Prabowo Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, BBM Non-Subsidi Berpeluang Turun
- account_circle Retanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada awak media terkait kebijakan harga BBM subsidi yang tetap dipertahankan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Duasatunews.com) – Presiden Prabowo Subianto memutuskan pemerintah tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Keputusan itu bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Presiden menyampaikan arahan tersebut dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto, dan COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengikuti rapat tersebut.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden meminta pemerintah menjaga harga BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan. Pemerintah ingin memberikan kepastian kepada masyarakat di tengah kondisi pasar energi global.
Pemerintah Pertimbangkan Penyesuaian BBM Non-Subsidi
Bahlil menjelaskan pemerintah juga mengevaluasi harga BBM non-subsidi. Evaluasi itu bergantung pada perkembangan Indonesian Crude Price (ICP) dan harga minyak dunia.
Apabila harga minyak terus menurun, pemerintah dapat menyesuaikan harga BBM non-subsidi mengikuti kondisi pasar. Sebaliknya, pemerintah tetap mengutamakan stabilitas harga untuk menjaga perekonomian nasional.
Harga Minyak Dunia Mengalami Penurunan
Harga minyak mentah dunia turun setelah muncul harapan terhadap kelanjutan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran 83 dolar Amerika Serikat per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar 79 dolar Amerika Serikat per barel.
Penurunan harga minyak menjadi salah satu indikator yang terus dipantau pemerintah sebelum mengambil kebijakan lanjutan di sektor energi.
Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi
PT Pertamina (Persero) lebih dahulu menyesuaikan harga sejumlah BBM non-subsidi mulai 1 Agustus 2026. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 turun menjadi Rp16.600 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.300 per liter.
Di sisi lain, Pertamina tetap mempertahankan harga BBM subsidi. Harga Pertalite masih Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Pemerintah Prioritaskan Stabilitas Harga Energi
Pemerintah akan terus memantau pergerakan harga minyak dunia. Evaluasi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional dan kemampuan fiskal negara.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga energi tetap terjaga. Langkah ini sekaligus mendukung daya beli masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis: Retanto
- Editor: Wilda
