Dampak Siklon PENHA: BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem Februari
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
- visibility 154
- comment 0 komentar
- print Cetak

Infografik BMKG menunjukkan dampak tidak langsung Siklon Tropis PENHA dan Bibit Siklon 98P terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah Indonesia, berlaku hingga 6 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Dampak Siklon PENHA menjadi perhatian serius Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pertengahan Februari 2026. BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.
Pengaruh Siklon terhadap Atmosfer Indonesia
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa Siklon Tropis PENHA tidak bergerak menuju wilayah Indonesia. Namun, sistem tersebut tetap memberi dampak tidak langsung terhadap kondisi atmosfer nasional. Penguatan angin baratan meningkatkan suplai uap air dan mempercepat pembentukan awan hujan di beberapa wilayah.
Peran Dinamika Atmosfer Lain
Selain siklon, dinamika atmosfer lain ikut memperkuat cuaca ekstrem. Aktivitas Madden–Julian Oscillation di Samudra Hindia meningkatkan proses konveksi awan. Pada saat yang sama, gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby memicu perlambatan serta belokan angin. Kondisi ini membentuk daerah konvergensi yang mendorong hujan dengan intensitas lebih tinggi.
Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
BMKG mencatat kombinasi faktor tersebut meningkatkan peluang hujan sedang hingga lebat. Pada kondisi tertentu, hujan dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat. Dampak Siklon PENHA juga menaikkan tinggi gelombang laut di sejumlah perairan Indonesia, terutama di wilayah timur dan selatan.
Wilayah yang Perlu Meningkatkan Kewaspadaan
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Maluku Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, serta beberapa perairan di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Di kawasan tersebut, tinggi gelombang laut berpotensi mencapai kategori sedang hingga tinggi. Karena itu, BMKG meminta nelayan dan pelaku pelayaran memantau kondisi cuaca sebelum melaut.
Imbauan Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mendorong pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan. Ia meminta instansi terkait menyiapkan langkah mitigasi sesuai risiko wilayah, khususnya untuk menghadapi banjir, longsor, dan gangguan transportasi.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan tidak panik. Warga perlu menghindari daerah rawan bencana saat hujan lebat dan rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG. Dengan langkah antisipatif, masyarakat dapat meminimalkan risiko akibat dampak Siklon PENHA.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
