Mahasiswa Serukan Pengawalan Hukum yang Objektif dan Kondusif di Mabes Polri
- account_circle Rahman
- calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
- visibility 282
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kepolisian menyampaikan pernyataan sikap saat menggelar aksi damai di depan Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).Dok_DN/Rahman
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Duasatunews.com) — Aliansi Mahasiswa Peduli Kepolisian mengajak masyarakat untuk mengawal proses hukum atas peristiwa yang menjadi perhatian publik secara objektif, rasional, dan kondusif. Seruan tersebut mereka sampaikan saat menggelar aksi damai di depan Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Seruan Menjaga Supremasi Hukum
Dalam pernyataan sikapnya, aliansi menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan adil, profesional, dan sesuai ketentuan perundang-undangan. Karena itu, mereka meminta publik menghindari sikap emosional yang berpotensi memicu provokasi dan gangguan ketertiban umum.
Selain itu, mahasiswa menilai opini yang tidak berdasar justru dapat memperkeruh situasi. Oleh sebab itu, mereka mengajak masyarakat mengedepankan akal sehat dan sikap kritis yang konstruktif.
Peran Mahasiswa di Ruang Publik
Aliansi menyebut kehadiran mahasiswa di ruang publik bertujuan menyuarakan kepentingan masyarakat secara bertanggung jawab. Dengan demikian, aksi mahasiswa seharusnya mendorong keadilan melalui mekanisme hukum yang sah, bukan memperuncing perbedaan.
Di sisi lain, mereka menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika nasional yang berkembang.
Terkait peristiwa yang memicu perhatian publik, aliansi menyampaikan keprihatinan. Mereka menegaskan bahwa setiap nyawa memiliki nilai yang sama dan setiap kejadian harus menjadi pelajaran bersama.
Namun demikian, aliansi mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada arus emosi sesaat. Sebab, situasi tersebut kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan yang tidak sejalan dengan kepentingan publik.
Kepercayaan terhadap Institusi Kepolisian
Aliansi Mahasiswa Peduli Kepolisian menyatakan kepercayaan terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menangani kasus secara profesional. Menurut mereka, Polri memiliki mekanisme internal untuk menindak setiap pelanggaran hukum secara tegas dan transparan.
Karena itu, aliansi menilai kesalahan oknum tidak dapat digeneralisasi sebagai kegagalan institusi secara keseluruhan.
Sementara itu, pantauan di lokasi menunjukkan aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Selain Aliansi Mahasiswa Peduli Kepolisian, kelompok mahasiswa lain turut menyampaikan aspirasi dengan isu berbeda di kawasan Gedung Museum Polri.
Kemudian, aparat menyambut peserta aksi secara humanis. Polisi wanita terlihat membentangkan spanduk berisi ajakan menyampaikan pendapat secara tertib dan damai.
Tolak Provokasi dan Informasi Tidak Terverifikasi
Di akhir pernyataannya, aliansi menegaskan penolakan terhadap provokasi, anarkisme, serta tindakan yang berpotensi merusak persatuan nasional. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi.
“Menjaga stabilitas nasional bukan berarti mengabaikan keadilan. Dengan ketenangan dan kedewasaan, proses hukum dapat berjalan secara objektif,” ujar perwakilan aliansi.
Akhirnya, aliansi menyatakan komitmen untuk terus mengawal penegakan hukum secara bermartabat demi Indonesia yang kuat dan dewasa dalam menyikapi setiap persoalan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar