KUR Pertanian 2026, Pemerintah Siapkan Rp300 Triliun
- account_circle adrian moita
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- visibility 171
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petani melakukan aktivitas pascapanen padi di area persawahan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Pemerintah menjadikan KUR pertanian 2026 sebagai fokus kebijakan untuk memperkuat sektor pertanian nasional. Pemerintah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp300 triliun guna memperluas akses pembiayaan petani dan menjaga keberlanjutan produksi pangan. Kebijakan ini melengkapi berbagai langkah penguatan kebijakan pertanian pemerintah.
Pemerintah Dorong Pembiayaan Pertanian Lewat KUR
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan peran pembiayaan dalam pengembangan pertanian. Pemerintah, kata dia, terus mendorong pemanfaatan KUR pertanian 2026 agar petani dan pelaku usaha pertanian lebih mudah memperoleh modal, sejalan dengan penguatan Program Kredit Usaha Rakyat.
“Pemerintah mendorong pembiayaan melalui KUR untuk sektor pertanian. Tahun depan, kami menyiapkan plafon Rp300 triliun,” ujar Airlangga saat menghadiri Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta.
Penyaluran KUR Pertanian Lebih Fleksibel
Airlangga menjelaskan bahwa penyaluran KUR pertanian pada periode sebelumnya mencapai Rp102 triliun. Pemerintah menaikkan plafon untuk memperluas jangkauan pembiayaan dan memastikan dukungan modal bagi kegiatan pertanian produktif. Langkah ini juga memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menambahkan, pemerintah menerapkan kebijakan plafon KUR pertanian 2026 secara fleksibel. Selama petani memanfaatkan pembiayaan untuk kegiatan produktif dan peningkatan produksi pangan, pemerintah membuka ruang penyesuaian.
“Untuk sektor pertanian, plafon KUR masih bisa kami tingkatkan. Pemerintah tidak membatasi selama pembiayaan bersifat produktif,” kata Airlangga.
Produksi Pangan Nasional Catat Tren Positif
Selain pembiayaan, Airlangga menyoroti kondisi ketahanan pangan nasional. Ia menyebut produksi beras sepanjang 2025 mencapai 34,71 juta ton, sedangkan produksi jagung berada di kisaran 16 juta ton. Menurutnya, capaian tersebut mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Data tersebut juga menjadi bahan evaluasi lintas kementerian, termasuk di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Pertanian, dalam menyusun kebijakan pangan nasional.
Pemerintah Jaga Keberlanjutan Ketahanan Pangan
Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan penyaluran KUR pertanian 2026. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap mampu menjaga stabilitas produksi, memastikan pasokan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah juga mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha pertanian.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, khususnya beras, pada 2025. Presiden menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan mengapresiasi peran petani serta para pemangku kepentingan.
