Saham IT India Ambruk, Kapitalisasi Pasar Hilang Rp840,9 Triliun Akibat Kekhawatiran AI
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- visibility 125
- comment 1 komentar
- print Cetak

Saham IT India anjlok di tengah aksi jual investor menyusul pelemahan sektor teknologi global.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Saham IT India anjlok tajam pada akhir pekan perdagangan dan mencatatkan kinerja terburuk sejak Maret 2020, setelah aksi jual besar-besaran memangkas kapitalisasi pasar sektor teknologi hingga US$50 miliar atau setara Rp840,96 triliun dalam satu hari.
Tekanan kuat datang dari sentimen global. Pelemahan saham teknologi di Wall Street menyeret pasar Asia, termasuk India. Investor melepas saham berisiko dan mengalihkan dana ke aset aman menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat. Kondisi ini memperburuk tekanan pada emiten teknologi yang sensitif terhadap perubahan sentimen global.
Di pasar domestik, indeks Nifty IT sempat turun hingga 5,1% pada perdagangan Kamis. Indeks tersebut kemudian ditutup melemah 1,44% pada akhir pekan. Secara mingguan, indeks Nifty IT mencatat penurunan 8,23%, yang menjadi koreksi terdalam sejak awal pandemi COVID-19.
Saham IT India Anjlok Dipicu Kekhawatiran Dampak AI
Selain sentimen global, investor juga mencermati dampak kecerdasan buatan terhadap industri jasa teknologi. Peluncuran alat AI oleh startup Anthropic bulan lalu memicu kekhawatiran bahwa adopsi AI yang cepat dapat menekan permintaan layanan teknologi tradisional.
Pasar menilai perkembangan tersebut berpotensi mengganggu industri jasa teknologi India yang bernilai sekitar Rp4.759,81 triliun. Kekhawatiran ini mendorong aksi jual lanjutan, sehingga saham IT India anjlok lebih dalam sepanjang pekan.
Meski demikian, sejumlah pelaku pasar menilai reaksi investor masih berlebihan. Sat Duhra, manajer portofolio Henderson Far East Income, menyebut AI sebagai peluang strategis jika perusahaan mampu menyesuaikan model bisnis.
“Perusahaan teknologi India perlu menjelaskan bagaimana AI bisa mendorong efisiensi dan pertumbuhan, bukan hanya menjadi ancaman,” ujarnya kepada Refinitiv, Sabtu (14/2/2026).
Analis Nilai Peran IT Tetap Penting
Analis J.P. Morgan menilai asumsi bahwa AI langsung menggantikan peran perusahaan jasa teknologi terlalu sederhana. Mereka menegaskan layanan IT tetap menjadi fondasi penting dalam pengembangan dan integrasi sistem perusahaan berskala besar.
Ke depan, investor akan memantau langkah emiten dalam menjaga pertumbuhan, mengelola margin, serta memanfaatkan AI sebagai sumber nilai tambah di tengah volatilitas pasar global.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: 🔗 https://www.reuters.com/world/india/indian-it-stocks-extend-slump-head-worst-week-nearly-six-years-2026-02-13/

Invite your network, boost your income—sign up for our affiliate program now!
14 Februari 2026 4:39 am