Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Krisis Energi Global Terparah Dipicu Konflik Timur Tengah

Krisis Energi Global Terparah Dipicu Konflik Timur Tengah

  • account_circle Reski
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

jakarta,(duasatunews.com) — Dunia menghadapi krisis energi paling serius dalam sejarah modern akibat konflik di Timur Tengah. Komisaris Energi dan Perumahan Uni Eropa, Dan Jorgensen, menyampaikan peringatan itu pada Selasa (5/5).

Dalam konferensi pers di Brussels, Belgia, Jorgensen menilai krisis ini menguji ketahanan ekonomi global, stabilitas sosial, serta kerja sama antarnegara. Selain itu, ia menegaskan tekanan tidak hanya melanda negara berkembang, tetapi juga negara maju yang bergantung pada impor energi.

Ia menjelaskan negara-negara Uni Eropa menggelontorkan sekitar 30 miliar euro (Rp611 triliun) untuk impor bahan bakar minyak sejak konflik dimulai. Namun, belanja besar itu tidak meningkatkan pasokan energi. Akibatnya, harga energi global naik dan beban fiskal meningkat. Oleh karena itu, banyak negara mulai menyesuaikan kebijakan energi mereka.

Selanjutnya, Jorgensen menyoroti gangguan rantai pasok sebagai faktor utama yang memperparah krisis. Ia menilai ketergantungan pada jalur distribusi tertentu membuat sistem energi global semakin rentan. Karena itu, setiap gangguan kecil dapat memicu dampak besar di pasar internasional.

Situasi memburuk setelah Angkatan Laut Amerika Serikat memblokade lalu lintas maritim dari dan menuju pelabuhan Iran pada 13 April di kawasan Selat Hormuz. Langkah ini langsung mengganggu distribusi energi global.

Selat Hormuz menyalurkan sekitar 20 persen minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) dunia. Oleh sebab itu, gangguan di jalur ini langsung menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga energi di berbagai kawasan.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat mengizinkan kapal non-Iran melintas di Selat Hormuz. Namun, mereka melarang kapal membayar pungutan kepada Teheran. Kebijakan ini bertujuan menjaga arus perdagangan tetap berjalan sekaligus menekan pengaruh Iran.

Ke depan, Jorgensen menegaskan Uni Eropa akan mempercepat diversifikasi sumber energi. Selain itu, UE akan meningkatkan investasi pada energi terbarukan. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada wilayah konflik dan memperkuat ketahanan energi jangka panjang.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Papua larang pembukaan lahan sawit

    Gubernur Papua larang pembukaan lahan sawit

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 324
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menegaskan tidak akan menerbitkan izin baru pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit. Kebijakan ini berlaku khususnya untuk lahan yang berpotensi merusak struktur tanah dan lingkungan hidup di Bumi Cenderawasih. Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri, menyampaikan penegasan tersebut untuk meluruskan berbagai tafsir yang berkembang di tengah masyarakat. Mathius menjelaskan, kebijakan […]

  • kerusakan mangrove Konawe akibat pembangunan jetty

    KLHK Tindaklanjuti Laporan Dugaan Kerusakan Mangrove Akibat Jetty PT. DMS

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 851
    • 1Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – 19 September 2025 Pergerakan Mahasiswa Nusantara (PANTARA) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (18/9/2025). Aksi tersebut menyoroti dugaan kerusakan hutan mangrove akibat pembangunan jetty PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (DMS) di Desa Tokowuta, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam aksi itu, massa mahasiswa mendesak […]

  • Perbedaan cerdas dan bijak dalam kehidupan

    CERDAS DAN BIJAK apa bedanya

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 554
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatnews.com – Kita hidup di era ketika banyak orang menilai kecerdasan dari kecepatan menjawab, bukan dari kedalaman memahami. Banyak orang mengagungkan mereka yang mampu menjelaskan teori kompleks, meskipun penjelasan itu sering berdiri di atas logika yang lemah. Sebaliknya, orang yang memilih diam dan berpikir perlahan justru sering menyimpan kebijaksanaan yang tidak terlihat. Perbedaan Mendasar […]

  • Target PNBP Minerba 2026 Rp134 Triliun

    Target PNBP Minerba 2026 Rp134 Triliun

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 324
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Target PNBP Minerba 2026 yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencapai Rp134 triliun. Angka ini lebih tinggi dibanding target tahun 2025 sebesar Rp124,7 triliun. Dengan kenaikan tersebut, pemerintah menunjukkan optimisme terhadap prospek sektor pertambangan tahun depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyusun target ini dengan […]

  • mantan kepala BPN Bengkulu tersangka korupsi SHM di kawasan hutan Bukit Rabang

    Mantan Kepala BPN Bengkulu Selatan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Sertifikat di Kawasan Hutan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Bengkulu Selatan, (Duasatunews.com)  – Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan menetapkan mantan Kepala BPN berinisial SR sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Penyidik menemukan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan sertifikat hak milik (SHM). Kasus ini terjadi di kawasan hutan produksi terbatas Bukit Rabang, Kecamatan Ulu Manna. Kepala Seksi Pidsus, Haryandana Hidayat, menyebut SR menerbitkan 19 sertifikat di area […]

  • Sekda Bekasi diperiksa KPK di Gedung Merah Putih Jakarta

    Sekda Bekasi Diperiksa KPK dalam Kasus Korupsi Bupati Nonaktif

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Sekda Bekasi diperiksa KPK sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang. Melalui pemeriksaan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperdalam konstruksi perkara. Pada Rabu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Selain itu, penyidik menelusuri peran […]

expand_less