Prabowo Mundur IPSI Setelah 34 Tahun Menjabat Ketua Umum
- account_circle adrian moita
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta (duasatunews.com) – Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) setelah 34 tahun mengabdi.
Keputusan Prabowo mundur IPSI disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa tugasnya sebagai Presiden menyita waktu dan perhatian. Karena itu, ia tidak dapat menjalankan peran sebagai ketua umum secara optimal.
“Alhamdulillah saya mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya,” ujar Prabowo.
Fokus pada Tugas Negara
Keputusan tersebut berkaitan langsung dengan tanggung jawabnya sebagai kepala negara. Ia menilai jabatan Presiden membutuhkan konsentrasi penuh dalam menjalankan agenda nasional.
Selain itu, ia menegaskan tidak bersedia untuk kembali dicalonkan sebagai ketua umum. Ia juga meminta organisasi menyiapkan sosok terbaik sebagai penerus.
“Saya mohon diri dan tidak bersedia untuk dicalonkan kembali. Saya yakin sudah ada generasi penerus yang pantas,” katanya.
Pengabdian Panjang di IPSI
Selama lebih dari tiga dekade, Prabowo aktif membangun organisasi tersebut. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum selama empat periode, kemudian memimpin sebagai Ketua Umum selama lima periode.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia tidak aktif di garis depan. Namun, ia tetap memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan organisasi.
Harapan untuk Pencak Silat ke Depan
Setelah Prabowo mundur IPSI, ia menyoroti target yang belum tercapai, yakni membawa pencak silat ke ajang Olimpiade.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut. Meski begitu, ia tetap optimistis kepemimpinan berikutnya dapat mewujudkan target tersebut.
“Saya yakin pengganti saya akan berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade,” ujarnya.
Tetap Dukung IPSI
Meski tidak lagi menjabat, Prabowo menegaskan akan terus mendukung organisasi dalam kapasitas apa pun.
Menurutnya, pengabdian terhadap pencak silat tidak bergantung pada jabatan formal. Ia menilai seorang pendekar akan terus mengabdi sepanjang hidupnya.
“Seorang pendekar sampai napas terakhir tetap pendekar. Saya akan terus mendukung IPSI,” katanya.
Peluang Regenerasi Kepemimpinan
Langkah Prabowo mundur IPSI membuka peluang bagi regenerasi kepemimpinan di organisasi tersebut. Banyak pihak menilai momentum ini dapat mendorong inovasi dan memperkuat posisi pencak silat di tingkat internasional.
Selain itu, dukungan pemerintah dan komunitas diharapkan dapat mempercepat pengembangan pencak silat sebagai olahraga global.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
