Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Hutan Sulawesi Tenggara di Titik Kritis, Ekspansi Tambang Tekan Ruang Hidup Warga

Hutan Sulawesi Tenggara di Titik Kritis, Ekspansi Tambang Tekan Ruang Hidup Warga

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 603
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — Hutan Sulawesi Tenggara kini memasuki fase kritis seiring ekspansi pertambangan yang terus meluas, terutama di sektor nikel. Selama ini, kawasan hutan menopang kehidupan masyarakat melalui sumber air, pangan, dan nilai budaya. Namun demikian, aktivitas industri ekstraktif justru semakin menggerus ruang hidup warga.

Di berbagai kabupaten, perusahaan tambang beroperasi dengan membawa narasi pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, pembukaan lahan secara masif memicu deforestasi, sedimentasi sungai, dan pencemaran wilayah pesisir. Akibatnya, risiko banjir dan longsor meningkat, sementara itu kualitas lingkungan hidup masyarakat sekitar terus menurun.

Janji Investasi Tidak Sejalan dengan Kondisi Lapangan

Pada praktiknya, aktivitas tambang belum mampu menghadirkan kesejahteraan bagi warga. Sebaliknya, pembukaan hutan mengeringkan mata air, merusak lahan pertanian, dan melemahkan daya dukung lingkungan. Dengan kondisi tersebut, masyarakat adat, petani, dan nelayan menanggung dampak paling besar karena kehidupan mereka sangat bergantung pada kelestarian alam.

Tata Kelola Lemah Mempercepat Kerusakan

Selain aktivitas tambang, persoalan tata kelola ikut memperburuk situasi. Hingga kini, pemerintah masih menerbitkan izin usaha pertambangan tanpa kajian ekologis yang memadai. Di sisi lain, aparat pengawas belum menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Akibatnya, pelanggaran lingkungan jarang berujung pada sanksi yang memberi efek jera.

Lebih lanjut, di sejumlah lokasi, perusahaan mengabaikan kewajiban reklamasi dan pascatambang. Alhasil, lahan bekas tambang tetap rusak dan gagal kembali menjadi kawasan produktif.

Relasi Kuasa Tidak Berimbang

Dalam proses pengambilan keputusan, korporasi besar mendominasi ruang kebijakan. Sementara itu, masyarakat lokal kehilangan posisi tawar. Sering kali, konsultasi publik hanya berjalan sebagai formalitas. Ketika warga menyampaikan kritik, sebagian pihak justru melabelinya sebagai sikap anti-investasi, padahal warga menuntut hak atas lingkungan hidup yang sehat.

Ancaman Daerah Pengorbanan

Jika kondisi ini terus berlanjut, Sulawesi Tenggara berisiko menjadi sacrifice zone, yakni wilayah yang dikorbankan demi kepentingan ekonomi jangka pendek. Setelah itu, perusahaan menguras sumber daya alam lalu meninggalkan wilayah tersebut. Pada akhirnya, konflik sosial muncul, kemiskinan struktural bertahan, dan negara menanggung beban pemulihan lingkungan.

Pemerintah Perlu Mengubah Arah Kebijakan

Oleh karena itu, pemerintah daerah dan pusat harus segera mengevaluasi kebijakan pertambangan secara menyeluruh. Pertama, pemerintah perlu menata ulang perizinan. Kedua, pemerintah harus memperkuat audit lingkungan independen. Ketiga, penegakan hukum wajib berjalan tegas. Selain itu, pemerintah perlu melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Hutan sebagai Warisan Generasi

Bagi generasi muda Sulawesi Tenggara, hutan berperan sebagai rumah dan warisan masa depan. Jika negara membiarkan kerusakan hutan atas nama pertumbuhan ekonomi semu, maka negara mempertaruhkan masa depan generasinya sendiri. Dengan demikian, pemerintah harus memilih berpihak pada rakyat dan kelestarian alam, bukan membiarkan eksploitasi terus menggerus kehidupan.

Oleh: Adrian moita

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manajer Kopdes Merah Putih mengikuti pelatihan manajerial sebelum ditempatkan di koperasi desa dan kelurahan seluruh Indonesia.

    30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Mulai Bertugas Awal Agustus 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 154
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Kementerian Koperasi akan menempatkan sekitar 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mulai awal Agustus 2026. Para manajer saat ini mengikuti pelatihan sebelum bertugas di koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengatakan pemerintah menyiapkan penempatan secara bertahap. Jadwal tersebut mengikuti penyelesaian pembangunan gudang, gerai, dan fasilitas pendukung Kopdes Merah […]

  • Layanan helpdesk QR code BBM Jatim Pertamina membantu masyarakat melakukan pendataan dan verifikasi subsidi BBM

    QR Code BBM Jatim Diperkuat, Pertamina Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 228
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) — Pertamina Patra Niaga memperkuat QR code BBM Jatim untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Kebijakan ini berfokus pada pembaruan data kendaraan, kemudahan akses masyarakat, serta pengawasan transaksi secara ketat. Optimalisasi QR Code BBM Jatim dalam Distribusi Pertamina mengoptimalkan penggunaan QR code BBM Jatim sebagai sistem utama dalam pengendalian distribusi subsidi energi. Perusahaan […]

  • Trump konflik Iran operasi militer Amerika Serikat

    Trump Konflik Iran: Penasihat Desak Akhiri Operasi Militer

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 267
    • 0Komentar

    WASHINGTON, (duasatunews.com) — Trump konflik Iran kembali menjadi perhatian setelah sejumlah penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak pemerintahannya untuk segera mencari jalan keluar dari konflik dengan Iran. Para penasihat menilai tujuan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran sudah tercapai. Laporan The Wall Street Journal pada Senin (9/3/2026) mengungkap desakan tersebut dengan mengutip sumber yang […]

  • Menambang Dalam Kawasan Hutan Tanpa Izin,IMPH Desak Dirjen Minerba Untuk Tidak Mengeluarkan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO

    Menambang Dalam Kawasan Hutan Tanpa Izin,IMPH Desak Dirjen Minerba Untuk Tidak Mengeluarkan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Senin (12/01/2026) Aksi IMPH di Dirjen Minerba menjadi sorotan publik setelah Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum menggelar unjuk rasa terkait dugaan tambang ilegal di Sulawesi Tenggara. Pertama, Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menggelar aksi unjuk rasa. Aksi tersebut berlangsung di kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya […]

  • makelar proyek Sultra pada proyek jalan

    FDR Geruduk Kejagung Desak Segera Periksa Pimpinan CV Berdaya Mediatama

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 813
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Dugaan praktik tidak sehat dalam pengelolaan proyek infrastruktur kembali mencuat di Sulawesi Tenggara. Publik kini menyoroti CV Berdaya Mediatama, kontraktor yang berulang kali memenangkan tender proyek bernilai miliaran rupiah. Perhatian publik menguat setelah proyek Peningkatan Jalan Asera–Amorome Utama di Kabupaten Konawe Utara dengan anggaran Rp10,8 miliar memicu kritik. Proyek tersebut gagal memenuhi […]

  • kolaborasi chip elon musk tesla spacex di austin

    Kolaborasi Chip Elon Musk: Tesla dan SpaceX Siapkan Terafab

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 286
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Kolaborasi chip Elon Musk menjadi sorotan setelah ia mengumumkan rencana kerja sama antara Tesla dan SpaceX untuk membangun fasilitas produksi chip. Pebisnis teknologi Elon Musk menyampaikan rencana tersebut dalam sebuah acara di Austin. Laporan TechCrunch yang mengutip Bloomberg menyebutkan, Musk memaparkan proyek itu pada Sabtu malam. Ia menjelaskan bahwa Tesla dan SpaceX […]

expand_less