Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Gunung Semeru Erupsi 7 Kali, Kolom Abu Capai 1,1 Km

Gunung Semeru Erupsi 7 Kali, Kolom Abu Capai 1,1 Km

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 303
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lumajang, Jawa Timur (duasatunews.com) –  Gunung Semeru erupsi sebanyak tujuh kali pada Senin pagi. Aktivitas Gunung Semeru ini menghasilkan kolom abu setinggi 300 meter hingga 1.100 meter di atas puncak.

Erupsi pertama terjadi pukul 00.38 WIB. Kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Abu berwarna putih hingga kelabu dan bergerak ke arah barat daya. Seismograf mencatat amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi 135 detik.

Petugas Pos Pengamatan, Liswanto, menyebut letusan tertinggi terjadi pukul 06.51 WIB. Pada saat itu, tinggi kolom abu mencapai 1.100 meter di atas puncak.

“Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan,” kata Liswanto.

Erupsi ketujuh terjadi pukul 09.29 WIB. Petugas tidak mengamati visual letusan. Hingga laporan disusun, aktivitas gunung semeru erupsi masih berlangsung.

Status Siaga dan Rekomendasi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi menimbulkan bahaya.

PVMBG melarang warga beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga tidak boleh beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di kawasan tersebut karena potensi awan panas dan aliran lahar.

Petugas juga melarang aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah. Area tersebut rawan lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Potensi Bahaya Gunung Semeru

Seiring meningkatnya aktivitas gunung semeru erupsi, warga diminta meningkatkan kewaspadaan. Potensi bahaya meliputi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.

Aliran material vulkanik berpotensi mengikuti jalur sungai yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Selain itu, abu vulkanik juga dapat mengganggu aktivitas warga, terutama pernapasan dan jarak pandang. Oleh karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker saat terjadi hujan abu dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

PVMBG juga mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi resmi dan tidak mudah percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya. Kepatuhan terhadap rekomendasi menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana.

  • Penulis: adrian moita
  • Editor: Nur Wayda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Rakyat Prabowo Dibahas Seskab dan Mensos Gus Ipul

    Sekolah Rakyat Prabowo Dibahas Seskab dan Mensos Gus Ipul

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Sekolah Rakyat Prabowo terus menarik perhatian pemerintah karena berperan strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, perhatian terhadap program ini kembali menguat ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (28/1) malam. Berdasarkan unggahan akun Instagram […]

  • Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    Pertumbuhan Properti 2026 Dorong Green Building

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com —Knight Frank Indonesia melihat sektor properti Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme yang lebih terukur setelah melalui dinamika pasar sepanjang 2025. Pelaku industri merespons perubahan pola kerja, konsumsi, dan mobilitas masyarakat dengan strategi yang lebih adaptif. Pertumbuhan properti 2026 menunjukkan tren positif seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban dan meningkatnya kebutuhan ruang yang berkelanjutan. […]

  • deportasi buronan AS di Bali saat pemeriksaan imigrasi di Bandara Ngurah Rai

    Imigrasi RI Gagalkan Pelarian Buronan AS, Langsung Deportasi dari Bali

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle WINDI ANGGRAINI
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Jakarta, {duasatunews.com} — Kasus deportasi buronan AS di Bali kembali menegaskan ketatnya pengawasan keimigrasian Indonesia. Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap warga negara Amerika Serikat berinisial AJP saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Petugas langsung mengamankan AJP ketika ia melewati autogate setelah penerbangan dari Taipei, Taiwan. Sistem autogate yang terhubung dengan jaringan Interpol 24/7 segera […]

  • CORAK PT GKP saat aksi mahasiswa di Jakarta

    Kritik PT. GKP Berujung Pada Tindakan Refresif, (Corak-Konkep): Jangan Bungkam Suara Mahasiswa!!

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Corong Aspirasi Rakyat (CORAK) Konawe Kepulauan (Konkep) mengecam dugaan tindakan represif yang dilakukan oknum petugas keamanan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) terhadap mahasiswa. Insiden itu terjadi saat mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT GKP di Tower Panin Bank, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Mahasiswa yang tergabung dalam […]

  • Konstruksi LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai

    LRT Jakarta Fase 1B Tersambung di Atas Tol Ir. Wiyoto Wiyono

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 701
    • 1Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – 10 Januari 2026 — Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai mencatat capaian penting pada awal 2026. Jalur layang yang melintasi Tol Ir. Wiyoto Wiyono resmi tersambung sepenuhnya pada 9 Januari 2026. Penyambungan Jalur Layang di Atas Ruas Tol Aktif Tim proyek menandai capaian tersebut dengan pemasangan bentang girder sepanjang 120 meter. Lokasi […]

  • Kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal di Sulawesi Tenggara

    Tambang Ilegal di Sulawesi Tenggara; Pembiaran Negara dan Pengkhianatan Terhadap Keadilan Ekologis

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 461
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – (25/01/2026) Tambang ilegal di Sulawesi Tenggara tidak lagi sekadar pelanggaran hukum. Kini, praktik tersebut berubah menjadi indikator pembiaran negara terhadap kejahatan lingkungan. Lebih jauh, aktivitas tambang berlangsung terbuka dan berulang. Akibatnya, kegagalan otoritas publik semakin terlihat. Selain itu, negara tidak dapat menyederhanakan persoalan ini sebagai ulah segelintir pelaku. Sebaliknya, skala kerusakan menunjukkan […]

expand_less