Erupsi Gunung Marapi, Kolom Abu Capai 1.500 Meter
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 143
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat meletus pada Minggu (1/3/2026) pukul 15.11 WIB.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Padang, (duasatunews.com) — Erupsi Gunung Marapi terjadi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Minggu pukul 15.11 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut melontarkan kolom abu setinggi sekitar 1.500 meter dari puncak gunung ke arah tenggara.
Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Ilhamdi Saputra, mengatakan kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara. Alat pemantau mencatat aktivitas tersebut pada seismogram dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter dan durasi sekitar 68 detik.
Status Level II (Waspada) Gunung Marapi
Gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut saat ini berada pada Status Level II atau Waspada. Dengan status itu, petugas melarang masyarakat beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.
Selain itu, petugas juga mengimbau para pendaki dan wisatawan agar tidak mendekati area puncak serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
PVMBG Waspadai Dampak Aktivitas Vulkanik
Selain erupsi Gunung Marapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan potensi lahar dingin. Ancaman tersebut mengintai masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.
PVMBG menilai risiko lahar dingin dapat meningkat terutama saat hujan berintensitas sedang hingga tinggi atau ketika memasuki musim hujan. Oleh karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan aliran material vulkanik.
Imbauan Kesehatan dan Kewaspadaan
Petugas mengimbau masyarakat menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat terjadi hujan abu. Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah gangguan saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Petugas PGA juga menegaskan bahwa tumpukan material hasil letusan dapat terbawa aliran air dan memicu banjir lahar dingin secara tiba-tiba. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat hujan deras.
Peristiwa serupa pada 11 Mei 2024 menyebabkan puluhan korban jiwa. Karena itu, petugas meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti seluruh arahan resmi dari pihak berwenang.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM
