Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Komando Desak Ditjen Minerba Evaluasi PT Sambas Mineral Mining

Komando Desak Ditjen Minerba Evaluasi PT Sambas Mineral Mining

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (DUASATUNEWS.COM) — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam konsorsium mahasiswa dan pemuda Indonesia (KOMANDO) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes sekaligus desakan kepada pemerintah agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan PT Sambas Mineral Mining, khususnya terkait dugaan persoalan ekspor nikel yang menjadi sorotan dalam pengembangan perkara tata kelola komoditas nikel yang berkaitan dengan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI).

Mahasiswa menilai bahwa pengusutan perkara tata kelola komoditas nikel yang berkaitan dengan PT CNI harus menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri seluruh perusahaan yang aktivitasnya memiliki relevansi dengan dugaan persoalan ekspor nikel pada periode yang sedang diperiksa.

Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Agung tengah menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola komoditas nikel, termasuk aktivitas ekspor PT CNI pada periode 2017–2019.

Dalam perkembangan persoalan tersebut, PT Sambas Mineral Mining turut menjadi sorotan setelah dugaan aktivitas ekspornya pada periode 2017–2019 disebut menjadi bagian dari materi pemeriksaan penyidik Kejaksaan Agung terhadap Inspektur Tambang Sulawesi Tenggara.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai bagaimana proses penerbitan RKAB, rekomendasi ekspor, hingga realisasi pengiriman nikel PT Sambas Mineral Mining pada periode tersebut. Mereka mendesak agar seluruh dokumen dan aktivitas perusahaan diperiksa secara transparan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Koordinator aksi Adrian Alfath dalam orasinya iya menegaskan bahwa pengembangan perkara PT CNI harus menjadi pintu masuk untuk membongkar persoalan tata kelola pertambangan secara menyeluruh.

“Kami meminta Kementerian ESDM RI melalui Ditjen Minerba untuk menelusuri dugaan aktivitas ekspor PT Sambas Mineral Mining, mulai dari dokumen RKAB, rekomendasi ekspor, hingga realisasi pengiriman nikelnya.,” tegasnya.

Tidak hanya menyoroti dugaan persoalan ekspor nikel, mahasiswa juga secara serius mempertanyakan tanggung jawab dan keberpihakan PT Sambas Mineral Mining terhadap keberadaan serta nasib penambang lokal. Keberadaan perusahaan semestinya membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, membuka ruang ekonomi, membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, serta memberikan perhatian terhadap keberlangsungan mata pencaharian penambang lokal.

“Kami juga mempertanyakan sejauh mana kepedulian PT Sambas Mineral Mining terhadap kondisi penambang lokal, masyarakat lingkar tambang yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan tidak boleh dianggap sebagai persoalan yang dapat diabaikan begitu saja” ujarnya

Menurutnya Penambang lokal bukan sekadar masyarakat yang berada di sekitar wilayah pertambangan. Mereka merupakan bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi daerah yang juga memiliki kepentingan terhadap pengelolaan kekayaan alam di wilayahnya. Karena itu, perusahaan besar tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan produksi, penguasaan sumber daya, dan keuntungan korporasi, sementara keberadaan serta masa depan penambang lokal tidak mendapatkan perhatian yang layak.

“Pertanyaan kami sederhana, di mana kepedulian PT Sambas Mineral Mining terhadap penambang lokal? Apakah perusahaan pernah benar-benar memikirkan bagaimana nasib masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidupnya pada sektor pertambangan? Jangan sampai kami duga perusahaan besar hanya sibuk mengurus kepentingan produksi, mengejar keuntungan, dan memperluas kepentingan bisnisnya, sementara masyarakat lokal justru dibiarkan menghadapi persoalan penghidupan mereka sendiri.”

Ia menambahkan bahwa kekayaan alam yang berada di suatu daerah tidak seharusnya hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan, sementara masyarakat setempat kehilangan kesempatan untuk memperoleh manfaat ekonomi.

“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Mereka hidup di sekitar wilayah pertambangan, mereka juga menggantungkan kehidupan dari sektor ini, tetapi ketika perusahaan besar hadir, justru kepentingan mereka tidak mendapatkan perhatian. Kami tidak meminta belas kasihan korporasi. Kami menuntut tanggung jawab, kepedulian, dan keadilan bagi masyarakat penambang lokal.”

Selain kedua persoalan tersebut, mahasiswa mendesak Ditjen Minerba agar tidak terburu-buru memberikan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Sambas Mineral Mining sebelum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek perizinan, kepatuhan perusahaan, aktivitas ekspor, serta persoalan yang berkaitan dengan keberadaan penambang lokal.

“Jangan sampai pemerintah begitu mudah memberikan persetujuan RKAB kepada perusahaan, tetapi tidak serius mengevaluasi persoalan yang terjadi di lapangan. Kami meminta Ditjen Minerba menjalankan fungsi pengawasannya secara objektif. Jangan hanya melihat kepentingan korporasi, tetapi lihat juga bagaimana nasib masyarakat penambang lokal yang selama ini menggantungkan hidupnya pada sektor pertambangan,” tegasnya

Olehnya itu, mereka menyampaikan tuntutan yakni Mendesak Ditjen Minerba menolak atau menunda persetujuan RKAB PT Sambas Mineral Mining sampai seluruh persoalan yang dipersoalkan mendapatkan evaluasi dan kejelasan dan Mendesak Kementerian ESDM mengevaluasi tanggung jawab dan keberpihakan PT Sambas Mineral Mining terhadap keberadaan, kepentingan, serta keberlangsungan ekonomi penambang lokal.

Sebagai Penutup, koordinator aksi menegaskan bahwa dugaan persoalan PT Sambas Mineral Mining bukan hanya menyangkut administrasi pertambangan maupun aktivitas ekspor, tetapi juga menyangkut tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat lokal dan keberanian negara dalam mengawasi pengelolaan sumber daya alam.

“Kami tidak sedang memusuhi investasi. Tetapi investasi harus tunduk pada hukum dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai perusahaan diduga menikmati kekayaan alam, sementara masyarakat lokal justru kehilangan ruang penghidupannya.”

Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan mendesak Ditjen Minerba memberikan respons konkret terhadap tuntutan yang telah disampaikan. Mereka juga menegaskan akan mempertimbangkan aksi demonstrasi lanjutan apabila tidak terdapat langkah nyata dari instansi terkait.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • desain chip Indonesia melalui kerja sama Arm Limited

    Desain Chip Indonesia Didorong lewat Kerja Sama Danantara–Arm

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Pemerintah Indonesia menargetkan 15 ribu insinyur dapat mempelajari dan menguasai teknologi desain chip melalui kerja sama strategis antara Danantara dan Arm Limited. Kedua pihak menandatangani perjanjian kerja sama tersebut di London, Inggris, pada Senin (23/2). Pemerintah mengarahkan kemitraan ini untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan kemandirian nasional dalam pengembangan teknologi strategis, khususnya di […]

  • CORAK PT GKP saat aksi mahasiswa di Jakarta

    Kritik PT. GKP Berujung Pada Tindakan Refresif, (Corak-Konkep): Jangan Bungkam Suara Mahasiswa!!

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Corong Aspirasi Rakyat (CORAK) Konawe Kepulauan (Konkep) mengecam dugaan tindakan represif yang dilakukan oknum petugas keamanan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) terhadap mahasiswa. Insiden itu terjadi saat mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT GKP di Tower Panin Bank, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Mahasiswa yang tergabung dalam […]

  • Pembangunan huntara dan huntap pasca bencana di Sumatera

    Pembangunan Huntara dan Huntap Pasca Bencana, Terus Berjalan

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Pembangunan huntara dan huntap terus menjadi prioritas pemerintah dalam mempercepat pemulihan warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Melalui kerja bersama antara personel TNI dan masyarakat, proses pemulihan berjalan bertahap namun konsisten. Pada saat yang sama, Tim Media Presiden mencatat perkembangan pembangunan yang beragam di setiap wilayah. […]

  • Pekerjaan Digital Gen Z Makin Diminati, Ini Alasannya

    Pekerjaan Digital Gen Z Makin Diminati, Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pekerjaan digital Gen Z terus menguat sebagai pilihan utama generasi muda di tengah ketatnya lapangan kerja formal dan upah yang belum memadai. Kondisi ini mendorong banyak anak muda secara sadar beralih ke sektor kerja berbasis digital sebagai sumber penghasilan yang lebih fleksibel. Fenomena pekerjaan digital Gen Z mencuat di media sosial ketika […]

  • Megawati Hangestri Jakarta Pertamina saat pertandingan liga voli

    Megawati Hangestri Antar Jakarta Pertamina Tumbangkan Medan Falcons

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 380
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Megawati Hangestri Jakarta Pertamina kembali menjadi sorotan publik setelah berperan penting dalam kemenangan tim ibu kota atas Medan Falcons pada lanjutan liga voli nasional. Hasil ini berdampak langsung pada persaingan papan atas klasemen dan memperbesar peluang Jakarta Pertamina melaju ke fase berikutnya. Kemenangan tersebut datang pada momentum krusial kompetisi, ketika jadwal padat […]

  • Demo IPMKU Jakarta menentang praktik tambang ilegal Konawe Utara

    Aksi Jilid II IPMKU Jakarta Bongkar Dugaan Tambang Ilegal PT KES, Ricuh di Kantor Perusahaan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — IPMKU Jakarta menggelar aksi menolak tambang ilegal Konawe Utara, Rabu (14/1/2026). Massa bergerak ke tiga lokasi: Kejaksaan Agung RI, Kementerian ESDM RI, dan kantor PT Kembar Emas Sultra (PT KES). Tekanan Publik untuk Penegakan Hukum Tambang Ilegal Konawe Utara Aksi ini menegaskan konsistensi publik menekan aparat hukum dan pemerintah pusat. Selain itu, […]

expand_less