Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Aksi Demonstrasi Mahasiswa Soroti Dugaan Kriminalisasi Dosen

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Soroti Dugaan Kriminalisasi Dosen

  • account_circle Arin 2024
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 646
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) – 29 Desember  Aksi demonstrasi mahasiswa berlangsung di Jakarta pada Senin (29/12). Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan turun ke jalan untuk menolak dugaan kriminalisasi dalam proses penegakan hukum terhadap seorang dosen bernama Budiman.

Dalam aksi tersebut, massa mendatangi Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Melalui aksi demonstrasi mahasiswa itu, mereka menyampaikan kritik langsung terhadap kinerja aparat penegak hukum sejak tahap awal penanganan perkara.

Demonstrasi Digelar di Dua Lembaga Penegak Hukum

Aliansi menegaskan tuduhan pencabulan terhadap anak perempuan berusia 10 tahun tidak memiliki dasar fakta hukum yang kuat. Selain itu, Aliansi menemukan banyak kejanggalan dalam kronologi perkara sejak awal.

Aliansi menjelaskan bahwa peristiwa yang menjadi dasar laporan terjadi di ruang publik dan melibatkan banyak saksi. Namun, peristiwa tersebut tidak menunjukkan unsur kekerasan, paksaan, ataupun niat jahat.

Aliansi Soroti Perlakuan Tidak Adil terhadap Dosen

Ketua Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan, Adrian Moita, menyampaikan bahwa Budiman mengalami perlakuan tidak adil. Ia menyebut Budiman menerima kekerasan fisik, intimidasi, serta tekanan psikologis sebelum dan selama proses hukum berjalan.

Adrian menilai aparat gagal memberikan perlindungan hukum kepada warga negara. Karena itu, aksi demonstrasi mahasiswa ini muncul sebagai bentuk protes terbuka terhadap praktik penegakan hukum yang bermasalah.

“Kami memandang kasus ini sebagai bentuk kriminalisasi terhadap tenaga pendidik. Aparat melontarkan tuduhan serius tanpa proses hukum yang adil dan transparan,” ujar Adrian.

Kejanggalan Proses Hukum Disampaikan Massa Aksi

Dalam rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa, Aliansi memaparkan berbagai kejanggalan selama proses hukum. Mereka menyoroti ketertutupan alat bukti penting serta ketiadaan hasil visum dalam persidangan.

Selain itu, Aliansi menemukan perbedaan keterangan saksi tanpa klarifikasi memadai dari penyidik. Bahkan, penyidik tidak menghadiri sejumlah agenda persidangan. Akibatnya, proses hukum berjalan tanpa pengawasan yang optimal.

Aliansi juga menilai aparat memperlakukan saksi pelapor dan saksi terdakwa secara tidak setara. Menurut mereka, kondisi tersebut merusak prinsip keadilan dan kesetaraan hukum.

Tuntutan Mahasiswa dan Rakyat

Melalui aksi ini, Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak aparat melakukan pemeriksaan dan audit etik secara menyeluruh terhadap pihak yang terlibat.

Selain itu, Aliansi menuntut pembukaan seluruh alat bukti dan dokumen perkara secara transparan. Mereka juga meminta aparat mengusut tuntas dugaan intervensi dan konflik kepentingan.

Terakhir, Aliansi mendesak aparat menghentikan segala bentuk kriminalisasi dan intimidasi terhadap warga negara. Mereka menuntut pemulihan hak, martabat, dan keadilan bagi Budiman beserta keluarganya.

Pada akhir aksi, Aliansi menegaskan mahasiswa dan rakyat akan terus mengawal kasus ini.
“Jika ketidakadilan dibiarkan, maka siapa pun dapat menjadi korban berikutnya,” tutup Adrian.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo ke Amerika Serikat dilepas Wakil Presiden Gibran di Lanud Halim Perdanakusuma

    Prabowo ke Amerika Serikat Dilepas Wapres di Lanud Halim

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 117
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Prabowo ke Amerika Serikat menarik perhatian publik karena menyangkut arah perundingan ekonomi strategis Indonesia–Amerika Serikat serta peran Indonesia dalam agenda perdamaian internasional. Lawatan ini dinilai penting bagi kepentingan industri nasional dan posisi diplomasi Indonesia di tingkat global. Prabowo ke Amerika Serikat Dilepas Wapres di Lanud Halim Presiden Prabowo Subianto berangkat ke Washington […]

  • AS beri dukungan intelijen pada operasi militer Meksiko basmi kartel CJNG

    Dukungan Intelijen AS Meksiko dalam Operasi Keamanan Regional

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Washington, (duasatunews.com) – Amerika Serikat memastikan telah memberikan dukungan intelijen AS Meksiko dalam operasi militer besar yang menewaskan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, pada Minggu (22/2). Operasi tersebut berlangsung di Tapalpa, Jalisco. Pada saat yang sama, aparat keamanan kedua negara melakukan koordinasi intensif selama pelaksanaan operasi. Pernyataan Gedung […]

  • Kondisi lapangan STQ Unaaha Konawe diduga tidak sesuai anggaran revitalisasi

    Proyek Rehabilitasi Bangunan STQ Unaaha Kabupaten Konawe Tak Nampak, Kejati Sultra Dan Polda Sultra Diminta periksa Pemegang Proyek.

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 161
    • 0Komentar

    KONAWE, Duasatunews.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe menganggarkan Rp2,82 miliar untuk Revitalisasi Kawasan STQ Unaaha melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025. Pemda Konawe mengklaim anggaran tersebut untuk memperbaiki fasilitas fisik di kawasan Lapangan STQ Unaaha. Selama ini, masyarakat menggunakan kawasan tersebut untuk kegiatan keagamaan dan aktivitas publik, seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an […]

  • Sidang kasus suap vonis lepas CPO di Pengadilan Tipikor Jakarta

    Eks Ketua PN Jaksel: Kalau Tahu Suap Rp60 Miliar, Saya Pasti Tagih

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 202
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Ketidakjelasan alur uang suap dalam perkara vonis lepas crude palm oil (CPO) kembali memicu pertanyaan publik soal pengawasan internal peradilan. Mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Muhammad Arif Nuryanta mengaku tidak mengetahui besaran uang yang diterima panitera pengadilan, meski perkara tersebut berakhir dengan putusan lepas bagi tiga korporasi besar. Pengakuan itu menempatkan […]

  • penjualan ban ilegal Morosi dari kawasan berikat Konawe Sulawesi Tenggara

    PPI Ungkap Dugaan Peran PT SAS Grup, Oknum Polisi, dan Bea Cukai Kendari dalam Penjualan Ban Ilegal Morosi

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 142
    • 0Komentar

    KONAWE, (Duasatunews.com) — Seiring berjalannya penelusuran, dugaan pelanggaran aktivitas di Kawasan Berikat Morosi kembali mengemuka. Dalam konteks itu, Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) mengungkap dugaan peran PT Selaras Agung Sejahtera (SAS Grup) sebagai perantara penjualan ban bekas ilegal yang keluar dari kawasan berikat. Lebih lanjut, PPI menilai praktik tersebut melibatkan oknum anggota kepolisian dan oknum pejabat Bea […]

  • Aksi protes menolak kriminalisasi konten digital

    Kriminalisasi Konten Digital Kembali Berujung Penjara

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 179
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kriminalisasi konten digital kembali menjadi sorotan publik setelah aparat memproses warga karena unggahan di media sosial. Praktik kriminalisasi konten digital ini memicu kekhawatiran luas terhadap perlindungan kebebasan berekspresi di Indonesia (20/01/2026). Ruang digital seharusnya menjadi tempat warga bertukar gagasan dan menyampaikan kritik. Namun, aparat kerap menggunakan pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi […]

expand_less