Krisis Kemanusiaan Kuba, Trump Buka Peluang Kesepakatan dengan Havana
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
- visibility 154
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden AS Donald Trump
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, dusatunews.com – Krisis kemanusiaan Kuba kembali menarik perhatian internasional setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keyakinannya bahwa Washington dan Havana dapat mencapai kesepakatan untuk memperbaiki kondisi di negara tersebut. Trump menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan pada Minggu.
Trump menilai situasi di Kuba tidak harus berkembang menjadi krisis berkepanjangan apabila kedua pihak membuka ruang dialog. Ia menyebut pemerintah Kuba berpeluang mengajukan pendekatan diplomatik kepada Amerika Serikat guna membangun kesepakatan bersama.
Krisis Kemanusiaan Kuba Jadi Fokus Dialog AS dan Havana
Trump menegaskan bahwa komunikasi tetap menjadi opsi utama dalam hubungan Amerika Serikat dan Kuba. Ia menyampaikan bahwa peluang kesepakatan akan bergantung pada komitmen politik kedua negara untuk mencari solusi konkret atas persoalan yang dihadapi Kuba.
Selain membahas isu diplomatik, Trump juga menyampaikan keinginannya untuk memberi kesempatan kepada warga Amerika Serikat keturunan Kuba agar dapat mengunjungi keluarga mereka di tanah kelahiran. Ia mengatakan banyak diaspora Kuba di Amerika Serikat ingin kembali menjalin hubungan keluarga yang terpisah dalam waktu lama.
Perhatian AS terhadap Diaspora Kuba
Trump menyoroti perlakuan pemerintah Kuba terhadap warga keturunan Kuba yang tinggal di Amerika Serikat. Ia menegaskan pemerintahannya ingin memastikan kelompok tersebut memperoleh perlakuan yang lebih baik. Karena itu, Washington akan mempertimbangkan aspirasi komunitas diaspora Kuba dalam kebijakan selanjutnya.
Kebijakan Tarif dan Tekanan Ekonomi
Pada Kamis (29/1), Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberi kewenangan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk memberlakukan tarif impor terhadap barang-barang dari negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba. Pemerintah AS memasukkan kebijakan tersebut sebagai bagian dari strategi tekanan ekonomi terhadap Havana.
Trump juga menetapkan status keadaan darurat nasional dengan alasan adanya potensi ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat yang ia kaitkan dengan situasi di Kuba. Gedung Putih menyatakan langkah ini bertujuan melindungi kepentingan nasional sekaligus mendorong perubahan kebijakan pemerintah Kuba.
Kondisi Krisis di Kuba
Sementara itu, Kuba menghadapi krisis yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Pemadaman listrik berlangsung lebih dari 12 jam di sejumlah wilayah. Warga juga mengalami kelangkaan pangan, obat-obatan, dan bahan bakar yang menghambat aktivitas harian.
Pemerintah Kuba menyalahkan kondisi tersebut pada sanksi ekonomi Amerika Serikat yang telah berlaku selama lebih dari enam dekade. Kebijakan sanksi itu terus menuai kritik dari berbagai negara dan organisasi internasional yang menilai pembatasan ekonomi memperparah situasi kemanusiaan.
Dengan kondisi tersebut, krisis kemanusiaan Kuba tetap menjadi isu utama dalam dinamika hubungan Amerika Serikat dan Kuba, terutama terkait arah dialog dan kebijakan kedua negara ke depan.
