Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Saham Raksasa Perhiasan Tiba-Tiba Ambruk, Laba Bakal Jeblok 60%

Saham Raksasa Perhiasan Tiba-Tiba Ambruk, Laba Bakal Jeblok 60%

  • account_circle Darman
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 204
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Saham Pandora ambruk hampir 7 persen dalam satu hari perdagangan, menandai tekanan serius pada industri perhiasan global. Kejatuhan saham produsen perhiasan asal Denmark ini mencerminkan memburuknya sentimen pasar saham global di tengah inflasi dan ketidakpastian ekonomi, sebagaimana juga terlihat pada dinamika pasar saham internasional dalam laporan sebelumnya di kanal ekonomi Pikiran Jakarta.

Penurunan tajam tersebut memperburuk kinerja saham Pandora, yang sebelumnya sempat mencatat penguatan singkat. Tekanan ini menunjukkan bahwa sektor ritel non-primer semakin rentan, seiring melemahnya daya beli masyarakat dan naiknya biaya produksi.

Saham Pandora Ambruk di Tengah Tekanan Biaya Produksi

Pada perdagangan Selasa sore waktu setempat, saham Pandora turun sekitar 6,7 persen dan mengakhiri tren penguatan dua hari sebelumnya. Sepanjang 2025, saham perusahaan sudah melemah sekitar 46 persen, sementara sejak awal 2026 kembali turun sekitar 26 persen.

Kondisi tersebut sejalan dengan tekanan yang lebih luas di pasar saham global akibat inflasi dan perlambatan ekonomi, seperti yang juga tercermin dalam analisis pergerakan pasar saham global yang terdampak tekanan inflasi.

Analis Peringatkan Dampak Harga Perak terhadap Laba Pandora

Tekanan pasar diperkuat oleh langkah analis. Jefferies menurunkan peringkat saham Pandora dari buy menjadi hold. Mereka menilai perusahaan kini terjepit oleh kombinasi harga perak yang tinggi dan konsumen yang semakin menahan belanja.

Menurut Jefferies, lonjakan harga perak masih menjadi beban utama margin keuntungan. Data harga logam mulia dari London Bullion Market Association (LBMA) menunjukkan volatilitas perak global masih tinggi, meski sempat terkoreksi dalam beberapa hari terakhir (https://www.lbma.org.uk).

Dalam proyeksinya, Jefferies memperkirakan laba Pandora berpotensi turun hingga 60 persen pada 2027 jika tekanan tersebut berlanjut. Atas dasar itu, target harga saham dipangkas menjadi 530 krone Denmark dari sebelumnya 850 krone.

Saham Pandora Ambruk, Konsumen Makin Menahan Belanja

Tekanan tidak hanya datang dari sisi bahan baku. Pandora telah menaikkan harga produknya sekitar 14 persen untuk menutup kenaikan biaya input. Namun, langkah ini justru menekan minat beli, terutama di segmen konsumen berpenghasilan rendah dan menengah.

Fenomena ini berkaitan erat dengan melemahnya daya beli masyarakat akibat inflasi dan kenaikan biaya hidup, yang sebelumnya juga dibahas dalam laporan mengenai tekanan pada kelas menengah. Kelompok konsumen inti Pandora menjadi pihak yang paling terdampak, sehingga pemulihan permintaan berjalan lambat.

Pandangan serupa datang dari Citi. Sejak Januari, Citi menurunkan peringkat saham Pandora ke posisi netral. Mereka menilai visibilitas jangka pendek bisnis melemah, terutama karena sekitar 80 persen penjualan Pandora bergantung pada pasar Amerika Serikat dan Eropa yang masih diliputi volatilitas ekonomi dan potensi kejenuhan konsumsi perhiasan.

Faktor Global Ikut Menekan Sentimen Pasar

Dari sisi global, gejolak juga terjadi di pasar komoditas. Harga perak sempat mencatat penurunan harian terdalam sejak 1980 setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pencalonan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve.

Pengumuman tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS. Informasi kebijakan moneter dan arah suku bunga AS juga menjadi perhatian investor global, sebagaimana tercantum dalam pernyataan resmi Federal Reserve (https://www.federalreserve.gov).

Dampak Lebih Luas bagi Industri

Tekanan yang dialami Pandora berpotensi menjalar ke sektor terkait. Pelemahan kinerja perusahaan dapat memengaruhi rantai pasok, tenaga kerja, serta sentimen pasar barang konsumsi non-esensial. Situasi ini juga berkaitan dengan fluktuasi harga komoditas dunia yang masih berlangsung, termasuk logam mulia dan bahan baku industri.

Dalam jangka menengah, stabilitas harga perak dan pemulihan daya beli konsumen akan menjadi faktor kunci bagi keberlanjutan bisnis Pandora. Tanpa perbaikan pada dua aspek tersebut, tekanan terhadap kinerja perusahaan dan industri perhiasan global diperkirakan masih berlanjut.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Ungkap Sekeluarga Tewas di Warakas Jakut Terindikasi Keracunan

    Polisi Ungkap Sekeluarga Tewas di Warakas Jakut Terindikasi Keracunan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 350
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kasus Warakas keracunan yang menewaskan seorang ibu dan dua anak di Jakarta Utara masih berada dalam penyelidikan intensif kepolisian. Polisi menemukan indikasi awal adanya unsur keracunan dalam peristiwa tersebut. Polda Metro Jaya menyampaikan temuan awal itu berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian. Polisi menegaskan temuan tersebut belum bersifat final dan masih memerlukan pembuktian […]

  • BSPS Sultra 2026 diluncurkan di Kendari dengan kuota 8.973 bantuan rumah

    Kendari, melakukan peninjauan terhadap penerima bantuan BSPS di Kendari.

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakrta,(duasatunews.com) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meluncurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) se-Sulawesi Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Jumat (29/5/2026). Sulawesi Tenggara menerima 8.973 unit bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan kuota tahun 2025 yang […]

  • PDRB Kalimantan Tengah 2024 ditopang sektor perkebunan kelapa sawit

    PDRB Kalteng 2024 Capai Rp222,86 Triliun, Tiga Sektor Jadi Penopang Utama

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 363
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — PDRB Kalimantan Tengah 2024 mencerminkan kinerja ekonomi daerah yang stabil sepanjang tahun. Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah melaporkan nilai Produk Domestik Regional Bruto provinsi ini mencapai Rp222,86 triliun, di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. BPS menjelaskan bahwa struktur ekonomi Kalimantan Tengah bertumpu pada tiga sektor utama, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan […]

  • Perjuangan R.A. Kartini dalam sejarah emansipasi perempuan

    Perjuangan RA Kartini dalam Sejarah Emansipasi Perempuan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Perjuangan RA Kartini menjadi tonggak penting dalam sejarah emansipasi perempuan Indonesia. Gagasan pendidikan dan kesetaraan yang ia suarakan pada akhir abad ke-19 membuka jalan perubahan sosial di tengah masyarakat kolonial. Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879 dari keluarga bangsawan Jawa. Ayahnya menjabat sebagai Bupati Jepara sehingga […]

  • Kasus OTT PT ST Nickel di Konawe Sulawesi Tenggara

    OTT PT ST Nickel Harus Diusut Menyeluruh: Ketum Pemuda 21 Soroti Dugaan Relasi Tidak Sehat antara Perusahaan dan Oknum

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 231
    • 0Komentar

    (Duasatunews.com), Jakarta || 26 Maret 2026 – Ketua Umum Pemuda 21, Muhammad Julfan Saputra, meminta aparat mengusut kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan pemerasan terhadap PT ST Nickel di Konawe secara menyeluruh. Selain itu, ia menegaskan aparat harus bekerja objektif, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani perkara ini. Fokus pada Semua Kemungkinan Pertama, Julfan […]

  • Trump Xi Jinping Iran dalam pertemuan bilateral membahas isu penghentian pengiriman senjata ke Iran

    Trump Xi Jinping Iran: Trump Klaim China Setop Kirim Senjata ke Iran

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Trump Xi Jinping Iran kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Presiden China Xi Jinping sepakat tidak mengirim senjata ke Iran. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik di Timur Tengah. Trump mengungkapkan bahwa ia mengirim surat langsung kepada Xi Jinping untuk meminta kejelasan terkait dugaan dukungan militer […]

expand_less