USS Gerald Ford Dikerahkan ke Timur Tengah
- account_circle adrian moita
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- visibility 146
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat adrian/duasatunews.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOSKOW, (duasatunews.com) – USS Gerald Ford dikerahkan ke Timur Tengah bersama kapal-kapal pengiringnya. Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah ini setelah menilai situasi keamanan kawasan semakin sensitif dan membutuhkan peningkatan kewaspadaan militer.
Pengerahan tersebut menjadi bagian dari strategi Washington untuk menjaga stabilitas regional. Selain itu, Amerika Serikat ingin memastikan kepentingan militernya tetap terlindungi di jalur strategis Timur Tengah yang kerap dilanda konflik.
Perintah Pentagon dan Laporan Media AS
Surat kabar The New York Times melaporkan bahwa pemerintah AS memerintahkan Angkatan Laut AS memindahkan USS Gerald Ford dari wilayah Laut Karibia. Para pejabat militer menyampaikan keputusan tersebut kepada awak kapal pada Kamis seiring perubahan rencana penugasan armada.
Sebelumnya, The Wall Street Journal juga melaporkan langkah lanjutan dari Pentagon. Pentagon menginstruksikan satu kelompok tempur kapal induk tambahan agar bersiap menuju Timur Tengah. Namun, laporan itu belum mengungkap kapal induk mana yang akan menyusul pengerahan armada tersebut.
Bergabung dengan USS Abraham Lincoln di Teluk Persia
Pentagon selanjutnya mengarahkan kapal induk ini untuk bergabung dengan kelompok tempur USS Abraham Lincoln. Armada tersebut saat ini beroperasi di Teluk Persia sebagai bagian dari kehadiran militer AS di kawasan.
Melalui langkah ini, Amerika Serikat meningkatkan daya gentar militernya. Washington juga memperkuat pengawasan di wilayah yang memiliki arti penting bagi perdagangan energi dan stabilitas keamanan global.
Riwayat Operasi dan Perpanjangan Penugasan
Media Amerika Serikat mencatat aktivitas jet tempur dari USS Gerald Ford pada awal Januari. Jet-jet tersebut terlibat dalam operasi militer di Caracas. Operasi itu berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan memicu sorotan internasional.
Sebelum menerima perintah baru, Angkatan Laut AS telah memperpanjang masa tugas kelompok tempur kapal induk ini satu kali. Para pelaut sebelumnya memperkirakan mereka akan kembali ke Amerika Serikat pada awal Maret. Namun, perkembangan situasi global mendorong perubahan jadwal tersebut.
Sikap Gedung Putih terhadap Iran
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan meningkatkan tekanan terhadap Iran jika Teheran gagal mencapai kesepakatan. Ia menegaskan pemerintahannya siap memasuki “fase dua” dengan langkah yang lebih keras.
Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan kehadiran militernya di Timur Tengah dalam waktu dekat.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: ANTARA /duasatunews.com
