Delcy Rodriguez Resmi Dilantik Jadi Presiden Venezuela Usai Maduro Diculik AS
- account_circle Darman
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 406
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, DuaSatuNews.com — Delcy Rodriguez resmi menjabat sebagai Presiden Venezuela setelah pasukan Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolás Maduro dalam operasi militer pada akhir pekan lalu. Akibatnya, situasi politik Venezuela langsung memanas dan memicu perhatian luas dari komunitas internasional.
Selain itu, perkembangan ini kembali menyorot krisis politik Amerika Latin yang terus memengaruhi stabilitas kawasan.
Pelantikan Presiden Digelar di Majelis Nasional Caracas
Pada Senin (5/1/2026), Majelis Nasional Venezuela menggelar pelantikan presiden di Caracas. Ketua parlemen Jorge Rodriguez memimpin langsung prosesi sumpah jabatan tersebut. Sementara itu, Nicolás Maduro Guerra hadir sebagai salah satu saksi dalam sidang resmi tersebut.
Menurut laporan Reuters, pelantikan ini menjadi langkah konstitusional darurat untuk mencegah kekosongan kekuasaan. Karena itu, perhatian internasional langsung tertuju ke Caracas.
Pemerintah Baru Mengecam Operasi Militer Amerika Serikat
Dalam pidato perdananya, Delcy Rodriguez secara terbuka mengecam tindakan Amerika Serikat. Ia menyebut penangkapan Nicolás Maduro dan Cilia Flores sebagai pelanggaran kedaulatan negara.
Namun demikian, pemerintah Amerika Serikat belum menyampaikan pernyataan resmi. Di sisi lain, laporan Al Jazeera menyebut pemerintah Venezuela menilai operasi tersebut melanggar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Presiden Serukan Persatuan Nasional dan Stabilitas
Selain menyampaikan kecaman, Delcy Rodriguez juga menyerukan persatuan nasional. Ia meminta rakyat tetap tenang, sekaligus mendukung langkah politik dan diplomatik pemerintah. Pada saat yang sama, aparat negara memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas dalam negeri.
Seiring itu, ketegangan dalam hubungan Amerika Serikat dan Venezuela kembali meningkat setelah sempat mereda dalam beberapa tahun terakhir.
Negara Amerika Latin Mulai Bereaksi
Sementara itu, sejumlah negara di kawasan Amerika Latin merespons perkembangan di Venezuela. Bolivia dan Nikaragua menyampaikan keprihatinan serta mendorong penyelidikan internasional independen. Akibat reaksi tersebut, analis memperkirakan dinamika politik regional akan semakin kompleks.
Pembahasan ini juga berkaitan dengan dampak geopolitik terhadap stabilitas regional yang belakangan semakin terasa.
Venezuela Siapkan Langkah ke Dewan Keamanan PBB
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah Venezuela menyatakan akan membawa kasus ini ke Dewan Keamanan PBB. Dengan langkah ini, Caracas berharap komunitas internasional memberi perhatian serius terhadap situasi yang berkembang.
Informasi resmi terkait mekanisme Dewan Keamanan dapat diakses melalui situs Perserikatan Bangsa-Bangsa.
