Demo Ricuh, Mahasiswa Terobos Pagar Ditjen Minerba Desak Cabut IUP PT. WIN
- account_circle Afs
- calendar_month Senin, 1 Sep 2025
- visibility 508
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Ditjen Minerba, Jakarta, menuntut pencabutan IUP PT WIN.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, 1 September 2026 — Puluhan mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Gedung Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian ESDM, Jakarta, Senin siang (1/9/2026). Sejak awal, massa aksi menerobos pagar kantor. Dengan langkah itu, mahasiswa menyampaikan tuntutan pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN).
Sejak Awal, Mahasiswa Menolak Aktivitas Tambang
Pertama, aliansi mahasiswa Konawe Selatan dari berbagai organisasi menolak aktivitas pertambangan PT WIN. Selanjutnya, mereka menyebut aktivitas tambang merugikan masyarakat lokal. Selain itu, mahasiswa menilai tambang tersebut merusak lingkungan di Konawe Selatan. Karena alasan itu, mahasiswa mendesak Ditjen Minerba mencabut IUP perusahaan.
Di sisi lain, mahasiswa melihat lambannya respons pemerintah pusat terhadap persoalan tambang di daerah. Oleh sebab itu, mereka mendatangi kantor Ditjen Minerba. Dengan cara tersebut, mahasiswa menyampaikan tuntutan secara langsung.
Aparat Menghadang, Aksi Tetap Berjalan
Kemudian, aparat keamanan menghadang pergerakan massa di depan gedung. Namun demikian, mahasiswa tetap melanjutkan orasi. Pada saat yang sama, mereka menyuarakan tuntutan pencabutan IUP PT WIN secara bergantian.
Ketua Ikatan Pelajar dan Pemuda Mahasiswa Indonesia (IPPMI) Konsel Jakarta, Arin Fahrul Sanjaya, menuding PT WIN mengabaikan hak masyarakat. Lebih lanjut, ia memaparkan dugaan pelanggaran lingkungan. Selain itu, ia menyoroti persoalan tumpang tindih lahan.
“PT WIN mencederai amanat konstitusi. Karena itu, kami mendesak Ditjen Minerba mencabut IUP PT WIN,” ujar Arin.
Aktivis Hukum Ikut Mendukung
Sementara itu, jaringan aktivis hukum mendukung aksi mahasiswa. Menurut mereka, lemahnya penegakan hukum mendorong korporasi terus melakukan eksploitasi.
Ketua Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum, Rendy Salim, mendesak aparat penegak hukum mengusut PT WIN. Pada akhirnya, ia juga menuntut pencabutan IUP perusahaan tersebut.
“Jika negara abai, kami akan berdiri di barisan depan,” kata Rendy.
Mahasiswa Menyiapkan Aksi Lanjutan
Terakhir, Ketua Koalisi Aktivis Nasional Indonesia, Nabil Dean, mendesak pemerintah tidak tunduk pada kepentingan modal. Menurutnya, negara wajib menegakkan hukum secara tegas dan adil.
Sebagai penutup, massa aksi menyiapkan demonstrasi lanjutan. Dengan langkah itu, mereka berjanji terus mengawal tuntutan jika Ditjen Minerba dan Kementerian ESDM tidak merespons.

Saat ini belum ada komentar