Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Erupsi Gunung Marapi, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

Erupsi Gunung Marapi, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 255
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Padang, (duasatunews.com) — Erupsi Gunung Marapi terjadi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Minggu pukul 15.11 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut melontarkan kolom abu setinggi sekitar 1.500 meter dari puncak gunung ke arah tenggara.

Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Ilhamdi Saputra, mengatakan kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara. Alat pemantau mencatat aktivitas tersebut pada seismogram dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter dan durasi sekitar 68 detik.

Status Level II (Waspada) Gunung Marapi

Gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut saat ini berada pada Status Level II atau Waspada. Dengan status itu, petugas melarang masyarakat beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.

Selain itu, petugas juga mengimbau para pendaki dan wisatawan agar tidak mendekati area puncak serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.

PVMBG Waspadai Dampak Aktivitas Vulkanik

Selain erupsi Gunung Marapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan potensi lahar dingin. Ancaman tersebut mengintai masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.

PVMBG menilai risiko lahar dingin dapat meningkat terutama saat hujan berintensitas sedang hingga tinggi atau ketika memasuki musim hujan. Oleh karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan aliran material vulkanik.

Imbauan Kesehatan dan Kewaspadaan

Petugas mengimbau masyarakat menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat terjadi hujan abu. Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah gangguan saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Petugas PGA juga menegaskan bahwa tumpukan material hasil letusan dapat terbawa aliran air dan memicu banjir lahar dingin secara tiba-tiba. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat hujan deras.

Peristiwa serupa pada 11 Mei 2024 menyebabkan puluhan korban jiwa. Karena itu, petugas meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti seluruh arahan resmi dari pihak berwenang.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Padat Karya Sawah Pulihkan Lahan Bencana

    Program Padat Karya Sawah Pulihkan Lahan Bencana

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Program Padat Karya Sawah menjadi langkah pemerintah untuk memulihkan lahan pertanian terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah menjalankan kebijakan ini guna menjaga produksi pangan nasional sekaligus memastikan petani tetap memperoleh pendapatan selama masa pemulihan. Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah menggaji petani yang memperbaiki sawah milik mereka sendiri. Pemerintah […]

  • Prabowo Takbiran Sumut di Medan bersama warga

    Prabowo Takbiran Sumut, Tiba di Medan Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 110
    • 0Komentar

    MEDAN, (duasatunews.com) – Prabowo Takbiran Sumut menjadi bagian dari agenda Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (20/3) sore. Presiden hadir untuk mengikuti malam takbiran bersama masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pesawat kepresidenan mendarat di Lanud Soewondo sekitar pukul 16.55 WIB. Setelah tiba, Presiden langsung melanjutkan kegiatan bersama warga yang […]

  • DPR MKMK Adies Kadir dalam rapat paripurna DPR RI

    DPR MKMK Adies Kadir: Puan Tegaskan MKMK Tak Berwenang

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 160
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — DPR MKMK Adies Kadir menjadi sikap resmi Dewan Perwakilan Rakyat setelah rapat paripurna menegaskan bahwa Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) tidak berwenang menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran etik terhadap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) usulan DPR. DPR MKMK Adies Kadir Ditetapkan Lewat Rapat Paripurna Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan keputusan tersebut dalam rapat paripurna […]

  • Revisi UU Pemilu DPR Mulai Dibahas Komisi II

    Revisi UU Pemilu DPR Mulai Dibahas Komisi II

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 296
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Revisi UU Pemilu DPR mulai dibahas Komisi II DPR RI melalui rapat untuk menyerap masukan publik. DPR memasukkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Oleh karena itu, Komisi II membuka dialog luas dengan akademisi dan lembaga kajian […]

  • Jusuf Kalla menyoroti stabilitas ekonomi global dan dampaknya terhadap Indonesia

    Stabilitas Ekonomi Global Jadi Sorotan Jusuf Kalla

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 139
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Jusuf Kalla berharap pemerintah menjaga stabilitas ekonomi global agar tidak menekan perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya konflik internasional. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu menyampaikan pernyataan tersebut setelah acara buka puasa dan Shalat Tarawih bersama pengurus serta anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Acara berlangsung di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, […]

  • Program Beasiswa KIP Kuliah 2026 dorong pemerataan pendidikan

    Pendaftaran Beasiswa KIP Kuliah Tahun 2026 Akan Segera Dibuka

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 706
    • 3Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Biaya kuliah dan kebutuhan hidup mahasiswa masih menghambat lulusan SMA dan sederajat dari keluarga kurang mampu. Akibat kondisi tersebut, banyak calon mahasiswa menunda rencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di berbagai daerah, ketimpangan akses pendidikan tinggi terus terjadi. Terutama di wilayah dengan partisipasi perguruan tinggi rendah, keterbatasan ekonomi sering memutus peluang generasi […]

expand_less