Harga emas Antam turun Rp42.000 per gram, ini rincian terbaru
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- visibility 114
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi : (duasatunews.com)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta (duasatunews.com) – Harga emas Antam menunjukkan penurunan signifikan pada Senin, 13 April 2026. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk turun Rp42.000 per gram setelah sebelumnya mengalami kenaikan selama dua hari berturut-turut.
Saat ini, harga emas berada di level Rp2.818.000 per gram. Sebelumnya, harga sempat menyentuh Rp2.860.000 per gram. Oleh karena itu, penurunan ini menjadi perhatian bagi investor dan pelaku pasar.
Harga emas Antam dan nilai buyback terbaru
Selain harga jual, nilai buyback juga ikut turun Rp42.000. Kini, harga jual kembali berada di angka Rp2.585.000 per gram. Nilai ini menjadi acuan penting bagi pemilik emas saat ingin menjual kembali.
Pemerintah mengatur transaksi buyback melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024. Aturan tersebut menetapkan bahwa transaksi di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Besaran pajak yaitu 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Rincian harga emas Antam berdasarkan ukuran
- 0,5 gram: Rp1.459.000
- 1 gram: Rp2.818.000
- 2 gram: Rp5.576.000
- 3 gram: Rp8.339.000
- 5 gram: Rp13.865.000
- 10 gram: Rp27.675.000
- 25 gram: Rp69.062.000
- 50 gram: Rp138.045.000
- 100 gram: Rp276.012.000
- 250 gram: Rp689.765.000
- 500 gram: Rp1.379.320.000
- 1.000 gram: Rp2.758.600.000
Faktor pergerakan harga logam mulia
Penurunan harga ini membuka peluang bagi investor. Di satu sisi, harga yang lebih rendah dapat menjadi momentum untuk membeli. Namun, di sisi lain, pemilik emas perlu mempertimbangkan waktu terbaik sebelum menjual kembali.
Selain itu, kondisi global seperti inflasi, nilai tukar rupiah, dan kebijakan suku bunga turut memengaruhi harga emas. Oleh sebab itu, investor perlu memantau perkembangan pasar secara berkala.
Dalam jangka panjang, emas tetap menjadi instrumen investasi yang relatif stabil. Banyak investor memilih emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
Prospek investasi emas Antam ke depan
Ke depan, tren harga masih berpotensi berfluktuasi mengikuti kondisi ekonomi dunia. Karena itu, investor disarankan melakukan pembelian secara bertahap agar risiko dapat ditekan.
Dengan strategi yang tepat, emas tetap menjadi pilihan investasi yang aman dan bernilai jangka panjang.
- Penulis: Adrian Moita
- Editor: Nur Wayda
