China Dukung Iran di Tengah Konflik dengan AS dan Israel
- account_circle adrian moita
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- visibility 156
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi hubungan China dan Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ankara, (duasatunews.com) – China dukung Iran mulai menjadi sorotan di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Laporan media internasional CNN menyebut Beijing kemungkinan mempertimbangkan berbagai bentuk bantuan kepada Teheran.
Menurut laporan tersebut, tiga sumber yang mengetahui perkembangan situasi menyampaikan informasi itu kepada media. Sejauh ini, China memang masih menghindari keterlibatan langsung dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat bersama Israel.
Namun demikian, para pejabat Amerika Serikat mulai memantau sejumlah indikasi yang menunjukkan kemungkinan perubahan sikap Beijing. Karena itu, isu China dukung Iran kini menjadi perhatian serius bagi Washington dan sejumlah negara Barat.
China Dukung Iran dengan Bantuan Finansial dan Komponen Rudal
Menurut laporan tersebut, pemerintah China mempertimbangkan sejumlah bentuk dukungan untuk Iran. Dukungan itu antara lain berupa bantuan finansial, suku cadang pengganti, serta komponen yang berkaitan dengan sistem rudal.
Meski demikian, seorang sumber intelijen mengatakan bahwa pemerintah China tetap berhati-hati dalam mengambil langkah. Pasalnya, konflik yang semakin luas dapat mengancam stabilitas energi negara tersebut.
Selain itu, China selama ini dikenal sebagai pembeli utama minyak mentah Iran. Hubungan ekonomi ini membuat Beijing memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas hubungan dengan Teheran.
Oleh karena itu, pemerintah China juga meminta Iran memastikan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling penting di dunia karena sebagian besar ekspor energi Timur Tengah melewati wilayah tersebut.
Rusia Disebut Berbagi Intelijen dengan Iran
Di sisi lain, laporan yang sama juga menyinggung peran Rusia dalam konflik tersebut. Menurut sumber yang sama, Rusia kemungkinan berbagi citra satelit serta intelijen penargetan dengan Iran.
Informasi tersebut mencakup data mengenai posisi dan pergerakan pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, Central Intelligence Agency memilih tidak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Serangan Drone Iran Tewaskan Tentara AS
Sementara itu, ketegangan di kawasan terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Pekan lalu, serangan drone Iran menewaskan enam tentara Amerika Serikat dan melukai beberapa lainnya di Kuwait.
Selain itu, Iran juga meluncurkan ribuan drone serang serta ratusan rudal ke berbagai target militer dan diplomatik. Serangan tersebut menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat, kedutaan besar, serta sejumlah sasaran sipil di kawasan.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Iran. Bahkan, serangan tersebut menghantam lebih dari 2.000 lokasi militer dan infrastruktur strategis.
Konflik Timur Tengah Memanas di Tengah Isu China Dukung Iran
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran.
Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, serta sejumlah pejabat militer senior.
Namun demikian, Iran segera merespons dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke berbagai target. Serangan itu menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta sejumlah kota di Israel.
Karena itu, konflik di kawasan tersebut terus meningkat dan memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap kemungkinan meluasnya perang di Timur Tengah.
Sumber: Anadolu
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
