Breaking News
light_mode
Beranda » Politik » SBY Peringatan Perang Dunia Ketiga, Indonesia Diminta Waspada

SBY Peringatan Perang Dunia Ketiga, Indonesia Diminta Waspada

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 319
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (duasatunews.com) – SBY peringatan perang dunia ketiga muncul dalam kuliah umum yang disampaikan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Ia meminta Indonesia meningkatkan kewaspadaan karena situasi global semakin tidak stabil. Ia melihat berbagai konflik internasional menunjukkan gejala eskalasi yang semakin jelas.

SBY menyampaikan pandangan tersebut saat memberikan kuliah umum di kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Jakarta Pusat, Senin. Seusai kegiatan, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa SBY secara langsung menyoroti ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia.

Menurut Ace, SBY menilai kawasan Asia menyimpan banyak potensi konflik. Ia menyebut ketegangan di Laut Cina Selatan, kondisi di Semenanjung Korea, serta hubungan China dan Taiwan yang belum membaik. SBY menilai konflik tersebut dapat memicu dampak regional yang luas jika negara-negara terkait gagal mengendalikan eskalasi.

Selain Asia, SBY juga membahas dinamika geopolitik di Greenland yang mulai menarik perhatian negara-negara besar. Ia turut menyinggung konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang melibatkan Palestina, Israel, Iran, dan Amerika Serikat. Menurut SBY, akumulasi konflik ini memperkuat alasan munculnya peringatan perang dunia ketiga.

SBY menegaskan bahwa situasi global ini dapat memengaruhi Indonesia secara langsung. Ia mendorong pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga kedaulatan negara. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, China, dan Rusia.

Ace menyebut Presiden Prabowo Subianto terus menjalankan diplomasi aktif di tengah dinamika global. Lemhannas mendukung langkah tersebut melalui kajian strategis dan penguatan kebijakan nasional. Selain diplomasi, SBY meminta pemerintah memperkuat ketahanan dalam negeri. Ia menilai sektor pangan dan pertahanan membutuhkan perhatian serius.

Dengan memperkuat diplomasi dan ketahanan nasional secara seimbang, SBY peringatan perang dunia ketiga mendorong Indonesia tetap siap menghadapi dampak konflik global yang semakin meluas.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump operasi militer Kuba dinilai tidak diperlukan saat berbicara di Air Force One

    Trump Operasi Militer Kuba Dinilai Tidak Diperlukan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Washington, (duasatunews.com) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan operasi militer terhadap Kuba. Trump menyampaikan pernyataan itu pada Senin (16/2) ketika menjawab pertanyaan wartawan di atas Air Force One. Sejumlah wartawan menanyakan kemungkinan langkah Amerika Serikat setelah pemerintah AS sebelumnya melancarkan operasi untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Menanggapi pertanyaan […]

  • Megawati Hangestri Jakarta Pertamina saat pertandingan liga voli

    Megawati Hangestri Antar Jakarta Pertamina Tumbangkan Medan Falcons

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 267
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Megawati Hangestri Jakarta Pertamina kembali menjadi sorotan publik setelah berperan penting dalam kemenangan tim ibu kota atas Medan Falcons pada lanjutan liga voli nasional. Hasil ini berdampak langsung pada persaingan papan atas klasemen dan memperbesar peluang Jakarta Pertamina melaju ke fase berikutnya. Kemenangan tersebut datang pada momentum krusial kompetisi, ketika jadwal padat […]

  • Kenapa Invasi Amerika Serikat Ke Venezuela Sangat Problematika?

    Kenapa Invasi Amerika Serikat Ke Venezuela Sangat Problematika?

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 666
    • 0Komentar

    Jakarta, DuaSatuNews.com — invasi AS ke Venezuela kembali menjadi sorotan internasional setelah sejumlah pejabat Amerika Serikat menyampaikan opsi penggunaan kekuatan militer. Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari berbagai negara dan pengamat global. Wacana ini muncul di tengah [krisis politik Venezuela] yang belum menunjukkan tanda penyelesaian. Amerika Serikat terus menekan pemerintah Caracas melalui sanksi ekonomi dan […]

  • Dampak tambang nikel di Indonesia terhadap lingkungan

    Nikel, Negara, dan Luka yang Tak Terobati: Ketika Sumber Daya Menjadi Sumber Derita

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 963
    • 0Komentar

    Nikel, Negara, dan Luka yang Tak Terobati: Ketika Sumber Daya Menjadi Sumber Derita Oleh: Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom. aktivis Komunikasi Sosial dan Pemerhati Isu Hukum & Lingkungan Pengantar: Emas Baru, Luka Lama Dalam dua dekade terakhir, industri pertambangan nikel di Indonesia tumbuh pesat. Nikel kini menjadi komoditas strategis global karena berperan penting dalam baterai kendaraan […]

  • Tanpa Pelatih Kepala, Chelsea Tahan Imbang Man City 1-1 di Etihad

    Tanpa Pelatih Kepala, Chelsea Tahan Imbang Man City 1-1 di Etihad

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Chelsea vs Man City menjadi laga yang menyita perhatian pada lanjutan Liga Inggris musim 2025/2026. Dalam situasi tanpa pelatih kepala permanen, Chelsea mampu menahan imbang Manchester City dengan skor 1-1 di Etihad Stadium, Senin (05/01/2026) dini hari WIB. Hasil imbang ini langsung menjadi sorotan karena hadir di tengah ketidakstabilan internal yang melanda […]

  • Ilustrasi Natalius Pigai menegaskan Feri Amsari dipolisikan tidak perlu terkait kritik kebijakan swasembada pangan

    Feri Amsari Dipolisikan Dinilai Tidak Perlu oleh Menteri HAM

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menilai pelaporan terhadap pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari, tidak perlu dilakukan. Kasus ini berkaitan dengan kritik Feri terhadap kebijakan swasembada pangan pemerintah. Pigai menyebut kritik tersebut tidak perlu dibawa ke ranah hukum. Ia juga menilai publik tidak perlu menanggapi pernyataan itu secara berlebihan. “Feri Amsari […]

expand_less