Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Dituduh Gelapkan Dana dan Poliandri, Salma Tantang Pembuktian: Saya Punya Semua Bukti!

Dituduh Gelapkan Dana dan Poliandri, Salma Tantang Pembuktian: Saya Punya Semua Bukti!

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 880
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kendari, (Duasatunews.com) – Polemik dugaan kekerasan seksual di lingkungan Institut Agama Islam Rawa Aopa memasuki babak baru. Mantan istri pendiri kampus, Salma Ratu, buka suara dan membantah tuduhan penggelapan dana mahasiswa serta isu poliandri yang menyeret namanya.

Salma menilai tuduhan itu muncul setelah dirinya mendukung korban dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama Al Asri, pendiri yayasan sekaligus pemilik perguruan tinggi tersebut.

“Tuduhan penggelapan itu muncul setelah saya mendukung korban dugaan pelecehan seksual. Setelah saya berpihak kepada korban, berbagai tuduhan kemudian menyerang saya,” ujar Salma.

Bantahan Dugaan Penggelapan Dana

Salma membantah tuduhan penggelapan dana mahasiswa. Ia mengaku menahan dana karena status akreditasi kampus belum jelas.

“Saya tidak menggelapkan dana. Saya menahan dana itu karena akreditasi kampus belum jelas. Ini menyangkut keabsahan ijazah dan masa depan mahasiswa,” katanya.

Salma juga mengaku pernah meminta bukti setoran kepada Al Asri terkait dana sekitar Rp100 juta, termasuk biaya perjalanan ke Brunei Darussalam. Namun, ia mengaku tidak menerima jawaban.

“Saya meminta bukti setoran lewat pesan WhatsApp setelah perceraian sepihak. Pesan saya hanya dibaca lalu saya diblokir,” ujarnya.

Salma Bantah Isu Poliandri

Salma juga membantah isu poliandri yang beredar. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah berpisah secara agama dengan suami sebelumnya dan sedang menjalani proses perceraian secara hukum saat mengenal Al Asri pada Januari 2024.

Ia mengaku proses pernikahan awal dengan Al Asri berlangsung mendadak dan tidak menghadirkan wali maupun saksi dari pihak keluarganya.

“Saya menganggap pernikahan malam itu tidak sah karena tidak ada wali dan saksi dari pihak saya,” katanya.

Menurut Salma, Al Asri bersama keluarganya kemudian datang ke rumah keluarga besar Salma pada Juni 2025 untuk melanjutkan proses pernikahan secara adat.

Dugaan Komersialisasi Pendidikan

Selain membantah tuduhan pribadi, Salma juga membeberkan dugaan praktik komersialisasi pendidikan di lingkungan kampus.

Ia menyebut ada mahasiswa baru yang langsung masuk semester tinggi, seperti semester 3 dan semester 5.

“Ada mahasiswa baru yang langsung masuk semester tinggi. Operator kampus menginput data atas perintah pendiri,” ujarnya.

Salma juga mengungkap dugaan jual beli ijazah. Menurutnya, beberapa mahasiswa tidak mengikuti kuliah secara normal, tetapi tetap bisa mengikuti yudisium hingga menerima ijazah setelah membayar sekitar Rp25 juta.

“Ada mahasiswa yang tidak kuliah, tetapi tetap bisa yudisium dan menerima ijazah setelah membayar sekitar Rp25 juta,” katanya.

Ia menyebut sebagian pembayaran berlangsung tanpa kwitansi. Namun, beberapa transaksi masih memiliki bukti pembayaran.

Dugaan Pembuatan Skripsi Terorganisir

Salma turut mengungkap dugaan pembuatan skripsi secara terorganisir di lingkungan kampus. Ia menyebut pengelola kelas daerah wajib menyetor sekitar Rp500 ribu per mahasiswa.

“Pembuatan skripsi berlangsung secara terorganisir atas arahan pendiri,” ujarnya.

Dalam aspek keuangan, Salma juga menyoroti dugaan dua jalur penerimaan dana mahasiswa. Ia menyebut dana seperti SPP, PBAK, dan PPL masuk melalui rekening yayasan. Sementara dana lain, seperti almamater, pembangunan, ujian, dan wisuda, langsung masuk kepada Al Asri.

“Uang mahasiswa tidak semuanya masuk ke rekening yayasan. Sebagian dana langsung masuk kepada pendiri,” katanya.

Legalitas Pascasarjana dan Hotel Zam Zam

Salma turut mempertanyakan legalitas program pascasarjana di kampus tersebut. Ia juga menyinggung dugaan penggunaan dana mahasiswa untuk pembangunan Hotel Zam Zam di area kampus 2.

“Ada dugaan dana mahasiswa dipakai membangun hotel di lingkungan kampus,” ujarnya.

Selain itu, Salma menyoroti pemecatan Wakil Rektor II yang menurutnya tidak sesuai prosedur. Ia menyebut Ketua Yayasan, Mardan, menonaktifkan pejabat kampus tanpa dasar surat keputusan pengangkatan yang jelas.

Kuasa Hukum Minta Audit Menyeluruh

Kuasa hukum korban, Muswanto Utama, menilai keterangan Salma membuka dimensi baru dalam kasus tersebut.

“Jika dugaan praktik akademik dan keuangan itu benar, maka Kementerian Agama wajib melakukan audit menyeluruh,” ujar Muswanto.

Perwakilan keluarga korban, Robby Anggara, juga meminta pemerintah menelusuri dugaan komersialisasi pendidikan di kampus tersebut.

“Keterangan Ibu Salma membuka dugaan komersialisasi pendidikan. Ada isu akreditasi, pengelolaan dana mahasiswa, hingga dugaan jual beli ijazah,” kata Robby.

Menunggu Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini disusun, seluruh keterangan Salma masih berupa klaim narasumber. Pihak yayasan, pengelola kampus, Al Asri, Mardan, dan Kementerian Agama Republik Indonesia belum memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan tersebut.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fasilitas pabrik SDM green jobs EV di HLI Green Power untuk produksi baterai kendaraan listrik Indonesia

    Kemnaker Perkuat SDM untuk “Green Jobs”, Sektor EV Jadi Prioritas

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — SDM green jobs EV menjadi fokus utama pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja terampil untuk mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan kesiapan SDM menjadi kunci transformasi ekonomi hijau. Oleh karena itu, pemerintah mempercepat berbagai program pelatihan. Pertumbuhan EV Dorong Kebutuhan Tenaga Kerja Seiring dengan percepatan ekonomi hijau, […]

  • Pemantauan kontak erat hantavirus MV Hondius oleh tim kesehatan di Jakarta”

    WNA di Jakarta Pusat Jadi Kontak Erat Klaster Hantavirus MV Hondius, Kemenkes Lakukan Pemantauan Ketat

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Kementerian Kesehatan RI memantau seorang warga negara asing (WNA) di Jakarta Pusat setelah pria itu menjadi kontak erat kasus hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius. Kemenkes menerima laporan dari International Health Regulation (IHR) National Focal Point Inggris pada 7 Mei 2026. Laporan itu menyebut pria berusia 60 tahun tersebut pernah melakukan kontak dekat dengan […]

  • krisis energi Afrika antrean panjang SPBU

    Krisis Energi Afrika Meningkat Akibat Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Afrika, (duasatunews.com) – Krisis energi Afrika semakin memburuk akibat konflik di Timur Tengah yang mengganggu distribusi minyak global. Dampak gangguan ini mulai terasa di berbagai negara dalam bentuk kelangkaan bahan bakar, kenaikan harga, serta tekanan pada cadangan energi nasional. Tekanan pada Cadangan BBM Di Zambia, pemerintah mencatat cadangan bensin sekitar 40 juta liter. Jumlah tersebut […]

  • lapangan kerja Indonesia melalui industrialisasi nasional

    Lapangan Kerja Indonesia Didorong Prabowo lewat Industrialisasi

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Lapangan kerja Indonesia menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui percepatan industrialisasi nasional dan pembangunan sektor perumahan rakyat. Pemerintah menempatkan penciptaan kesempatan kerja sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata. Presiden menyampaikan komitmen tersebut dalam Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Jakarta. Ia menegaskan pemerintah akan memimpin kebangkitan industri […]

  • Prabowo dorong pembangunan universitas baru di Indonesia

    Seskab: Prabowo–Russell Group Bahas Kampus Baru dan Pertukaran Dosen

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 596
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Prabowo bangun 10 universitas baru untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto menjadikan kerja sama internasional sebagai fondasi kebijakan pendidikan jangka panjang. Rencana tersebut mengemuka saat Presiden bertemu dengan Russell Group di London. Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan berlangsung pada Selasa (20/1/2026). Dalam […]

  • Puluhan Orang Keracunan Massal di Kendari, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan

    Puluhan Orang Keracunan Massal di Kendari, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Keracunan massal Kendari menimpa puluhan warga di Kendari, Sulawesi Tenggara. Warga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari sumber yang sama. Polisi dan tim kesehatan langsung bergerak untuk menangani kejadian tersebut. Petugas medis mengevakuasi korban ke rumah sakit dan puskesmas terdekat. Tim kesehatan memberikan penanganan sejak laporan pertama masuk. Mayoritas korban menunjukkan […]

expand_less