Kepercayaan Publik Polri Capai 82,4 Persen, GIC Nilai Jadi Modal Stabilitas Nasional
- account_circle Reski
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto:Koordinator Gerakan Indonesia Cerah (GIC) Febri Wahyuni Sabran menilai tingginya kepercayaan publik terhadap Polri berdasarkan Survei Litbang Kompas menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas nasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(duasatunews.com) – Gerakan Indonesia Cerah (GIC) menilai tingginya kepercayaan publik terhadap Polri menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas nasional. Penilaian itu mengacu pada hasil Survei Litbang Kompas.
Survei tersebut menunjukkan 82,4 persen responden mempercayai Polri. Sebanyak 80,6 persen responden juga menilai kinerja Polri terus meningkat.
Koordinator GIC, Febri Wahyuni Sabran, mengatakan capaian itu memperkuat posisi Polri sebagai mitra masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik menjadi fondasi penting bagi keamanan nasional.
“Kepercayaan masyarakat menjadi perekat sosial di tengah dinamika politik yang berkembang,” kata Febri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.
Febri menegaskan Polri harus menjaga kepercayaan itu melalui pelayanan yang profesional. Polri juga perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Ia menyebut reformasi internal Polri mulai menunjukkan hasil. Masyarakat, kata dia, kini merasakan perubahan dalam pelayanan kepolisian.
Kepercayaan Publik Jadi Modal Sosial
Febri menjelaskan kepercayaan masyarakat memperkuat hubungan antara Polri dan warga. Kondisi itu mendorong kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Ia menilai Polri memegang peran penting selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Peran itu mencakup menjaga stabilitas sosial dan mendukung penegakan hukum.
Menurut Febri, legitimasi publik tidak muncul secara instan. Polri membangunnya melalui reformasi yang konsisten dan pelayanan yang semakin baik.
Konsep PRESISI Dinilai Berjalan Efektif
Febri juga menyoroti konsep PRESISI yang dikembangkan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Konsep itu mendorong Polri bekerja lebih prediktif, responsif, dan transparan.
Ia mengatakan konsep tersebut membantu perubahan budaya kerja di lingkungan kepolisian. Polri kini lebih mengutamakan pelayanan dan keadilan bagi masyarakat.
“Capaian Survei Litbang Kompas menunjukkan masyarakat mulai merasakan manfaat reformasi tersebut,” ujar Febri.
GIC berharap Polri terus meningkatkan kualitas pelayanan. Organisasi itu juga mendorong penguatan sinergi antara kepolisian dan masyarakat demi menjaga stabilitas nasional.
- Penulis: Reski
- Editor: Nur Wayda

Saat ini belum ada komentar