Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kasus Kayu Ilegal Sumatera: Kejagung Dorong Alat Bukti

Kasus Kayu Ilegal Sumatera: Kejagung Dorong Alat Bukti

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 724
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) — Kejaksaan Agung Republik Indonesia mendorong penyidik untuk melengkapi alat bukti sebelum menetapkan tersangka dalam kasus kayu ilegal Sumatera. Langkah tersebut bertujuan memperkuat proses hukum agar berjalan akuntabel dan berkeadilan. Kejahatan lingkungan ini juga memicu banjir besar dan tanah longsor yang menewaskan 67 orang.

Jaksa dan Penyidik Bahas Kasus Kayu Ilegal

Sebagai tindak lanjut, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyampaikan rekomendasi saat jaksa penuntut umum menggelar perkara bersama penyidik Badan Reserse Kriminal Polri di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Jaksa dan penyidik menggelar forum tersebut pada Rabu, 31 Desember 2025. Jaksa dari Direktorat D Jampidum hadir bersama penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri. Melalui forum ini, kedua pihak membahas dugaan tindak pidana lingkungan hidup dengan terlapor PT Tri Bahtera Srikandi.

Gelar Perkara Fokus pada Penguatan Bukti

Dalam sesi pembahasan, penyidik memaparkan fakta lapangan, hasil penyidikan awal, serta alat bukti yang telah mereka kumpulkan. Jaksa kemudian menelaah paparan tersebut dan menyamakan arah penanganan perkara hingga tahap penuntutan.

Pembalakan Liar Picu Banjir dan Longsor

Aktivitas kayu ilegal merusak kawasan hulu di Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kerusakan itu menurunkan daya dukung lingkungan secara signifikan.

Dampak kerusakan lalu menjalar ke wilayah hilir. Akibatnya, banjir dan longsor menerjang Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan.
“Peristiwa itu menewaskan 67 orang,” kata Anang, Sabtu (3/1/2026).

Kejagung Tekankan Kelengkapan Alat Bukti

Dalam gelar perkara yang sama, penyidik mengusulkan penetapan sejumlah pihak sebagai tersangka. Menanggapi usulan tersebut, jaksa penuntut umum menyampaikan catatan tambahan.

Melalui catatan itu, jaksa meminta penyidik memperkuat alat bukti agar penetapan tersangka memiliki dasar hukum yang kokoh dan tidak membuka celah hukum.
“Jaksa menyampaikan pendapat, saran, dan rekomendasi agar penyidik memenuhi alat bukti secara lengkap,” tegas Anang.

Jaksa Awasi Penyidikan Sejak Awal

Anang menegaskan bahwa jaksa terlibat sejak awal penyidikan untuk menjalankan Pasal 58 hingga Pasal 62 KUHAP baru. Ketentuan tersebut mewajibkan penyidik dan penuntut umum berkoordinasi secara intensif.

Melalui koordinasi ini, jaksa membantu penyidik menyusun konstruksi hukum sejak dini. Selain itu, mekanisme tersebut mencegah bolak-balik berkas perkara pada tahap penuntutan.

Bareskrim Segera Tetapkan Tersangka

Sementara itu, penyidik Bareskrim Polri menangani kasus kayu gelondongan ilegal yang memperparah banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyidik memproses PT Tri Bahtera Srikandi sebagai korporasi yang diduga bertanggung jawab.

Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri memastikan langkah lanjutan dalam waktu dekat.
“Segera ditetapkan tersangka,” kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Mohammad Irhamni, Jumat (2/1/2026).

Ujian Penegakan Hukum Lingkungan

Pada akhirnya, kasus kayu ilegal Sumatera menyedot perhatian publik karena menunjukkan hubungan langsung antara kejahatan lingkungan dan bencana kemanusiaan. Praktik pembalakan liar serta pengelolaan kayu yang melanggar aturan merusak daerah tangkapan air dan memicu banjir serta longsor mematikan.

Sejumlah pengamat menilai perkara ini sebagai ujian serius penegakan hukum lingkungan hidup di Indonesia, khususnya dalam menjerat korporasi. Rekomendasi Kejagung pun membuka fase penting pengusutan kasus kayu gelondongan di Sumatera. Publik kini menanti langkah tegas Polri untuk membawa perkara ini ke pengadilan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo IPMKU Jakarta menentang praktik tambang ilegal Konawe Utara

    Aksi Jilid II IPMKU Jakarta Bongkar Dugaan Tambang Ilegal PT KES, Ricuh di Kantor Perusahaan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — IPMKU Jakarta menggelar aksi menolak tambang ilegal Konawe Utara, Rabu (14/1/2026). Massa bergerak ke tiga lokasi: Kejaksaan Agung RI, Kementerian ESDM RI, dan kantor PT Kembar Emas Sultra (PT KES). Tekanan Publik untuk Penegakan Hukum Tambang Ilegal Konawe Utara Aksi ini menegaskan konsistensi publik menekan aparat hukum dan pemerintah pusat. Selain itu, […]

  • negara dengan bahasa terbanyak di dunia Papua Nugini dan Indonesia

    Negara dengan Bahasa Terbanyak di Dunia: Indonesia Kedua

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 625
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah bahasa terbesar kedua di dunia. Negara kepulauan ini memiliki 721 bahasa yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Nusantara dan digunakan oleh ratusan kelompok etnis dengan latar budaya yang beragam. Di posisi teratas, Papua Nugini memimpin daftar negara dengan bahasa terbanyak di dunia dengan 841 bahasa. […]

  • Prabowo bermalam di IKN Kalimantan Timur

    Prabowo Bermalam di IKN, Tinjau Pembangunan Ibu Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Prabowo bermalam di IKN Kalimantan Timur pada Senin malam sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di wilayah Kalimantan. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Ibu Kota Nusantara setelah menyelesaikan agenda di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, serta Balikpapan, Kalimantan Timur. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden bertolak dari Balikpapan menuju IKN […]

  • Gerai perhiasan Pandora di Eropa di tengah penurunan saham Pandora akibat tekanan harga perak

    Saham Raksasa Perhiasan Tiba-Tiba Ambruk, Laba Bakal Jeblok 60%

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Saham Pandora ambruk hampir 7 persen dalam satu hari perdagangan, menandai tekanan serius pada industri perhiasan global. Kejatuhan saham produsen perhiasan asal Denmark ini mencerminkan memburuknya sentimen pasar saham global di tengah inflasi dan ketidakpastian ekonomi, sebagaimana juga terlihat pada dinamika pasar saham internasional dalam laporan sebelumnya di kanal ekonomi Pikiran Jakarta. […]

  • Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah BWF Junior 2026

    Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah BWF Junior 2026

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – BWF Junior 2026 batal digelar di Indonesia setelah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengembalikan hak tuan rumah kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).  Rencana awal menempatkan Kejuaraan Dunia Junior 2026 di Solo, Jawa Tengah, pada 12–18 Oktober. Namun, hasil evaluasi internal mendorong PBSI menilai kondisi saat ini belum memungkinkan untuk melanjutkan […]

  • Motor Listrik MBG yang menjadi bagian proyek pengadaan program Makan Bergizi Gratis senilai Rp1 triliun.

    Motor Listrik MBG Tak Disita, Ini Alasan Kejagung

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 249
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelaskan alasan tidak menyita 21.801 unit motor listrik dalam proyek program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masuk dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Syarief, mengatakan motor listrik itu sudah tersebar ke berbagai daerah. Karena itu, penyidik tidak menarik seluruh kendaraan […]

expand_less