Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Aksi Demonstrasi Mahasiswa Soroti Dugaan Kriminalisasi Dosen

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Soroti Dugaan Kriminalisasi Dosen

  • account_circle Arin 2024
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 1.083
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) – 29 Desember  Aksi demonstrasi mahasiswa berlangsung di Jakarta pada Senin (29/12). Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan turun ke jalan untuk menolak dugaan kriminalisasi dalam proses penegakan hukum terhadap seorang dosen bernama Budiman.

Dalam aksi tersebut, massa mendatangi Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Melalui aksi demonstrasi mahasiswa itu, mereka menyampaikan kritik langsung terhadap kinerja aparat penegak hukum sejak tahap awal penanganan perkara.

Demonstrasi Digelar di Dua Lembaga Penegak Hukum

Aliansi menegaskan tuduhan pencabulan terhadap anak perempuan berusia 10 tahun tidak memiliki dasar fakta hukum yang kuat. Selain itu, Aliansi menemukan banyak kejanggalan dalam kronologi perkara sejak awal.

Aliansi menjelaskan bahwa peristiwa yang menjadi dasar laporan terjadi di ruang publik dan melibatkan banyak saksi. Namun, peristiwa tersebut tidak menunjukkan unsur kekerasan, paksaan, ataupun niat jahat.

Aliansi Soroti Perlakuan Tidak Adil terhadap Dosen

Ketua Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan, Adrian Moita, menyampaikan bahwa Budiman mengalami perlakuan tidak adil. Ia menyebut Budiman menerima kekerasan fisik, intimidasi, serta tekanan psikologis sebelum dan selama proses hukum berjalan.

Adrian menilai aparat gagal memberikan perlindungan hukum kepada warga negara. Karena itu, aksi demonstrasi mahasiswa ini muncul sebagai bentuk protes terbuka terhadap praktik penegakan hukum yang bermasalah.

“Kami memandang kasus ini sebagai bentuk kriminalisasi terhadap tenaga pendidik. Aparat melontarkan tuduhan serius tanpa proses hukum yang adil dan transparan,” ujar Adrian.

Kejanggalan Proses Hukum Disampaikan Massa Aksi

Dalam rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa, Aliansi memaparkan berbagai kejanggalan selama proses hukum. Mereka menyoroti ketertutupan alat bukti penting serta ketiadaan hasil visum dalam persidangan.

Selain itu, Aliansi menemukan perbedaan keterangan saksi tanpa klarifikasi memadai dari penyidik. Bahkan, penyidik tidak menghadiri sejumlah agenda persidangan. Akibatnya, proses hukum berjalan tanpa pengawasan yang optimal.

Aliansi juga menilai aparat memperlakukan saksi pelapor dan saksi terdakwa secara tidak setara. Menurut mereka, kondisi tersebut merusak prinsip keadilan dan kesetaraan hukum.

Tuntutan Mahasiswa dan Rakyat

Melalui aksi ini, Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Keadilan menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak aparat melakukan pemeriksaan dan audit etik secara menyeluruh terhadap pihak yang terlibat.

Selain itu, Aliansi menuntut pembukaan seluruh alat bukti dan dokumen perkara secara transparan. Mereka juga meminta aparat mengusut tuntas dugaan intervensi dan konflik kepentingan.

Terakhir, Aliansi mendesak aparat menghentikan segala bentuk kriminalisasi dan intimidasi terhadap warga negara. Mereka menuntut pemulihan hak, martabat, dan keadilan bagi Budiman beserta keluarganya.

Pada akhir aksi, Aliansi menegaskan mahasiswa dan rakyat akan terus mengawal kasus ini.
“Jika ketidakadilan dibiarkan, maka siapa pun dapat menjadi korban berikutnya,” tutup Adrian.

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUU Perampasan Aset Dibahas DPR, Opsi Tanpa Putusan

    RUU Perampasan Aset Dibahas DPR, Opsi Tanpa Putusan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 638
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — RUU Perampasan Aset kembali menjadi fokus pembahasan di parlemen. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, melalui Badan Keahlian DPR RI, membahas rancangan undang-undang ini untuk memperkuat pemulihan aset negara dari tindak pidana. DPR menilai regulasi tersebut penting untuk memberi kepastian hukum. RUU Perampasan Aset Buka Opsi Tanpa Putusan Pidana Kepala Badan Keahlian DPR […]

  • Jakarta Kota Sinema kolaborasi Busan di Balai Kota Jakarta

    Jakarta Perkuat Kolaborasi Global, Bidik Status Kota Sinema Dunia Lewat Kerja Sama dengan Busan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 345
    • 2Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat langkah menjadikan ibu kota sebagai kota sinema melalui kerja sama internasional dengan Busan, Korea Selatan. Delegasi Busan Film Commission mengunjungi Balai Kota Jakarta pada 9–10 April 2026. Pertemuan ini memperkuat pengembangan industri perfilman di Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menilai Jakarta memiliki potensi besar di […]

  • tarif impor global Trump diumumkan di Washington DC

    Trump Umumkan Tarif Impor Global Baru Usai MA AS Batalkan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 475
    • 0Komentar

    WASHINGTON DC, (duasatunews.com) — Tarif impor global Trump kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen untuk seluruh negara pada Jumat (20/2). Langkah ini muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif impor sebelumnya yang ia terapkan secara sepihak. Dalam konferensi pers, Trump menyampaikan langsung kebijakan tersebut kepada […]

  • kondisi cuaca saat musim kemarau 2026 Indonesia

    Kemarau 2026 Diprediksi Mulai April, BMKG Jelaskan Perbedaan Pola Musim RI

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 501
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Musim kemarau 2026 Indonesia diperkirakan mulai berlangsung bertahap sejak April, terutama di wilayah selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prediksi tersebut setelah memantau tren penurunan curah hujan di sejumlah wilayah. Wilayah selatan seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diproyeksikan mengakhiri musim hujan pada periode Februari hingga Maret 2026. Setelah […]

  • Wamen HAM Mugiyanto menyerahkan santunan kepada keluarga korban Mei 1998

    Wamen HAM Mugiyanto Serahkan Santunan Korban Mei 1998

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 479
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Wamen HAM Mugiyanto menyerahkan santunan berupa paket sembako kepada keluarga korban peristiwa Mei 1998 di Klender, Jakarta Timur. Penyerahan bantuan berlangsung dalam kegiatan munggahan dan silaturahmi menjelang Ramadan 1447 Hijriah yang dihadiri keluarga korban serta perwakilan pemerintah. Mugiyanto menjelaskan bahwa keluarga penerima bantuan merupakan kerabat korban kebakaran Mal Klender saat kerusuhan 1998. […]

  • Audiensi LP2D ke Kementerian Sosial bahas pendidikan anak pesisir

    LP2D Audiensi ke Kementerian Sosial, Dorong Perhatian bagi Anak Pesisir dan Masyarakat 3T

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1.620
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) melakukan audiensi ke Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk membangun sinergi program pemberdayaan masyarakat. Fokus utama kerja sama ini adalah anak-anak pesisir serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). LP2D menginisiasi audiensi tersebut melalui jadwal resmi dengan Saifullah Yusuf, tanpa melalui undangan formal. Pihak kementerian menugaskan Tenaga Ahli […]

expand_less