan mengabaikan kewajiban reklamasi dan pascatambang. Alhasil, lahan bekas tambang tetap rusak dan gagal kembali menjadi kawasan produktif.

Relasi Kuasa Tidak Berimbang

Dalam proses pengambilan keputusan, korporasi besar mendominasi ruang kebijakan. Sementara itu, masyarakat lokal kehilangan posisi tawar. Sering kali, konsultasi publik hanya berjalan sebagai formalitas. Ketika warga menyampaikan kritik, sebagian pihak justru melabelinya sebagai sikap anti-investasi, padahal warga menuntut hak atas lingkungan hidup yang sehat.

Ancaman Daerah Pengorbanan

Jika kondisi ini terus berlanjut, Sulawesi Tenggara berisiko menjadi sacrifice zone, yakni wilayah yang dikorbankan demi kepentingan ekonomi jangka pendek. Setelah itu, perusahaan menguras sumber daya alam lalu meninggalkan wilayah tersebut. Pada akhirnya, konflik sosial muncul, kemiskinan struktural bertahan, dan negara menanggung beban pemulihan lingkungan.

Pemerintah Perlu Mengubah Arah Kebijakan

Oleh karena itu, pemerintah daerah dan pusat harus segera mengevaluasi kebijakan pertambangan secara menyeluruh. Pertama, pemerintah perlu menata ulang perizinan. Kedua, pemerintah harus memperkuat audit lingkungan independen. Ketiga, penegakan hukum wajib berjalan tegas. Selain itu, pemerintah perlu melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Hutan sebagai Warisan Generasi

Bagi generasi muda Sulawesi Tenggara, hutan berperan sebagai rumah dan warisan masa depan. Jika negara membiarkan kerusakan hutan atas nama pertumbuhan ekonomi semu, maka negara mempertaruhkan masa depan generasinya sendiri. Dengan demikian, pemerintah harus memilih berpihak pada rakyat dan kelestarian alam, bukan membiarkan eksploitasi terus menggerus kehidupan.

Oleh: Adrian moita

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabinet Merah Putih Solid, Prabowo Bantah Isu Perpecahan

    Kabinet Merah Putih Solid, Prabowo Bantah Isu Perpecahan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Banjarbaru, Kalimantan Selatan, (duasatunews.com) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan Kabinet Merah Putih solid dan bekerja secara kompak. Presiden membantah isu perpecahan internal kabinet yang ramai beredar di media sosial. Ia memastikan seluruh menteri tetap fokus menjalankan program pemerintah sesuai target nasional. Presiden menyampaikan pernyataan tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru, Senin (12/1/2026). […]

  • Divhumas Mabes Polri Konfirmasi Laporan, Kapolres Konawe Utara Masuk Radar Pemeriksaan

    Divhumas Mabes Polri Konfirmasi Laporan, Kapolres Konawe Utara Masuk Radar Pemeriksaan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 521
    • 1Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – 9 Januari 2026 Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi Tenggara  (PERSAMA Sultra-Jakarta) melaporkan Kapolres Konawe Utara ke Mabes Polri. PERSAMA menilai Kapolres gagal mencegah dan menindak aktivitas pertambangan ilegal di kawasan hutan lindung Kabupaten Konawe Utara. Selain itu, organisasi ini menekankan bahwa kerusakan hutan semakin parah karena pembiaran aparat wilayah. Tambang Ilegal Berlangsung […]

  • korban sipil papua tewas dalam operasi militer di Kabupaten Puncak

    Korban Sipil Papua Tewas, Operasi TNI Disorot Komnas HAM

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 175
    • 3Komentar

    Papua,(duasatunews.com)//Komnas HAM mendesak Tentara Nasional Indonesia segera mengevaluasi operasi keamanan setelah insiden korban sipil papua tewas di Kabupaten Puncak. Insiden ini menewaskan sedikitnya 12 warga sipil dan melukai sejumlah lainnya. Ketua Anis Hidayah menyatakan aparat TNI menjalankan operasi terhadap kelompok bersenjata TPNPB-OPM di Kampung Kembru saat kejadian berlangsung. Ia menegaskan Komnas HAM masih memverifikasi jumlah […]

  • Sidang Nadiem Disoroti Pakar Hukum UGM: Memperkaya Itu Bisa Diri Sendiri, Orang Lain, atau Korporasi

    Sidang Nadiem Disoroti Pakar Hukum UGM: Memperkaya Itu Bisa Diri Sendiri, Orang Lain, atau Korporasi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 420
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Sidang dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook kembali memantik perhatian publik. Perkara ini menyangkut penggunaan anggaran pendidikan yang bersumber dari uang negara, sehingga hasilnya berdampak langsung pada kualitas layanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Perhatian menguat setelah terdakwa Nadiem Makarim menyampaikan nota keberatan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/1/2026). Dalam eksepsinya, […]

  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pelantikan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung di Istana Negara Jakarta

    Pelantikan Wamenkeu: Presiden Prabowo Resmikan Juda Agung

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pelantikan Wamenkeu berlangsung di Istana Negara, Jakarta, kamis sore. Presiden Prabowo Subianto meresmikan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Pelantikan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3M Tahun 2026. Keppres itu mengatur pemberhentian dan pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo […]

  • Balinale 2026 Denpasar menghadirkan penonton yang menyaksikan pemutaran film internasional di dalam bioskop

    Balinale 2026 di Denpasar Perkuat Pariwisata Berkualitas dan Dorong Industri Kreatif Global

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com)Balinale 2026 di Denpasar menjadi strategi penting Pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan kualitas pariwisata. Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat citra kota sebagai pusat budaya dan kreativitas. Pariwisata Berbasis Pengalaman Pemerintah Kota Denpasar menargetkan Bali International Film Festival sebagai penggerak wisata berbasis pengalaman. Selain itu, Sekretaris Daerah, I Gusti Ngurah Eddy […]

expand_less