Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

  • account_circle Admin 21
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 296
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, DuaSatuNews.com – Derita banjir memakan korban kembali terjadi setiap musim hujan. Peristiwa ini terus berulang dan hingga kini belum menemukan penyelesaian nyata. Padahal, di balik data dan statistik, terdapat manusia yang kehilangan keluarga, masa depan, serta harapan. Oleh karena itu, banjir tidak sekadar merendam wilayah, tetapi juga menghancurkan mimpi banyak orang.

Warga di Wilayah Rawan Menjadi Korban Utama

Ketika banjir melanda, masyarakat di kawasan rawan merasakan dampak paling berat. Selain jalan yang terendam, akses bantuan pun terhambat. Sementara itu, distribusi logistik berjalan lambat dan mobilitas tim penyelamat menjadi terbatas. Akibatnya, banyak warga harus bertahan dalam kondisi darurat.

Bahkan, anak-anak terpisah dari orang tua, lansia kesulitan menyelamatkan diri, dan keluarga kehilangan orang tercinta. Dengan demikian, derita banjir memakan korban bukan sekadar istilah, melainkan kenyataan pahit yang terus berulang.

Kerusakan Lingkungan Memicu Bencana Banjir

Namun demikian, banjir tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, aktivitas manusia selama bertahun-tahun memicu bencana ini. Pembabatan hutan terus terjadi, sungai semakin menyempit, drainase dibiarkan rusak, dan tata kota diabaikan.

Lebih jauh lagi, pembangunan sering kali mengesampingkan keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, ketika manusia memaksakan kepentingannya, alam pun merespons dengan bencana yang merenggut nyawa.

Derita Banjir Memakan Korban sebagai Alarm Moral

Di sisi lain, setiap korban banjir seharusnya menjadi alarm moral bagi semua pihak. Kita tidak bisa lagi menyebut banjir sebagai musibah tahunan biasa. Sebaliknya, tragedi ini mencerminkan kegagalan kolektif.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat kebijakan tata ruang dan penegakan hukum lingkungan. Pada saat yang sama, masyarakat harus meningkatkan kesiapsiagaan serta kepedulian terhadap alam sekitar.

Tragedi yang Sebenarnya Bisa Dicegah

Lebih penting lagi, sebagian besar korban banjir sebenarnya dapat dicegah. Melalui perbaikan drainase, normalisasi sungai, reboisasi, serta edukasi mitigasi bencana, risiko dapat ditekan.

Dengan kata lain, jika semua pihak bergerak bersama, derita banjir memakan korban tidak lagi menjadi berita yang berulang setiap tahun.

Saatnya Bertindak Sebelum Terlambat

Pada akhirnya, kita tidak boleh terus menunggu.
Sebaliknya, kita harus bertindak sebelum banjir berikutnya kembali merenggut nyawa yang tak berdosa.

Oleh sebab itu, mari menjaga lingkungan tempat kita hidup demi kenyamanan hari ini dan masa depan yang lebih aman.

Admin 21

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Koperasi Merah Putih MBG Dorong Ekonomi Rakyat di Semarang

    Sinergi Koperasi Merah Putih MBG Dorong Ekonomi Rakyat di Semarang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Koperasi Merah Putih Semarang memainkan peran penting dalam penguatan ekonomi rakyat berbasis komunitas. Untuk memastikan progres berjalan optimal, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung lokasi koperasi di Kelurahan Sampangan, Kota Semarang, Jumat (30/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Semarang menyampaikan komitmen untuk mempercepat operasional koperasi. Selain itu, pemerintah daerah secara […]

  • tragedi Bantargebang akibat longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang Bekasi

    Tragedi Bantargebang: Menteri LH Soroti Sampah Jakarta

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Bekasi, (duasatunews.com) — Tragedi Bantargebang yang menewaskan empat orang kembali menyoroti persoalan serius pengelolaan sampah Jakarta. Longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, memicu evaluasi terhadap sistem pengolahan sampah ibu kota. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut peristiwa ini sebagai fenomena gunung es dari persoalan pengelolaan sampah […]

  • “Danantara proyek PSEL tahap II diminati lebih dari 100 investor untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan”

    Danantara Klaim 100 Investor Minati Proyek PSEL Tahap II, Nilai Investasi Capai Rp87 Triliun

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mencatat lebih dari 100 investor berminat mengikuti proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tahap kedua. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pembukaan tahap kedua akan berlangsung dalam waktu dekat. Menurut dia, tingginya minat investor menunjukkan peluang besar sektor pengolahan sampah berbasis energi. “Sudah lebih dari 100 […]

  • Modus OTT KPK Berubah, Ketua KPK Ungkap Pola Baru

    Modus OTT KPK Berubah, Ketua KPK Ungkap Pola Baru

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Modus OTT KPK berubah seiring perkembangan praktik korupsi yang semakin kompleks. Seiring dengan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melihat pelaku tidak lagi mengandalkan penyerahan uang tunai. Sebaliknya, mereka kini aktif menyamarkan aliran dana melalui transaksi berlapis. Jakarta, duasatunews.com  — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan bahwa modus OTT KPK berubah secara nyata. Saat […]

  • Korupsi Chromebook Nadiem dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta

    Senyum Nadiem di Sidang Tipikor: Hadapi Dakwaan Chromebook, Dukungan Mengalir di Ruang Sidang

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 360
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Kasus korupsi Chromebook Nadiem resmi memasuki tahap persidangan. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menggelar sidang perdana pembacaan dakwaan pada Senin (5/1/2026). Perkara ini berkaitan dengan pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kemendikbudristek. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, tiba di gedung pengadilan sekitar pukul […]

  • aksi mahasiswa tuntut asrama mahasiswa Sultra Jakarta

    Wakil BEM UIC Mendukung Penyegelan Kantor Perwakilan SULTRA

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 249
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Ratusan mahasiswa menuntut asrama mahasiswa Sultra Jakarta dengan memboikot Kantor Penghubung Sulawesi Tenggara di Ibu Kota. Aksi ini muncul karena pemerintah daerah belum merealisasikan fasilitas hunian bagi mahasiswa Sultra yang melanjutkan pendidikan di Jakarta. Koordinator aksi, Feny Tri Indah Kasim, menyatakan mahasiswa merasa kecewa dengan sikap pemerintah daerah. Ia menilai pemerintah belum menunjukkan […]

expand_less