Evakuasi ATR 42 Pangkep Libatkan H225M dan Boeing TNI AU
- account_circle adrian moita
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- visibility 139
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan helikopter H225M Caracal dan pesawat Boeing
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) – Evakuasi ATR 42 Pangkep terus berlangsung di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara mengerahkan helikopter H225M Caracal dan pesawat Boeing guna mempercepat pencarian korban serta pengangkutan puing pesawat.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, I Nyoman Suadnyana, menyatakan komando segera mengirim unsur udara setelah menerima laporan kecelakaan. Medan pegunungan yang terjal, perubahan cuaca yang cepat, serta jalur darat yang terbatas membuat tim memprioritaskan dukungan udara.
Helikopter H225M Caracal mengangkut prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat bersama personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menuju titik jatuhnya pesawat. Kru membawa perlengkapan SAR, peralatan medis, dan logistik dasar untuk menunjang operasi.
Sementara itu, TNI AU menyiagakan pesawat Boeing untuk mengangkut tambahan personel dan peralatan dari pangkalan menuju wilayah operasi. Awak pesawat mengatur rotasi tim secara berkala agar seluruh personel tetap dalam kondisi prima.
Dalam pelaksanaan Evakuasi ATR 42 Pangkep, komando operasi memanfaatkan pemetaan udara untuk menentukan titik puing dan jalur evakuasi paling aman. Tim udara mengirim koordinat secara langsung kepada personel darat sehingga mereka dapat bergerak cepat dan terarah.
Selain itu, TNI AU memperkuat koordinasi dengan Basarnas, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta relawan setempat. Setiap unsur berbagi informasi secara rutin dan menyesuaikan strategi sesuai perkembangan lapangan.
Gunung Bulusaraung memiliki lereng berbatu dan hutan lebat. Tim gabungan memadukan strategi udara dan darat untuk menjangkau lokasi secara maksimal. Pendekatan ini memperluas area pencarian sekaligus mengurangi risiko di medan sulit.
Melalui Evakuasi ATR 42 Pangkep, TNI AU menunjukkan komitmen dalam mendukung misi kemanusiaan dan mempercepat respons terhadap kecelakaan udara. Komando operasi terus mengawal proses pencarian, identifikasi korban, serta pengangkutan puing hingga seluruh tahapan selesai.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar