Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,29 Persen, Airlangga Sebut Kinerjanya Lampaui Rata-Rata Global
- account_circle Retanto
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan capaian Ekonomi Indonesia 2026 yang tumbuh 5,29 persen pada triwulan II, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi global.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Duasatunews.com) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian global. Pada triwulan II 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen. Angka itu berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan hanya sekitar 3 persen.
Airlangga mengatakan berbagai tantangan global belum mampu menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Konflik geopolitik, perang dagang, dan disrupsi teknologi masih membayangi perekonomian dunia. Namun, Indonesia tetap mencatat pertumbuhan yang solid.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga
Airlangga menjelaskan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 memperpanjang tren positif Indonesia. Selama tujuh tahun berturut-turut, ekonomi nasional mampu tumbuh di atas 5 persen.
Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia tetap kuat. Pemerintah juga terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan ekonomi.
Bali, Nusa Tenggara, dan Jawa Jadi Penggerak
Secara regional, Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi. Kawasan itu tumbuh 6,1 persen. Peningkatan aktivitas pariwisata menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan.
Sementara itu, Pulau Jawa tumbuh 5,65 persen. Wilayah ini menyumbang 56,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Aktivitas industri dan rantai pasok masih menjadi penggerak utama perekonomian di kawasan tersebut.
Industri, Pariwisata, dan Konstruksi Menguat
Sejumlah sektor usaha juga mencatat kinerja positif. Industri pengolahan tumbuh 4,52 persen. Sektor akomodasi, makanan, dan minuman meningkat 10,6 persen. Pemerintah menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut mendorong peningkatan aktivitas sektor tersebut.
Sektor konstruksi juga tumbuh 6,68 persen. Program pembangunan tiga juta rumah menjadi salah satu pendorong utamanya. Selain itu, percepatan investasi dan pembangunan kawasan industri ikut memperkuat sektor konstruksi.
Pemerintah Optimistis Semester II Lebih Baik
Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus berlanjut pada semester kedua 2026. Pemerintah mempercepat belanja modal dan pembangunan berbagai proyek strategis nasional.
Selain itu, pembangunan kawasan industri dan program Koperasi Merah Putih diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi. Pemerintah berharap berbagai program tersebut mampu menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda
