Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » MANUVER PUTAR BALIK: Mafia Tanah Hanya Topeng Elite yang Terancam di Kendari

MANUVER PUTAR BALIK: Mafia Tanah Hanya Topeng Elite yang Terancam di Kendari

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 713
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com — Pengalihan isu mafia tanah Kendari kini menguasai ruang publik dan percakapan media. Namun, ketika publik membacanya melalui pendekatan Issue Cycle Analysis, pola yang muncul tidak bersifat alami. Elite kekuasaan justru mendorong isu ini untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan yang lebih besar.

Sejak awal, narasi mafia tanah tidak hadir sebagai penegakan hukum yang menyeluruh. Sebaliknya, elite memakainya sebagai alat politik untuk menahan tekanan yang semakin kuat.

Dalam hitungan hari, isu mafia tanah membanjiri pemberitaan. Media arus utama mengulang tema yang sama. Aparat menggelar konferensi pers secara beruntun. Selain itu, mereka menampilkan proses penangkapan ke hadapan publik.

Karena itu, publik sulit menganggap pola ini sebagai peristiwa biasa. Intensitas pemberitaan melonjak tajam. Arah narasi bergerak seragam. Situasi ini menunjukkan adanya pengendalian komunikasi yang terpusat.

Elite Menampilkan Penegakan Hukum sebagai Panggung

Pada tahap ini, publik menyaksikan penegakan hukum yang lebih menyerupai pertunjukan. Aparat menempatkan pelaku lapis bawah sebagai pusat sorotan. Sementara itu, aktor besar tetap berada di luar jangkauan hukum.

Dengan strategi ini, kekuasaan menciptakan ketakutan semu di tengah masyarakat. Akibatnya, kritik publik melemah dan tekanan terhadap elite menurun.

Mengapa Pengalihan Isu Ini Muncul Sekarang?

Pertanyaan ini menjadi kunci. Sejumlah pengamat di Sulawesi Tenggara melihat tekanan besar yang terus mendekat ke lingkar kekuasaan lokal.

Saat ini, aparat pusat mulai menyorot kasus strategis di daerah. Mereka menelusuri dugaan korupsi APBD bernilai ratusan miliar rupiah, praktik mafia tambang, serta rekayasa tender proyek infrastruktur berskala besar. Tekanan ini memaksa elite lokal mengambil posisi bertahan.

Kasus Besar Menghilang dari Ruang Publik

Seiring menguatnya pengalihan isu mafia tanah Kendari, pemberitaan kasus besar justru menghilang. Media berhenti membahas perkembangan mega korupsi. Selain itu, jaringan mafia tambang yang merusak lingkungan Bumi Anoa lenyap dari sorotan.

Bahkan, perdebatan publik mengenai perizinan strategis ikut menghilang. Padahal, sektor tersebut selama ini menjadi sumber utama praktik bancakan kekuasaan.

Memang, kasus pertanahan tetap penting. Namun, dampaknya tidak sebanding dengan kerusakan fiskal dan ekologis akibat kejahatan elite. Sayangnya, strategi komunikasi ini berhasil menggiring publik untuk fokus pada isu sekunder.

Akibatnya, tekanan sosial terhadap kasus besar menurun drastis. Elite pun memperoleh ruang aman untuk menyelamatkan kepentingannya.

Manipulasi Kekuasaan Mengancam Nalar Publik

Pada akhirnya, Kendari tidak sedang menghadapi upaya penyelamatan dari mafia tanah. Sebaliknya, kekuasaan sedang memaksa publik melupakan korupsi sistemik dan kejahatan ekonomi terorganisir.

Manipulasi ini merusak nalar publik. Lebih jauh, praktik tersebut mengancam masa depan daerah karena elite terus menutup masalah besar dengan isu pengalih.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stop Impor Solar, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi

    Stop Impor Solar, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Stop impor solar menjadi kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui langkah ini, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada pasokan bahan bakar dari luar negeri sekaligus mengoptimalkan potensi energi dalam negeri secara bertahap dan berkelanjutan. (17/02/2026). Pemerintah menegaskan kebijakan stop impor solar, sebagai bagian dari reformasi sektor energi nasional. Menteri Energi […]

  • Industri ASEAN China membahas kerja sama AI, energi hijau, dan rantai pasok regional dalam Konferensi Guangdong-ASEAN 2026 di China.

    Industri ASEAN dan China Perkuat Kerja Sama Bernilai Tambah, Fokus AI hingga Energi Hijau

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 108
    • 12Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Industri ASEAN dan China memperkuat kerja sama pada sektor bernilai tambah. Kedua pihak memprioritaskan kecerdasan buatan (AI), energi baru, ekonomi digital, dan penguatan rantai pasok regional. Kesepakatan itu mengemuka dalam Konferensi Pertukaran dan Pencocokan Mekanisme Kerja Sama Rantai Pasokan dan Promosi Perdagangan China (Guangdong)-ASEAN 2026 di Provinsi Guangdong, China, Kamis (16/7). Forum tersebut mempertemukan […]

  • Arahan Prabowo di Rapim TNI–Polri 2026 di Istana Merdeka

    Prabowo Tekankan Soliditas TNI–Polri agar Tetap Dicintai Rakyat

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 383
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Prabowo minta TNI-Polri menjaga persatuan dan meningkatkan profesionalisme agar kedua institusi tetap dekat dengan rakyat. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tersebut saat memberi pengarahan kepada pimpinan TNI dan Polri dalam Rapat Pimpinan (Rapim) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin. Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya solidaritas TNI-Polri sebagai pilar utama penjaga stabilitas nasional. Ia […]

  • Dugaan Penyimpangan Jembatan Gantung Tumburano di Konawe Kepulauan

    DPD Corak Konkep Desak Kejagung RI dan Kementerian PU Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Gantung Tumburano

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dugaan Penyimpangan Jembatan Gantung Tumburano menjadi sorotan setelah Dewan Pimpinan Daerah Corong Aspirasi Rakyat Konawe Kepulauan (DPD CORAK KONKEP) mengumumkan rencana aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Agung RI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Aksi itu bertujuan mendorong aparat penegak hukum mengusut dugaan penyimpangan proyek di Kabupaten Konawe Kepulauan. Dugaan Penyimpangan Jembatan Gantung […]

  • Prabowo bertemu pengusaha global di Washington DC

    Seskab Ungkap 12 Pengusaha Besar yang Bertemu Prabowo di AS

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 296
    • 0Komentar

    WASHINGTON DC, (duasatunews.com) — Prabowo bertemu pengusaha global di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan daftar 12 pengusaha besar yang menghadiri pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat kerja sama investasi. Dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu, Teddy menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menghadirkan tokoh-tokoh investasi global dari […]

  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbicara di hadapan warga saat kegiatan lapangan di Jawa Barat.

    Dedi Mulyadi Menilai Kritik Publik sebagai Kontrol Kepemimpinan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 530
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Dedi Mulyadi merespons kritik publik terkait kehadirannya di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Gubernur Jawa Barat itu menilai kritik masyarakat sebagai bentuk kontrol publik yang sehat dalam demokrasi. Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada anak muda yang menilai kepala daerah tidak perlu terlibat langsung dalam proses teknis evakuasi. Ia […]

expand_less