Masjid Terdampak Bencana Aceh, 98 Persen Kembali Berfungsi
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- visibility 99
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kondisi masjid di Aceh yang dikelilingi material kayu dan lumpur sisa banjir, sementara bangunan utama masih berdiri dan mulai digunakan kembali untuk ibadah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banda Aceh, duasatunews.com – Masjid terdampak bencana Aceh mulai kembali melayani aktivitas ibadah masyarakat setelah banjir dan longsor. Kementerian Agama Kantor Wilayah Aceh mencatat 98 persen masjid dan mushalla di wilayah terdampak kini sudah aktif kembali, meski sebagian masih memakai fasilitas darurat.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menjelaskan bahwa banjir dan longsor merusak 737 masjid dan mushalla, termasuk masjid terdampak bencana Aceh di sejumlah kabupaten. Dari jumlah itu, masyarakat dan pengelola rumah ibadah telah mengaktifkan 725 unit, sedangkan 12 lainnya belum beroperasi karena kerusakan berat atau hilang terbawa arus.
Data Masjid Terdampak Bencana Aceh
Azhari menuturkan bahwa warga segera menggerakkan gotong royong untuk memulihkan fungsi masjid. Mereka membersihkan lumpur, memperbaiki fasilitas dasar, dan menata kembali ruang ibadah. Berkat langkah tersebut, masyarakat tetap dapat menjalankan salat dan kegiatan keagamaan harian.
Namun, beberapa masjid masih menghadapi keterbatasan sarana. Sebagian lokasi kekurangan air bersih, listrik, dan perlengkapan ibadah. Karena itu, Kemenag Aceh terus mendata kebutuhan dan mendampingi proses pemulihan di setiap daerah.
Sebaran Kerusakan Masjid dan Mushalla di Aceh
Arus banjir menghanyutkan mushalla Baitul Banian Serbajadi di Aceh Timur. Selain itu, banjir juga menyeret masjid At Taqarrub Riseh Teungoh di Aceh Utara.
Di Bener Meriah, banjir dan longsor merusak mushalla Nurul Hikmah di Timang Gajah, mushalla Muttaqin, serta masjid Jamik Mukhlisin di Pintu Rime Gayo. Sementara itu, banjir menghanyutkan lima rumah ibadah di Gayo Lues, termasuk masjid Baiturrahim dan Al Ikhlas di Tripe Jaya.
Banjir juga merobohkan masjid Al Mabrur Samalanga di Kabupaten Bireuen serta masjid Al Hikmah Karang Baru di Kabupaten Aceh Tamiang. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga memusatkan ibadah di lokasi sementara.
Gotong Royong Percepat Pemulihan Rumah Ibadah
Azhari menilai semangat gotong royong mempercepat pemulihan rumah ibadah pascabencana. ASN Kemenag, masyarakat, dan relawan turun langsung membersihkan lingkungan masjid. Selain itu, berbagai pihak menyalurkan bantuan Al-Qur’an, sajadah, alat kebersihan, serta mengerahkan alat berat untuk mengangkat lumpur sisa banjir.
“Kami bergerak bersama masyarakat. Banyak pihak memberi bantuan secara sukarela,” ujar Azhari.
Bantuan Renovasi dari Kemenag RI
Kemenag RI akan menyalurkan bantuan renovasi bagi masjid dan mushalla yang mengalami kerusakan. Setiap masjid menerima Rp50 juta, sedangkan mushalla memperoleh Rp30 juta. Dana tersebut membantu pembelian pompa air, genset, tikar salat, dan kebutuhan ibadah mendesak lainnya.
Azhari berharap seluruh rumah ibadah dapat kembali bersih dan layak pakai menjelang bulan suci Ramadhan, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
