Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Dunia di Ambang Krisis Nuklir, AS Tuding China Gelar Uji Coba Rahasia

Dunia di Ambang Krisis Nuklir, AS Tuding China Gelar Uji Coba Rahasia

  • account_circle Darman
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 341
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Ketegangan keamanan global kembali meningkat ketika Amerika Serikat menuding China melakukan uji coba nuklir rahasia. Tuduhan ini langsung memicu kekhawatiran internasional karena muncul di tengah melemahnya sistem pengendalian senjata nuklir dunia.

Pada saat yang sama, dunia kehilangan salah satu pilar stabilitas strategis. Perjanjian pengendalian senjata terakhir antara AS dan Rusia telah berakhir. Akibatnya, dua negara dengan arsenal nuklir terbesar kini bergerak tanpa batasan formal.

Situasi Kritis Pasca Berakhirnya New START

Pemerintahan Presiden Donald Trump memilih tidak melanjutkan kepatuhan terhadap Perjanjian New START. Washington menilai perjanjian tersebut tidak lagi mencerminkan realitas geopolitik terkini.

Karena itu, AS mendorong kesepakatan baru yang melibatkan China dan Rusia. Selain itu, Trump juga membuka opsi melanjutkan uji coba senjata nuklir AS. Langkah ini menandai perubahan besar dalam kebijakan pengendalian senjata Amerika.

Tuduhan Uji Coba Nuklir Tahun 2020

Dalam forum internasional di Wina, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional, Thomas DiNanno, menyampaikan tuduhan tersebut secara terbuka.

Ia menyatakan China melakukan uji coba nuklir pada 22 Juni 2020 dengan daya ledak ratusan ton TNT. Menurutnya, pemerintah AS telah mendeklasifikasi informasi terkait peristiwa itu. Namun demikian, ia tidak memaparkan rincian teknis secara terbuka.

Dugaan Upaya Menyembunyikan Aktivitas Nuklir

Lebih lanjut, DiNanno menuding militer China berusaha menyamarkan ledakan tersebut. Ia menyebut Beijing menggunakan teknik “decoupling” untuk melemahkan sinyal seismik.

Teknik ini, menurut para ahli, melibatkan pembangunan ruang bawah tanah besar. Tujuannya untuk menekan getaran ledakan. Dengan cara itu, sistem pemantauan internasional menjadi lebih sulit mendeteksi aktivitas nuklir berskala kecil.

Data Pemantauan Internasional Berbeda

Di sisi lain, Organisasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif menyampaikan temuan berbeda. Organisasi tersebut menyatakan sistem pemantauan global tidak mencatat data yang mendukung tudingan AS.

Sekretaris Eksekutif CTBTO, Rob Floyd, menegaskan analisis lanjutan tidak mengubah kesimpulan awal. Menurutnya, sistem internasional mampu mendeteksi ledakan setara 500 ton TNT atau lebih.

Sebagai perbandingan, sistem yang sama berhasil merekam seluruh uji coba nuklir Korea Utara. Oleh karena itu, perbedaan klaim ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pengamat.

Perdebatan Soal Ambang Deteksi

AS tidak menyebutkan angka pasti daya ledak uji coba yang dituduhkan. Karena itu, para pakar menilai kemungkinan uji coba berdaya sangat rendah tetap terbuka.

Namun, para ahli juga menekankan pentingnya transparansi. Tanpa data terbuka, tudingan semacam ini berisiko memicu ketegangan politik alih-alih klarifikasi ilmiah.

Bantahan Resmi dari China

Sementara itu, pemerintah China membantah seluruh tuduhan tersebut. Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menegaskan Beijing tetap mematuhi moratorium uji coba nuklir.

China juga menyatakan konsisten dengan kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir lebih dulu. Selain itu, Beijing menyatakan kesiapan bekerja sama menjaga sistem pelucutan senjata dan pencegahan proliferasi nuklir global.

Dampak bagi Keamanan Internasional

Perseteruan ini menambah ketidakpastian global. Tanpa perjanjian yang mengikat, risiko perlombaan senjata nuklir kembali meningkat.

Bagi kawasan Asia Pasifik, situasi ini berpotensi memicu ketegangan strategis baru. Negara-negara non nuklir pun ikut menanggung dampak instabilitas tersebut.

Tudingan AS terhadap China mencerminkan rapuhnya arsitektur pengendalian senjata nuklir saat ini. Karena itu, komunitas internasional menghadapi kebutuhan mendesak untuk memulihkan dialog, memperkuat transparansi, dan mencegah eskalasi yang dapat merugikan generasi mendatang.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tajir Melintir! Kekayaan Elon Musk Lampaui PDB Belgia dan Irlandia, Media Dunia Ramai Membicarakan

    Tajir Melintir! Kekayaan Elon Musk Lampaui PDB Belgia dan Irlandia, Media Dunia Ramai Membicarakan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Kekayaan Elon Musk kembali menjadi perhatian media internasional. Nilainya disebut melampaui produk domestik bruto (PDB) Belgia dan Irlandia. Fenomena ini menandai perubahan penting dalam peta kekuatan ekonomi global. Media ekonomi dunia mencatat bahwa pada akhir 2025 hingga awal 2026, nilai kekayaan Musk menembus USD 720 miliar atau setara lebih dari Rp11.000 triliun. […]

  • Prabowo siap mediasi konflik Iran dan Amerika Serikat demi stabilitas kawasan

    Prabowo Siap Ke Iran demi Redam Ketegangan Timur Tengah

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 379
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Prabowo siap mediasi konflik di Timur Tengah dengan menyatakan kesiapan untuk bertolak ke Iran guna memfasilitasi dialog. Presiden Prabowo Subianto menegaskan langkah tersebut bertujuan membantu memulihkan kondisi keamanan yang kondusif di kawasan. Pemerintah Indonesia menilai dialog dan diplomasi sebagai langkah utama untuk meredakan eskalasi konflik. Sikap ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam […]

  • ‎Hampir Sebulan Pasca Penggeledahan Rujab Wakil Bupati Kolaka, Sikap Kejati Sultra Jadi Sorotan GARPEM Sultra

    ‎Hampir Sebulan Pasca Penggeledahan Rujab Wakil Bupati Kolaka, Sikap Kejati Sultra Jadi Sorotan GARPEM Sultra

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 167
    • 0Komentar

    ‎Kendari, (duasatunews.com) – Garda Pemuda Sulawesi Tenggara (GARPEM Sultra) menyoroti perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola pertambangan nikel di Kabupaten Kolaka yang ditangani Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra). Menurut GARPEM Sultra, hampir satu bulan pasca penggeledahan rumah jabatan Wakil Bupati Kolaka dan penyitaan sejumlah barang bukti yang diberitakan, masyarakat masih menunggu perkembangan […]

  • Ilustrasi pemindahan proyek aspal Karawang dari Buton yang memicu polemik, menampilkan peta Indonesia, aktivitas tambang, pabrik aspal, dan aksi penolakan masyarakat

    Pemindahan Proyek Aspal Karawang Picu Polemik Daerah

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Pemerintah mengarahkan pembangunan fasilitas produksi Aspal Buton ke Karawang, Jawa Barat. Kebijakan ini memicu perdebatan karena banyak pihak menilai langkah tersebut menyimpang dari semangat hilirisasi berbasis daerah. Keputusan Proyek Picu Sorotan Pemerintah memasukkan proyek Ekosistem dan Fasilitas Produksi Aspal Buton dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tahap kedua tahun 2026. Pemerintah memilih Karawang sebagai […]

  • Bupati Pati Diduga Manfaatkan Kekosongan 601 Jabatan Perangkat Desa

    Bupati Pati Diduga Manfaatkan Kekosongan 601 Jabatan Perangkat Desa

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 510
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kasus korupsi perangkat desa Pati kini memasuki tahap pendalaman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga tersebut menelusuri 601 jabatan perangkat desa yang masih kosong di Kabupaten Pati. Kekosongan dalam jumlah besar itu memicu kekhawatiran publik. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa tim menerima laporan tentang potensi […]

  • Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com —Knight Frank Indonesia melihat sektor properti Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme yang lebih terukur setelah melalui dinamika pasar sepanjang 2025. Pelaku industri merespons perubahan pola kerja, konsumsi, dan mobilitas masyarakat dengan strategi yang lebih adaptif. Pertumbuhan properti 2026 menunjukkan tren positif seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban dan meningkatnya kebutuhan ruang yang berkelanjutan. […]

expand_less