KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Perairan Bombana
- account_circle adrian moita
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- visibility 161
- comment 0 komentar
- print Cetak

Para penumpang dan awak kapal yang mencoba menyelamatkan diri di perairan Boepinang, Bombana, Sulawesi Tenggara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOMBANA, (duasatunews.com) – KM Cahaya Intan tenggelam di Perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (14/2/2026). Sejak awal pelayaran, kapal motor GT 44 itu melayani rute Pelabuhan Bajoe, Kota Bone, menuju Pelabuhan Boepinang. Selain itu, kapal membawa 13 penumpang dan tujuh awak kapal. Namun demikian, seluruh penumpang dan kru selamat dari insiden tersebut.
Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, menjelaskan kru kapal menemukan kebocoran pada badan kapal saat pelayaran berlangsung. Akibat kebocoran itu, air laut masuk ke lambung kapal dan mengganggu stabilitas. Karena kondisi tersebut, kru kehilangan kendali atas kapal.
“Kru melihat air terus masuk ke dalam kapal, sementara kondisi cuaca memburuk,” ujar Wahyudi saat dihubungi di Kendari.
Cuaca Buruk Mempercepat KM Cahaya Intan Tenggelam
Selanjutnya, Kepala Pos SAR Kolaka, Haeruddin, menyampaikan KM Cahaya Intan berangkat dari Pelabuhan Bajoe sekitar pukul 00.00 Wita. Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 06.00 Wita, kapal menghadapi gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Bombana. Dengan demikian, hantaman gelombang memperparah kebocoran pada lambung kapal.
Sebagai respons, kru kapal segera mengoperasikan empat unit mesin pompa air untuk mengurangi volume air di dalam kapal. Namun, air laut masuk lebih cepat daripada kemampuan pompa. Oleh karena itu, kondisi kapal terus memburuk hingga akhirnya kapal kehilangan daya apung.
Nelayan Menyelamatkan Penumpang KM Cahaya Intan
Melihat situasi semakin berbahaya, kapten kapal mengambil keputusan cepat dengan mengarahkan KM Cahaya Intan mendekati perahu nelayan di sekitar Perairan Poleang. Tak lama kemudian, para nelayan membantu memindahkan seluruh penumpang dan awak kapal ke perahu mereka.
Setelah proses evakuasi, petugas membawa seluruh korban selamat ke Puskesmas Boepinang. Di sana, tim medis memeriksa kondisi penumpang dan kru. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh korban berada dalam kondisi stabil tanpa luka serius.
Di sisi lain, insiden KM Cahaya Intan tenggelam ini kembali menegaskan pentingnya kesiapan kapal dan kru dalam menghadapi cuaca ekstrem di jalur pelayaran antarpelabuhan Sulawesi Tenggara. Karena itu, otoritas terkait terus menelusuri penyebab teknis kebocoran kapal dan mengevaluasi standar keselamatan pelayaran di wilayah tersebut.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
