Breaking News
light_mode
Beranda » KPK » GERAK-INDONESIA Desak KPK Usut Tuntas Rp106,3 Miliar dan Periksa Nusron Wahid
KPK

GERAK-INDONESIA Desak KPK Usut Tuntas Rp106,3 Miliar dan Periksa Nusron Wahid

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta (duasatunews.com)— GERAK-INDONESIA KPK mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas perkara dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN yang berkaitan dengan temuan uang sekitar Rp106,3 miliar. Desakan itu disampaikan dalam aksi di depan Gedung KPK RI, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Koordinator Lapangan GERAK-INDONESIA, Riswan, meminta KPK tidak berhenti pada operasi tangkap tangan (OTT). Menurut dia, penyidik perlu menelusuri sumber dana, tujuan penggunaan, pemberi, penerima, serta seluruh aliran uang yang berkaitan dengan perkara tersebut.

KPK melakukan OTT pada 14 September 2026 terkait dugaan suap dalam layanan pertanahan. Perkara itu antara lain mencakup perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) dan pemecahan HGB menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) di wilayah Bogor.

Dalam penanganan perkara tersebut, KPK memeriksa sejumlah pihak dan menetapkan beberapa orang sebagai tersangka. Selain itu, penyidik menyita uang dalam jumlah besar yang terdiri atas rupiah dan mata uang asing.

Temuan itu kemudian menarik perhatian GERAK-INDONESIA. Karena itu, mereka meminta KPK mengungkap asal-usul uang sekitar Rp106,3 miliar serta menelusuri pihak yang menerima dan menyerahkan dana tersebut.

Riswan meminta penyidik memperluas pemeriksaan apabila mereka menemukan indikasi aliran dana kepada pihak lain.

“Jangan berhenti pada OTT. KPK harus mengusut dari mana uang itu berasal, untuk apa digunakan, siapa pemberi dan penerimanya, serta ke mana saja alirannya,” kata Riswan.

Selanjutnya, GERAK-INDONESIA meminta KPK menguji setiap informasi berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi. Langkah tersebut penting agar penyidik dapat mengungkap rangkaian perkara secara menyeluruh.

Selain itu, KPK menggeledah sejumlah ruangan yang berkaitan dengan perkara di lingkungan ATR/BPN. Dalam kegiatan tersebut, penyidik menyita dokumen dan perangkat elektronik untuk mendukung proses penyidikan.

GERAK-INDONESIA juga meminta KPK mendalami informasi mengenai dugaan keterkaitan sebagian dana dengan penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Namun, penyidik perlu menguji informasi tersebut melalui bukti yang sah. Panitia Muktamar ke-35 NU juga membantah penggunaan dana hasil korupsi untuk membiayai kegiatan tersebut.

Karena itu, GERAK-INDONESIA meminta KPK memeriksa setiap informasi secara objektif. Penyidik juga perlu memastikan apakah dana yang ditemukan memiliki hubungan dengan pihak atau kegiatan tertentu.

Selain menyoroti aliran dana, GERAK-INDONESIA meminta KPK memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid apabila penyidik menemukan informasi atau bukti yang relevan.

Menurut Riswan, KPK dapat memeriksa pihak yang memiliki informasi penting mengenai perkara. Ia meminta lembaga antirasuah menerapkan standar hukum yang sama kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan proses penyidikan.

Di sisi lain, permintaan pemeriksaan tidak berarti seseorang telah terbukti melakukan tindak pidana. Bukti dan proses hukum tetap menentukan status serta keterlibatan setiap pihak.

Dalam aksi tersebut, GERAK-INDONESIA menyampaikan tujuh tuntutan kepada KPK.

  1. Mengusut tuntas dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.
  2. Menelusuri sumber dan penggunaan uang sekitar Rp106,3 miliar.
  3. Menelusuri seluruh aliran dana serta pihak yang menerima dan menyerahkannya.
  4. Mendalami informasi mengenai dugaan keterkaitan dana dengan Muktamar ke-35 NU.
  5. Memeriksa Nusron Wahid apabila penyidik menemukan kebutuhan dan bukti yang relevan.
  6. Memeriksa pihak lain yang mengetahui atau memiliki keterkaitan dengan perkara berdasarkan bukti.
  7. Menindak secara hukum setiap pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan perundang-undangan.

Hingga kini, GERAK-INDONESIA menyatakan akan terus memantau perkembangan perkara tersebut. Mereka juga meminta KPK menjalankan proses penyidikan secara transparan, profesional, dan berdasarkan alat bukti.

  • Penulis: Adrian Moita
  • Editor: Nur Wayda

Rekomendasi Untuk Anda

  • krisis kemanusiaan Kuba pernyataan Donald Trump

    Krisis Kemanusiaan Kuba, Trump Buka Peluang Kesepakatan dengan Havana

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 499
    • 0Komentar

    JAKARTA, dusatunews.com – Krisis kemanusiaan Kuba kembali menarik perhatian internasional setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keyakinannya bahwa Washington dan Havana dapat mencapai kesepakatan untuk memperbaiki kondisi di negara tersebut. Trump menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan pada Minggu. Trump menilai situasi di Kuba tidak harus berkembang menjadi krisis berkepanjangan apabila kedua pihak membuka ruang […]

  • ott lsm st nikel saat penangkapan di kendari

    OTT LSM atau Skenario? HMI Desak Bongkar Peran Perusahaan dan Aparat

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Kepolisian melalui Polresta Kendari menangkap sejumlah oknum LSM dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kasus ini terkait dugaan pemerasan yang menyeret PT ST Nikel Resource di Konawe. Kasus tersebut langsung memicu perhatian publik. Selain itu, banyak pihak meminta aparat mengusut perkara ini secara terbuka dan menyeluruh. Desakan Transparansi Penanganan Kasus Sekretaris Jenderal PTKP […]

  • Gedung DPR MPR DPD RI di Jakarta terkait evaluasi otonomi daerah

    Evaluasi Otonomi Daerah Dinilai Perlu Diperkuat DPD RI

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Bengkulu, (duasatunews.com) — Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan otonomi daerah. Ia menilai kebijakan tersebut perlu penguatan agar tetap efektif. Sultan menyampaikan pernyataan itu usai dialog Green Demokrasi Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia dan Generasi Z. Acara berlangsung di Bengkulu, Selasa (17/2/2026). Menurut Sultan, pemerintah perlu […]

  • Magang Riset BRIN 2026, mahasiswa mengikuti penelitian di laboratorium BRIN

    Program Magang Riset BRIN 2026 Dibuka, Mahasiswa Bisa Daftar hingga 17 Juli

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka Program Magang Riset 2026 bagi mahasiswa aktif di seluruh Indonesia. Pendaftaran berlangsung mulai 2 hingga 17 Juli 2026. Program ini bertujuan memperkuat kemampuan riset mahasiswa sekaligus mencetak talenta peneliti yang mampu bersaing di tingkat global. Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, mengatakan program magang memberi kesempatan […]

  • AI Dimasa Depan Bukan Pengganti Anak Muda, Tapi Alat yang Membuat Anak Muda Menjadi Lebih Hebat

    AI Dimasa Depan Bukan Pengganti Anak Muda, Tapi Alat yang Membuat Anak Muda Menjadi Lebih Hebat

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 623
    • 0Komentar

    Jakarta | duasatunews.com — Peran kecerdasan buatan bagi anak muda semakin penting di era digital. Perkembangan teknologi yang cepat sering menimbulkan kekhawatiran. Banyak orang mengira kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan menggantikan peran manusia. Pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Anak muda justru memiliki posisi strategis dalam perkembangan teknologi. Mereka tumbuh di lingkungan digital dan […]

  • dampak kebakaran depot minyak Rusia terhadap ekonomi global

    Indonesia Perlu Antisipasi Dampak Jangka Panjang Kebakaran Depot Minyak Rusia

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 354
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com —Indonesia perlu mengantisipasi dampak jangka panjang kebakaran depot minyak di Rusia akibat serangan drone Ukraina di Kota Penza, Jumat (23/1/2026) pagi waktu setempat. Insiden tersebut berpotensi memengaruhi harga energi global dan berdampak tidak langsung pada perekonomian nasional. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai ketegangan geopolitik Rusia–Ukraina berdampak pada […]

expand_less