Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Aksi Demonstrasi Mahasiswa Soroti Dugaan Kriminalisasi Dosen

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Soroti Dugaan Kriminalisasi Dosen

  • account_circle Arin 2024
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 1.007
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) – 29 Desember  Aksi demonstrasi mahasiswa berlangsung di Jakarta pada Senin (29/12). Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan turun ke jalan untuk menolak dugaan kriminalisasi dalam proses penegakan hukum terhadap seorang dosen bernama Budiman.

Dalam aksi tersebut, massa mendatangi Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Melalui aksi demonstrasi mahasiswa itu, mereka menyampaikan kritik langsung terhadap kinerja aparat penegak hukum sejak tahap awal penanganan perkara.

Demonstrasi Digelar di Dua Lembaga Penegak Hukum

Aliansi menegaskan tuduhan pencabulan terhadap anak perempuan berusia 10 tahun tidak memiliki dasar fakta hukum yang kuat. Selain itu, Aliansi menemukan banyak kejanggalan dalam kronologi perkara sejak awal.

Aliansi menjelaskan bahwa peristiwa yang menjadi dasar laporan terjadi di ruang publik dan melibatkan banyak saksi. Namun, peristiwa tersebut tidak menunjukkan unsur kekerasan, paksaan, ataupun niat jahat.

Aliansi Soroti Perlakuan Tidak Adil terhadap Dosen

Ketua Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan, Adrian Moita, menyampaikan bahwa Budiman mengalami perlakuan tidak adil. Ia menyebut Budiman menerima kekerasan fisik, intimidasi, serta tekanan psikologis sebelum dan selama proses hukum berjalan.

Adrian menilai aparat gagal memberikan perlindungan hukum kepada warga negara. Karena itu, aksi demonstrasi mahasiswa ini muncul sebagai bentuk protes terbuka terhadap praktik penegakan hukum yang bermasalah.

“Kami memandang kasus ini sebagai bentuk kriminalisasi terhadap tenaga pendidik. Aparat melontarkan tuduhan serius tanpa proses hukum yang adil dan transparan,” ujar Adrian.

Kejanggalan Proses Hukum Disampaikan Massa Aksi

Dalam rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa, Aliansi memaparkan berbagai kejanggalan selama proses hukum. Mereka menyoroti ketertutupan alat bukti penting serta ketiadaan hasil visum dalam persidangan.

Selain itu, Aliansi menemukan perbedaan keterangan saksi tanpa klarifikasi memadai dari penyidik. Bahkan, penyidik tidak menghadiri sejumlah agenda persidangan. Akibatnya, proses hukum berjalan tanpa pengawasan yang optimal.

Aliansi juga menilai aparat memperlakukan saksi pelapor dan saksi terdakwa secara tidak setara. Menurut mereka, kondisi tersebut merusak prinsip keadilan dan kesetaraan hukum.

Tuntutan Mahasiswa dan Rakyat

Melalui aksi ini, Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak aparat melakukan pemeriksaan dan audit etik secara menyeluruh terhadap pihak yang terlibat.

Selain itu, Aliansi menuntut pembukaan seluruh alat bukti dan dokumen perkara secara transparan. Mereka juga meminta aparat mengusut tuntas dugaan intervensi dan konflik kepentingan.

Terakhir, Aliansi mendesak aparat menghentikan segala bentuk kriminalisasi dan intimidasi terhadap warga negara. Mereka menuntut pemulihan hak, martabat, dan keadilan bagi Budiman beserta keluarganya.

Pada akhir aksi, Aliansi menegaskan mahasiswa dan rakyat akan terus mengawal kasus ini.
“Jika ketidakadilan dibiarkan, maka siapa pun dapat menjadi korban berikutnya,” tutup Adrian.

Rekomendasi Untuk Anda

  • TikTok PHK Massal Tokopedia

    TikTok PHK Massal Tokopedia, DPR Minta Hak Pekerja Dipenuhi

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – TikTok PHK Massal Tokopedia memicu perhatian publik setelah perusahaan memangkas mayoritas karyawan Tokopedia dalam program penyesuaian organisasi. DPR RI langsung meminta Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bergerak cepat untuk melindungi pekerja dan mengurangi dampaknya terhadap ekosistem digital nasional. Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, meminta Satgas Mitigasi PHK segera […]

  • Evaluasi Pegawai DJP Jadi Fokus Kementerian Keuangan

    Evaluasi Pegawai DJP Jadi Fokus Kementerian Keuangan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Evaluasi pegawai DJP menjadi fokus Kementerian Keuangan menyusul pengusutan dugaan pelanggaran di lingkungan perpajakan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menilai keterlibatan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan menyiapkan langkah tegas sesuai tingkat pelanggaran.(Baca juga laporan ekonomi lainnya di kanal Ekonomi: https://duasatunews.com/category/ekonomi) “Nanti kami evaluasi. Pegawai pajak bisa kami rotasi. […]

  • JAM Indonesia Ruksamin desak Polri segera menahan tersangka

    Eks Bupati Konawe Utara Jadi Tersangka, JAM Indonesia Desak Penahanan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) —  Puluhan massa yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Mahasiswa Indonesia (JAM Indonesia) menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jumat, 14 Agustus 2026. Mereka mendesak Polri segera menahan mantan Bupati Konawe Utara, Ruksamin, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian dan perusakan alat berat milik seorang […]

  • Bareskrim Bongkar 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Aset Rp 96,7 Miliar Disita

    Bareskrim Bongkar 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Aset Rp 96,7 Miliar Disita

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 541
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Judi online terus menimbulkan dampak serius bagi ketertiban sosial dan ekonomi publik. Praktik ini tidak hanya menguras keuangan rumah tangga, tetapi juga memicu kejahatan lanjutan dan pencucian uang. Karena itu, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri membongkar jaringan 21 situs judi online yang beroperasi dengan kedok perusahaan fiktif. Dari pengungkapan tersebut, polisi […]

  • DKPP KPU Konawe Utara sidang pelanggaran dana hibah

    Terbukti Terima Uang 5 Komisioner KPU Konut Disanksi DKPP

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Kendari (duasatunews.com) – DKPP KPU Konawe Utara menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada lima komisioner karena menerima uang dari dana hibah Pilkada 2024 yang terkait kasus korupsi. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu membacakan putusan perkara nomor 1-PKE-DKPP/I/2026 dalam sidang di ruang DKPP, Senin (6/4). Ketua KPU Konawe Utara Abdul Makmur bersama Edison Peokodoh, Eka Dwiyastuti Liambo, Naim, […]

  • BP3MI Sultra Pastikan PMI Asal Konawe Aman di Oman

    BP3MI Sultra Pastikan PMI Asal Konawe Aman di Oman

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 547
    • 0Komentar

    Kendari, (duasatunews.com) – PMI Konawe di Oman kini berada dalam kondisi aman setelah meninggalkan rumah majikan. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sulawesi Tenggara menerima informasi terbaru mengenai keberadaan korban dan langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar, menyatakan korban saat ini tinggal sementara di rumah PMI lain di Oman. Ia memastikan […]

expand_less