Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Aksi Mahasiswa di KPK, Soroti Dugaan Tambang Nikel Sultra

Aksi Mahasiswa di KPK, Soroti Dugaan Tambang Nikel Sultra

  • account_circle Darman
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 408
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu menggelar aksi mahasiswa KPK dugaan tambang nikel Sultra di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (26/1/2026). Melalui aksi tersebut, mahasiswa mendesak penegak hukum mengusut dugaan konflik kepentingan serta persoalan lingkungan dalam aktivitas pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara.

Sejak awal aksi, mahasiswa menegaskan bahwa sektor pertambangan nikel di Sultra membutuhkan pengawasan ketat. Oleh karena itu, mereka meminta negara hadir secara aktif untuk mencegah kerusakan lingkungan dan penyalahgunaan kewenangan.

Aksi Mahasiswa KPK Desak Audit Izin Tambang Nikel Sultra

Dalam orasinya, mahasiswa secara tegas meminta KPK melakukan audit menyeluruh terhadap proses penerbitan dan pengawasan izin usaha pertambangan nikel. Khususnya, mereka menyoroti aktivitas tambang di wilayah pulau kecil seperti Pulau Kabaena.

Menurut mahasiswa, pulau kecil memiliki daya dukung lingkungan yang terbatas. Dengan demikian, setiap aktivitas pertambangan harus mematuhi prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.

Dugaan Konflik Kepentingan Tambang Nikel Sulawesi Tenggara

Koordinator aksi, Sayidul, menyampaikan bahwa aksi ini muncul dari kegelisahan mahasiswa terhadap kondisi lingkungan Sulawesi Tenggara. Selain itu, ia menilai tekanan ekologis terus meningkat seiring meluasnya aktivitas pertambangan nikel.

Lebih lanjut, Sayidul menyinggung adanya dugaan konflik kepentingan yang melibatkan relasi kekuasaan daerah dengan perusahaan tambang. Karena itu, mahasiswa meminta KPK mengusut dugaan tersebut secara transparan dan profesional.

“Kami meminta KPK bertindak objektif dan terbuka dalam mengusut dugaan konflik kepentingan serta pelanggaran lingkungan,” ujar Sayidul.

Aksi Mahasiswa di KPK Rujuk Temuan Dugaan Tambang Nikel

Selanjutnya, mahasiswa merujuk laporan resmi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia     (BPK RI). Laporan tersebut memuat temuan terkait tata kelola dan pengawasan sektor pertambangan di daerah.

Mahasiswa menilai aparat penegak hukum harus menindaklanjuti temuan tersebut secara serius. Jika tidak, pembiaran berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Tambang Nikel di Pulau Kecil Sultra Disorot Aksi Mahasiswa

Di sisi lain, mahasiswa juga menyoroti aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau kecil Sulawesi Tenggara. Mereka menilai praktik tersebut berisiko tinggi terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat setempat.

Dalam konteks ini, mahasiswa mengacu pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Aturan tersebut secara jelas membatasi aktivitas pertambangan di wilayah pulau kecil.

Selain itu, mahasiswa juga mengingatkan kewajiban perusahaan tambang sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Belum Ada Pernyataan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan mahasiswa. Sementara itu, pihak perusahaan yang disebut dalam aksi juga belum menyampaikan tanggapan.

Pada saat yang sama, KPK belum mengumumkan langkah lanjutan atas tuntutan tersebut.

Mahasiswa Tegaskan Komitmen Pengawalan

Sebagai penutup, Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini. Ke depan, mereka berjanji mendorong penegakan hukum yang adil, transparan, serta berpihak pada perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • 41.578 personel Polri naik pangkat dalam upacara kenaikan pangkat yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

    Personel Polri Naik Pangkat, 54 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Personel Polri naik pangkat dalam upacara yang berlangsung di Mabes Polri pada Selasa (30/6/2026). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung prosesi tersebut. Polri menaikkan pangkat 41.578 personel sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, prestasi, dan pengabdian dalam menjalankan tugas kepolisian. Kenaikan pangkat tersebut mencakup perwira tinggi, perwira menengah, perwira pertama, bintara, hingga tamtama. […]

  • Peresmian hunian sementara terdampak bencana Agam oleh Menko PMK

    Menko PMK dan Mendagri Resmikan Huntara di Palembayan Agam

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 455
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meresmikan pemakaian hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak bencana di Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu. Peresmian berlangsung di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia. Pemerintah menyediakan huntara […]

  • Kecelakaan Transjakarta di Jalur Layang, 24 Penumpang Terluka

    Kecelakaan Transjakarta di Jalur Layang, 24 Penumpang Terluka

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Kecelakaan kembali terjadi di jalur layang Jakarta, Dua unit bus Transjakarta terlibat tabrakan saat melintas di jalur khusus. Insiden ini menyebabkan 24 penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat. (23/02/2026) Peristiwa kecelakaan Transjakarta ini bermula ketika dua bus melaju searah di jalur layang. Bus yang berada di […]

  • Jokowi Bekerja Mati-matian untuk PSI, Ditetapkan Jadi Tokoh Utama Kampanye

    Jokowi Bekerja Mati-matian untuk PSI, Ditetapkan Jadi Tokoh Utama Kampanye

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Makassar, duasatunews.com — Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menegaskan kesiapan dirinya untuk bekerja mati-matian demi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan tersebut Jokowi sampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Nasional PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Dalam kesempatan itu, Jokowi menyamakan semangat perjuangannya dengan para kader PSI. Ia kemudian menekankan bahwa perjuangan politik menuntut kerja keras […]

  • Prabowo Zidane WEF 2026 bertemu di Davos Swiss

    Prabowo Bertemu Zinedine Zidane di Davos, Momen Hangat di Sela WEF 2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 5.450
    • 232Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Prabowo Zidane WEF menarik perhatian publik internasional. Di sela agenda global, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu legenda sepak bola dunia asal Prancis Zinedine Zidane saat mengikuti rangkaian World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Prabowo Zidane WEF di Davos 2026 Pada momen itu, Presiden Prabowo mengunggah foto pertemuan melalui akun […]

  • Aksi IPPMI Konsel di Kementerian ESDM tuntut cabut IUP PT WIN

    Ippmi Konsel Geruduk Kementerian ESDM RI, Tantang Bahlil Cabut IUP PT. WIN

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Konawe Selatan (IPPMI Konsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Jakarta, menuntut agar pemerintah pusat segera mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN). Massa aksi menyuarakan bahwa keberadaan PT. WIN di Konawe Selatan telah menimbulkan banyak […]

expand_less