Jakarta,(duasatunews.com) – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menegaskan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 harus menjadi momentum untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional secara terarah dan berkelanjutan.
Ia menilai Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini harus mendorong refleksi dan langkah konkret untuk memperbaiki sistem pendidikan. “Pendidikan menjadi fondasi masa depan bangsa, sehingga kita harus terus meningkatkan kualitasnya,” ujar Kurniasih di Jakarta, Sabtu.
Tantangan Akses dan Kualitas
Kurniasih mengapresiasi langkah pemerintah dalam membenahi sektor pendidikan. Namun, ia melihat tantangan masih besar dan membutuhkan penanganan serius.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan rata-rata lama sekolah nasional mencapai 8,85 tahun. Angka ini masih berada di bawah target wajib belajar 12 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan banyak masyarakat belum menikmati akses pendidikan secara merata.
Hasil Asesmen Nasional 2025 juga mencatat sekitar 50 persen siswa belum mencapai kompetensi minimum dalam literasi dan numerasi. Temuan ini menunjukkan proses pembelajaran belum berjalan optimal.
Perbaikan Menyeluruh
Kurniasih menegaskan peningkatan akses harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas. Ia mendorong pemerintah memperkuat kapasitas guru, menyempurnakan kurikulum, serta memperluas pemerataan sarana pendidikan.
Ia menilai kualitas pendidikan sangat bergantung pada ekosistem yang kuat. Karena itu, semua pihak perlu berperan aktif dalam mendukung perbaikan sektor ini.
Peran DPR dan Evaluasi Kebijakan
Komisi X DPR RI terus mengawal kebijakan pendidikan agar berjalan efektif. DPR juga memastikan penggunaan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN tepat sasaran.
Kurniasih mendorong pemerintah mengevaluasi berbagai kebijakan pendidikan secara menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup sistem zonasi, perlindungan anak, serta peningkatan kesejahteraan dan kejelasan status guru, termasuk tenaga honorer.
Ia menegaskan pemerintah harus menjalankan kebijakan secara konsisten di lapangan. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersikap terbuka terhadap tantangan pendidikan dan bersama-sama mencari solusi.
Saat ini belum ada komentar