Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Bahasa Tolaki dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Bahasa Tolaki dan Keberanian Menjadi Diri Sendiri

  • account_circle Darman
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 902
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com | Fenomena semakin jarangnya anak muda Tolaki menggunakan bahasa ibu di ruang publik bukan sekadar persoalan pilihan bahasa. Gejala ini menunjukkan pergulatan identitas yang lebih dalam, yakni krisis kepercayaan diri kultural di tengah arus modernitas.

Bahasa Daerah dan Beban Persepsi Sosial

Di banyak ruang sosial, masyarakat kerap memandang bahasa daerah sebagai sesuatu yang tidak praktis, kurang relevan, bahkan tidak prestisius. Pandangan tersebut secara perlahan membentuk kesadaran anak muda bahwa mereka harus meninggalkan bahasa ibu agar lingkungan menganggap mereka “maju” dan modern. Akibatnya, pilihan yang tampak rasional ini justru menyisakan persoalan identitas yang tidak sederhana.

Bahasa sebagai Penanda Jati Diri

Sejatinya, bahasa berfungsi lebih dari sekadar alat komunikasi. Melalui bahasa, sebuah komunitas membentuk cara berpikir, menyimpan sejarah, dan mewariskan nilai hidup. Saat penutur semakin jarang menggunakan bahasa Tolaki, yang memudar bukan hanya kosakata, tetapi juga ingatan kolektif tentang asal-usul dan jati diri.

Adaptasi Tidak Sama dengan Kehilangan Akar

Di tengah lingkungan multikultural, generasi muda Tolaki memang dituntut untuk beradaptasi. Bahasa Indonesia memainkan peran penting sebagai pemersatu. Namun demikian, adaptasi tidak seharusnya menghapus identitas. Justru melalui modernitas, manusia belajar berdiri di berbagai ruang sosial tanpa kehilangan akar budaya.

Minimnya Ruang Aman Bahasa Ibu

Persoalan utama muncul dari minimnya ruang aman bagi penggunaan bahasa Tolaki. Di lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang publik, masyarakat belum secara konsisten menghadirkan bahasa daerah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini membuat anak muda jarang mendengar dan menggunakannya, sehingga rasa canggung serta jarak emosional tumbuh secara alami.

Gengsi Bukan Akar Masalah

Sering kali, publik melabeli generasi muda sebagai pihak yang gengsi menggunakan bahasa daerah. Padahal, anggapan tersebut hanya menggambarkan gejala, bukan akar persoalan. Solusi sejati tidak lahir dari kritik semata, melainkan dari keteladanan keluarga, dunia pendidikan, serta kebijakan budaya yang membangkitkan kembali kebanggaan berbahasa ibu.

Merawat Bahasa, Menjaga Keberagaman

Hingga kini, bahasa Tolaki tidak kehilangan relevansi. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian para pewarisnya untuk kembali menggunakannya secara wajar dan bermartabat. Merawat bahasa ibu bukan langkah mundur, melainkan upaya menjaga keberagaman Indonesia agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Apabila suatu hari bahasa Tolaki benar-benar menghilang, kita tidak perlu mencari kambing hitam. Pilihan untuk diam dan membungkus gengsi dengan nama modernitas telah menjawab semuanya.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anton Timbang Aspal Buton saat bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka memperjuangkan hilirisasi Aspal Buton sebagai Proyek Strategis Nasional

    Rahman, Mahasiswa Asal Sultra: Perjuangan Anton Timbang Membawa Aspal Buton ke Tingkat Nasional Patut Diapresiasi

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Rahman, salah satu mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang sedang menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di Jakarta, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, atas komitmennya memperjuangkan Aspal Buton agar menjadi komoditas strategis di tingkat nasional. Apresiasi tersebut disampaikan menyusul langkah Anton Timbang yang mengusulkan hilirisasi Aspal […]

  • Hutan Sulawesi Tenggara terancam aktivitas tambang

    Hutan Sulawesi Tenggara di Titik Kritis, Ekspansi Tambang Tekan Ruang Hidup Warga

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 637
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Hutan Sulawesi Tenggara kini memasuki fase kritis seiring ekspansi pertambangan yang terus meluas, terutama di sektor nikel. Selama ini, kawasan hutan menopang kehidupan masyarakat melalui sumber air, pangan, dan nilai budaya. Namun demikian, aktivitas industri ekstraktif justru semakin menggerus ruang hidup warga. Di berbagai kabupaten, perusahaan tambang beroperasi dengan membawa narasi pertumbuhan […]

  • Izin tambang PT AJS Wawonii masih tahap WIUP

    ESDM Sultra Pastikan Izin Tambang di Wawonii Masih Tahap Wilayah, Belum Ada Produksi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 700
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Tenggara (ESDM Sultra) menegaskan bahwa perizinan pertambangan PT Adnan Jaya Sekawan (AJS) di Pulau Wawonii belum memasuki tahap kegiatan tambang. ESDM Sultra mencatat izin yang ada baru berupa Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) untuk komoditas batuan diorit. Izin tersebut belum mencakup tahap eksplorasi maupun operasi […]

  • Pembangunan IKN sebagai Ibu Kota Politik Indonesia

    Pembangunan IKN sebagai Ibu Kota Politik Indonesia

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pemerintah menjadikan pembangunan IKN di Kalimantan Timur sebagai kebijakan strategis nasional. Melalui kebijakan ini, pemerintah memperkuat tata kelola pemerintahan, mendorong pemerataan pembangunan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Pemerintah juga memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara secara bertahap dan terencana agar selaras dengan arah pembangunan jangka panjang nasional. Selain berfungsi sebagai […]

  • gedung KPK terkait kasus Ono Surono

    KPK sita uang Ono Surono ratusan juta terkait suap proyek Bekasi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Kasus KPK sita uang Ono menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penggeledahan di rumah Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono. Dalam proses tersebut, penyidik menemukan uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan perkara suap proyek di Kabupaten Bekasi. Selanjutnya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa […]

  • Sekolah Rakyat Prabowo Dibahas Seskab dan Mensos Gus Ipul

    Sekolah Rakyat Prabowo Dibahas Seskab dan Mensos Gus Ipul

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Sekolah Rakyat Prabowo terus menarik perhatian pemerintah karena berperan strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, perhatian terhadap program ini kembali menguat ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (28/1) malam. Berdasarkan unggahan akun Instagram […]

expand_less