Prabowo Bawa Investasi Rp173 Triliun dari Kunjungan ke Korea
- account_circle adrian moita
- calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
- visibility 102
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta (duasatunews.com) – Prabowo Bawa Investasi senilai Rp173 triliun dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan. Nilai tersebut berasal dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara sebesar 10,2 miliar dolar AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan capaian tersebut usai menghadiri forum Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul. Ia menilai kerja sama ini memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama mencakup sektor energi dan transisi hijau. Indonesia dan Korea Selatan mengembangkan proyek tenaga surya, penangkapan karbon (CCS), serta energi terbarukan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Prabowo Bawa Investasi Dorong Banyak Sektor
Prabowo Bawa Investasi juga memperkuat sektor industri dan manufaktur. Pelaku usaha mengembangkan industri baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan.
Selain itu, kerja sama mencakup sektor digital dan kecerdasan buatan (AI). Proyek lain meliputi pengembangan properti dan infrastruktur, termasuk kawasan Bumi Serpong Damai.
Kadin Indonesia dan KCCI memperkuat kolaborasi bisnis untuk mendorong komitmen investasi. Sejumlah perusahaan besar Korea turut memperluas ekspansi di Indonesia.
POSCO memperluas proyek baja nasional. Sementara Lotte Group menjajaki peluang investasi baru.
Dampak Investasi bagi Ekonomi Indonesia
Airlangga menyebut capaian ini melengkapi hasil kunjungan Presiden ke Jepang. Dari dua kunjungan tersebut, Indonesia mengantongi komitmen investasi sekitar Rp574 triliun.
Ia menilai angka tersebut menunjukkan daya tarik Indonesia di tengah ketidakpastian global. Investor tetap melihat Indonesia sebagai pasar strategis dengan potensi pertumbuhan yang kuat.
Pemerintah terus memperbaiki iklim investasi melalui kebijakan debottlenecking. Pemerintah mempercepat penyelesaian hambatan usaha agar proyek berjalan lancar.
Presiden Prabowo juga bertemu Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Kedua pemimpin sepakat memperkuat kemitraan strategis.
Kerja sama ini mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Selain itu, kerja sama ini mempercepat transformasi industri dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Selain berdampak pada investasi, kerja sama ini juga membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing industri nasional ke depan.
Dengan capaian ini, Prabowo Bawa Investasi menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi nasional di tengah dinamika global.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
