Iran Klaim Serangan AS Israel Hantam 14 Pangkalan AS
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 128
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cahaya peluncuran rudal terlihat di langit malam kawasan Timur Tengah. Gambar ini bersifat ilustratif dan digunakan untuk menggambarkan eskalasi militer setelah Iran mengklaim serangan terhadap pangkalan Amerika Serikat dan target Israel.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEHRAN, (dusatunews.com) – Iran klaim serangan AS Israel menghantam 14 pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pada Sabtu (28/2). Otoritas militer Iran menyampaikan klaim itu saat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel terus meningkat.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters menyebut pasukan Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat yang memiliki peran strategis di kawasan. Ia juga mengatakan pasukan Iran menargetkan pusat keamanan dan fasilitas militer Israel.
“Selain pusat keamanan dan militer vital rezim Zionis, kami menyerang 14 pangkalan penting Amerika Serikat di kawasan,” ujar juru bicara tersebut. Ia mengklaim serangan itu menimbulkan korban di pihak Amerika Serikat dan Israel. Hingga kini, klaim jumlah korban hanya berasal dari pihak Iran.
Kantor berita Tasnim News Agency mengutip sumber yang mengetahui operasi militer Iran dan memuat pernyataan tersebut. Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat dan Israel belum menyampaikan tanggapan resmi atas klaim Iran.
Sebelumnya pada hari yang sama, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Media Iran menyebut serangan tersebut menyasar beberapa wilayah, termasuk Teheran. Media setempat juga melaporkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil akibat serangan itu.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Iran klaim serangan AS Israel tersebut sebagai respons langsung atas serangan awal yang, menurut Teheran, melanggar kedaulatan negaranya.
Aksi saling serang ini meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Negara-negara kawasan menaikkan kewaspadaan karena konflik berpotensi meluas. Komunitas internasional juga memantau situasi dengan ketat.
Sejumlah pengamat menilai eskalasi ini dapat memengaruhi stabilitas keamanan regional dan jalur perdagangan global. Hingga saat ini, situasi di Timur Tengah terus berkembang, sementara dunia menunggu langkah lanjutan dari Washington dan Tel Aviv.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM
