Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » En Jamnus Desak Aparat Telusuri Dugaan Jaringan Bisnis Johnson Yaptonaga dan Listyo Sigit

En Jamnus Desak Aparat Telusuri Dugaan Jaringan Bisnis Johnson Yaptonaga dan Listyo Sigit

  • account_circle Redaksi 1
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (DUASATUNEWS.COM) — Pengusutan perkara dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh bangsa yang menyeret nama Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka dinilai perlu ditelusuri lebih jauh. Tidak hanya berhenti pada pihak yang diduga terlibat langsung, aparat penegak hukum juga perlu mengidentifikasi kemungkinan adanya jaringan pendukung, relasi bisnis, hingga aliran logistik yang berkaitan dengan kepentingan di balik perkara tersebut.

Salah satu nama yang diminta untuk ditelusuri adalah pengusaha muda Johnson Yaptonaga. Namanya menjadi sorotan menyusul sejumlah informasi yang menyebut adanya kedekatan dengan Listyo Sigit Prabowo selama menjabat sebagai Kapolri.

Dalam informasi yang berkembang, Eksekutif Nasional Jaringan Mahasiswa Nusantara, Ahmad Iswanto menyebut Johnson diduga memiliki peran sebagai penyokong logistik bagi sejumlah agenda Listyo Sigit. Dugaan tersebut turut dikaitkan dengan kehadiran Listyo Sigit dalam berbagai kegiatan yang diinisiasi Johnson. Namun, bentuk hubungan, sumber pembiayaan, serta kepentingan di balik relasi tersebut masih memerlukan pembuktian.

“Persoalan ini tidak bisa dipandang sebatas hubungan pertemanan atau kedekatan personal. Apabila terdapat dukungan finansial, fasilitas, maupun pembiayaan agenda nonkedinasan kepada pejabat publik, maka transparansi sumber dana dan potensi konflik kepentingan menjadi aspek yang patut diperiksa pihak kepolisian”, ujar Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/11/2026).

Sorotan juga mengarah pada sejumlah perusahaan pertambangan diwilayah Kalimantan dan Sulawesi yang dikelola Johnson. Muncul dugaan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut memiliki keterkaitan kepemilikan manfaat dengan Listyo Sigit Prabowo. Dugaan ini perlu diuji melalui penelusuran struktur kepemilikan saham, pemilik manfaat sebenarnya (beneficial ownership), sumber permodalan, serta transaksi keuangan perusahaan.

Selain itu, informasi mengenai dugaan komunikasi Johnson terkait pengamanan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Kalimantan dan Sulawesi juga perlu mendapat perhatian aparat. Jika ditemukan bukti komunikasi atau koordinasi yang berkaitan dengan perlindungan aktivitas tambang ilegal, persoalan tersebut harus ditelusuri secara hukum, termasuk kemungkinan adanya penyalahgunaan pengaruh dan kewenangan.

“Yang perlu dijawab bukan sekadar siapa yang dekat dengan siapa, melainkan apakah kedekatan tersebut pernah berubah menjadi hubungan kepentingan yang melibatkan uang, kekuasaan, dan perlindungan bisnis, nah Dugaan kami Saudara Johnson mendapatkan itu”, ujarnya.

Menurutnya, dalam konteks perkara dugaan penyadapan, pemeriksaan terhadap Johnson perlu dipertimbangkan relevansi hubungan komunikasi, pembiayaan, atau dukungan material dengan rangkaian peristiwa yang sedang diusut.

Aparat penegak hukum juga perlu memastikan apakah terdapat hubungan antara agenda pribadi, kepentingan politik, dan jaringan bisnis yang mungkin memperoleh keuntungan dari kedekatan dengan kekuasaan.

“Penelusuran tersebut penting untuk memastikan proses hukum berjalan menyeluruh, termasuk melalui pemeriksaan saksi, analisis transaksi keuangan, penelusuran kepemilikan perusahaan, serta pemeriksaan bukti komunikasi elektronik sesuai ketentuan hukum”, Pungkasnya

Publik berhak mengetahui apakah relasi antara pengusaha dan pejabat tinggi negara berlangsung secara wajar dan transparan atau justru menyimpan potensi konflik kepentingan yang perlu dipertanggungjawabkan. Hingga terdapat bukti yang cukup, dugaan keterlibatan maupun hubungan kepemilikan tersebut tidak dapat dianggap sebagai fakta hukum.

Namun, satu hal yang tidak boleh diabaikan pengusutan perkara besar tidak semestinya hanya berhenti pada aktor yang terlihat di permukaan. Jika terdapat indikasi jaringan pendukung, aliran dana, atau pihak yang memperoleh keuntungan, seluruhnya harus ditelusuri berdasarkan alat bukti

“Sebab, dalam penegakan hukum, yang harus diungkap bukan hanya siapa yang menjalankan suatu agenda, tetapi juga siapa yang membiayai, memfasilitasi, dan mungkin memperoleh keuntungan dari agenda tersebut” Tutup Ahmad

  • Penulis: Redaksi 1

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMPH Beber Dugaan Penyimpangan PT VDM di Konsel, Kejagung Diminta Turun Tangan

    IMPH Beber Dugaan Penyimpangan PT VDM di Konsel, Kejagung Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) meminta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) menolak penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Visi Debtindo Mineral (VDM) untuk tahun 2026. Organisasi tersebut menyampaikan desakan itu setelah menyoroti kuota RKAB PT VDM pada 2023 yang mencapai 600.000 metrik ton (MT). IMPH menegaskan kuota RKAB […]

  • Aduan Masyarakat Kompolnas Dibuka Kapolri untuk Perbaikan Polri

    Kapolri : Aduan Masyarakat Kompolnas Jadi Bahan Perbaikan Polri

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Aduan masyarakat Kompolnas menjadi fokus utama dalam upaya pembenahan institusi kepolisian. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk menampung seluruh laporan dan saran dari publik sebagai dasar evaluasi. Ia menyampaikan hal tersebut usai meresmikan kantor baru Komisi Kepolisian Nasional di Graha Sentana, Jakarta Selatan. Menurutnya, setiap pelanggaran harus menjadi bahan perbaikan berkelanjutan. […]

  • AS Dikabarkan Minati Greenland, Gedung Putih Tegaskan Hormati Kedaulatan Washington

    AS Dikabarkan Minati Greenland, Gedung Putih Tegaskan Hormati Kedaulatan Washington

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland kembali menjadi perhatian internasional setelah sejumlah media global menyoroti pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pemerintah Amerika Serikat menegaskan isu tersebut masih berada dalam ranah diplomasi dan belum berubah menjadi kebijakan resmi negara. Donald Trump sebelumnya menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya Greenland bagi kepentingan strategis dan ekonomi Amerika […]

  • pembelajaran sekolah terdampak bencana di Indonesia

    Kemendikdasmen Terbitkan Kebijakan Pembelajaran bagi Sekolah Terdampak Bencana

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 528
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Bencana alam kerap mengganggu proses belajar ribuan siswa di berbagai daerah. Sekolah rusak, akses terputus, dan kondisi psikologis anak terdampak. Dalam situasi ini, negara wajib memastikan hak pendidikan tetap berjalan secara aman. Tanpa kebijakan yang jelas, penanganan pendidikan saat bencana sering bergantung pada inisiatif daerah. Akibatnya, layanan belajar tidak merata dan rawan terhenti. […]

  • Indonesia Wakil Ketua GPPAD dalam forum pengentasan kemiskinan global di Beijing China

    Indonesia Dipercaya Jadi Wakil Ketua Aliansi Global Pengentasan Kemiskinan Bentukan China

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 250
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Indonesia resmi menjadi Wakil Ketua Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan atau Global Partnership for Poverty Alleviation and Development (GPPAD). China menggagas forum internasional tersebut untuk memperkuat kerja sama pengentasan kemiskinan dunia. Penetapan itu berlangsung dalam rapat perdana komite GPPAD di Beijing, Rabu. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia […]

  • Wisuda Pemuda 21 bersama LP2D di Jakarta

    Pemuda 21 Rayakan Ramah Tamah Wisuda Kader, Siap Cetak Pemimpin Masa Depan dan Berdaya Saing Global

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Jakarta, Duasatunews.com — Wisuda Pemuda 21 kembali memperkuat komitmen pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Pada 2025, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) bersama Pemuda 21 meluluskan 59 kader Strata Satu (S1) di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. Melalui kegiatan Ramah Tamah Wisudawan dan Wisudawati, LP2D dan Pemuda 21 mengangkat tema “Menghasilkan Lulusan yang Kritis dan Inovatif, […]

expand_less