Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » MANUVER PUTAR BALIK: Mafia Tanah Hanya Topeng Elite yang Terancam di Kendari

MANUVER PUTAR BALIK: Mafia Tanah Hanya Topeng Elite yang Terancam di Kendari

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 725
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com — Pengalihan isu mafia tanah Kendari kini menguasai ruang publik dan percakapan media. Namun, ketika publik membacanya melalui pendekatan Issue Cycle Analysis, pola yang muncul tidak bersifat alami. Elite kekuasaan justru mendorong isu ini untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan yang lebih besar.

Sejak awal, narasi mafia tanah tidak hadir sebagai penegakan hukum yang menyeluruh. Sebaliknya, elite memakainya sebagai alat politik untuk menahan tekanan yang semakin kuat.

Dalam hitungan hari, isu mafia tanah membanjiri pemberitaan. Media arus utama mengulang tema yang sama. Aparat menggelar konferensi pers secara beruntun. Selain itu, mereka menampilkan proses penangkapan ke hadapan publik.

Karena itu, publik sulit menganggap pola ini sebagai peristiwa biasa. Intensitas pemberitaan melonjak tajam. Arah narasi bergerak seragam. Situasi ini menunjukkan adanya pengendalian komunikasi yang terpusat.

Elite Menampilkan Penegakan Hukum sebagai Panggung

Pada tahap ini, publik menyaksikan penegakan hukum yang lebih menyerupai pertunjukan. Aparat menempatkan pelaku lapis bawah sebagai pusat sorotan. Sementara itu, aktor besar tetap berada di luar jangkauan hukum.

Dengan strategi ini, kekuasaan menciptakan ketakutan semu di tengah masyarakat. Akibatnya, kritik publik melemah dan tekanan terhadap elite menurun.

Mengapa Pengalihan Isu Ini Muncul Sekarang?

Pertanyaan ini menjadi kunci. Sejumlah pengamat di Sulawesi Tenggara melihat tekanan besar yang terus mendekat ke lingkar kekuasaan lokal.

Saat ini, aparat pusat mulai menyorot kasus strategis di daerah. Mereka menelusuri dugaan korupsi APBD bernilai ratusan miliar rupiah, praktik mafia tambang, serta rekayasa tender proyek infrastruktur berskala besar. Tekanan ini memaksa elite lokal mengambil posisi bertahan.

Kasus Besar Menghilang dari Ruang Publik

Seiring menguatnya pengalihan isu mafia tanah Kendari, pemberitaan kasus besar justru menghilang. Media berhenti membahas perkembangan mega korupsi. Selain itu, jaringan mafia tambang yang merusak lingkungan Bumi Anoa lenyap dari sorotan.

Bahkan, perdebatan publik mengenai perizinan strategis ikut menghilang. Padahal, sektor tersebut selama ini menjadi sumber utama praktik bancakan kekuasaan.

Memang, kasus pertanahan tetap penting. Namun, dampaknya tidak sebanding dengan kerusakan fiskal dan ekologis akibat kejahatan elite. Sayangnya, strategi komunikasi ini berhasil menggiring publik untuk fokus pada isu sekunder.

Akibatnya, tekanan sosial terhadap kasus besar menurun drastis. Elite pun memperoleh ruang aman untuk menyelamatkan kepentingannya.

Manipulasi Kekuasaan Mengancam Nalar Publik

Pada akhirnya, Kendari tidak sedang menghadapi upaya penyelamatan dari mafia tanah. Sebaliknya, kekuasaan sedang memaksa publik melupakan korupsi sistemik dan kejahatan ekonomi terorganisir.

Manipulasi ini merusak nalar publik. Lebih jauh, praktik tersebut mengancam masa depan daerah karena elite terus menutup masalah besar dengan isu pengalih.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerusakan lingkungan Sulawesi Tenggara akibat pertambangan

    Sulawesi Tenggara dalam Kacamata Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Oleh: Adrian Moita, Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Jakarta JAKARTA, (duasatunews.com) – Sebagai mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang kini menempuh pendidikan di Jakarta, saya memandang daerah kelahiran dari jarak yang ironis. Di ibu kota, saya menyaksikan geliat pembangunan, diskursus kebijakan, dan narasi pertumbuhan ekonomi. Namun, ketika menoleh ke kampung halaman, saya justru melihat luka, hutan tergerus, […]

  • KM Cahaya Intan Celebes tenggelam di Perairan Poleang Bombana

    KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Perairan Bombana

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 446
    • 0Komentar

    BOMBANA, (duasatunews.com) – KM Cahaya Intan tenggelam di Perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (14/2/2026). Sejak awal pelayaran, kapal motor GT 44 itu melayani rute Pelabuhan Bajoe, Kota Bone, menuju Pelabuhan Boepinang. Selain itu, kapal membawa 13 penumpang dan tujuh awak kapal. Namun demikian, seluruh penumpang dan kru selamat dari insiden tersebut. Humas […]

  • PLTN Bushehr Iran saat terjadi serangan militer

    Serangan PLTN Bushehr Iran Picu Kekhawatiran Radiasi Global

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Moskow, (duasatunews.com) –  Serangan PLTN Bushehr Iran kembali memicu kekhawatiran global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Risiko kebocoran radiasi menjadi perhatian utama karena potensi dampaknya yang dapat meluas lintas negara. Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, menyampaikan peringatan pada Kamis (26/3). Ia mengungkapkan bahwa aktivitas militer terdeteksi di sekitar […]

  • Ali Mazi saat Munas KKST di Ancol Jakarta

    Munas KKST: Ali Mazi Gaungkan Semangat Persatuan Dan Persaudaraan

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Musyawarah Nasional (Munas) Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) berlangsung khidmat dan meriah di kawasan Ancol, Jakarta. Pada kesempatan ini, ribuan perantau asal Sulawesi Tenggara dari berbagai daerah hadir dan berpartisipasi aktif. Dengan demikian, Munas menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi serta solidaritas warga Sultra di perantauan. Dalam sambutannya, pendiri KKST, Ali Mazi, […]

  • Austria tolak wilayah udara AS Iran dalam konflik militer

    Austria Tolak AS Iran, Blokir Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Istanbul (duasatunews.com) – Austria tolak AS Iran menjadi sikap tegas pemerintah dalam menjaga netralitas militernya. Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer melawan Iran. Juru bicara Kementerian Pertahanan Austria menyatakan bahwa pemerintah menerima beberapa permintaan dari Washington. Namun, otoritas tidak mengungkap jumlah permintaan tersebut. Media publik ORF melaporkan hal […]

  • Pemeriksaan istri Richard Lee di Polda Metro Jaya

    Pemeriksaan Istri Richard Lee oleh Polda Metro Jaya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Pemeriksaan istri Richard Lee menjadi bagian dari langkah penyidik Polda Metro Jaya dalam mendalami kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk dan perawatan kecantikan. Penyidik memeriksa Reni Effendi, istri dari Richard Lee, sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan penyidik melakukan pemeriksaan ini untuk […]

expand_less