Jakarta,(duasatunews.com) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pemerintah memastikan lulusan Sekolah Rakyat tidak menganggur dengan membuka akses kerja dan pendidikan.
Saifullah Yusuf menyampaikan pernyataan itu dalam acara evaluasi program Sekolah Rakyat di Jakarta, Rabu. Ia menekankan lulusan harus berperan sebagai agen perubahan di masyarakat.
Pemerintah menyediakan dua jalur utama bagi lulusan. Lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan dapat mendaftar ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. Sejumlah kampus, termasuk Universitas Ary Ginanjar, siap menerima lulusan program tersebut.
Lulusan yang memilih bekerja dapat mengikuti pelatihan keterampilan. Kementerian terkait melatih mereka agar siap masuk dunia kerja dan memenuhi kebutuhan industri.
Pemerintah juga mendorong siswa berprestasi sejak SMP untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Garuda guna mengembangkan potensi akademik.
Data Pendukung:
Pemerintah kini mempercepat pembangunan 93 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Proyek ini menargetkan penyelesaian pada Juli sehingga sekolah dapat langsung memulai kegiatan belajar.
Saat ini, 166 Sekolah Rakyat beroperasi di seluruh Indonesia dan memanfaatkan fasilitas milik pemerintah pusat serta daerah.
Penutup:
Presiden Prabowo Subianto menetapkan program Sekolah Rakyat sebagai prioritas nasional untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Saat ini belum ada komentar