Pesawat Tempur KAAN Dibeli Kemhan Lewat Pinjaman Luar
- account_circle adrian moita
- calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
- visibility 100
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pesawat tempur KAAN
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA (duasatunews.com) – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan pembelian pesawat tempur KAAN dari Turki menggunakan skema pinjaman luar negeri (PLN). Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat alutsista TNI.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan Kemhan sudah meneken kontrak awal. Selain itu, proses aktivasi kini berjalan bersama Kementerian Keuangan.
“Untuk KAAN, kami sudah memiliki kontrak awal dalam jumlah terbatas dan saat ini kami proses melalui mekanisme pinjaman luar negeri,” ujar Rico.
Kontrak Awal Pesawat Tempur KAAN oleh Kemhan
Dengan demikian, Kemhan memulai pengadaan pesawat tempur KAAN melalui kerja sama dengan Turkish Aerospace Industries (TAI). Saat ini, pemerintah fokus pada aktivasi kontrak dan skema pembiayaan.
Namun demikian, Kemhan belum merinci jumlah unit pada tahap awal. Oleh karena itu, pemerintah menyesuaikan pengadaan dengan kebutuhan operasional TNI dan kemampuan anggaran.
Rencana Pembelian Jet Tempur hingga 48 Unit
Di sisi lain, sejumlah informasi menyebut Indonesia berencana membeli hingga 48 unit jet tempur ini. Akun Instagram @isds.indonesia menyebarkan informasi tersebut dan menyebut penandatanganan kontrak terjadi saat pameran IDEF 2025 di Istanbul.
Selain itu, nilai kontrak disebut mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp251 triliun. Meski demikian, Kemhan belum mengonfirmasi jumlah maupun nilai tersebut.
Peran Pesawat Tempur KAAN bagi Modernisasi TNI
Secara strategis, pemerintah memasukkan pengadaan ini ke dalam program modernisasi pertahanan. Pesawat tempur generasi kelima tersebut menghadirkan teknologi stealth, sensor canggih, dan sistem tempur terintegrasi.
Oleh sebab itu, TNI Angkatan Udara berpotensi meningkatkan kemampuan menjaga wilayah udara nasional. Namun begitu, pemerintah tetap mempertimbangkan dampak pembiayaan melalui pinjaman luar negeri.
Target Pengiriman Jet Tempur ke Indonesia
Sementara itu, sejumlah sumber memperkirakan pengiriman pesawat tempur tersebut akan dimulai pada 2032. Akan tetapi, jadwal ini masih bergantung pada kesiapan produksi dan kesepakatan lanjutan.
Dengan demikian, Kemhan memastikan seluruh proses tetap berjalan sesuai rencana strategis nasional.
Secara keseluruhan, pemerintah memperkuat pertahanan udara melalui pengadaan alutsista modern. Sejauh ini, Kemhan sudah meneken kontrak awal dan akan melanjutkan proses secara bertahap.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
