AHY Targetkan Peta Jalan Transportasi Rendah Emisi Mei 2026
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- visibility 132
- comment 0 komentar
- print Cetak

AHY memaparkan rencana penyusunan peta jalan dekarbonisasi transportasi nasional dalam kegiatan yang dihadiri pemangku kepentingan sektor infrastruktur dan transportasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Pemerintah terus memfokuskan upaya penurunan emisi pada sektor transportasi. Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menargetkan peluncuran peta jalan transportasi rendah emisi pada Mei 2026.
Target tersebut AHY sampaikan saat membuka Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Senin. Dalam forum itu, ia menegaskan pemerintah telah menyusun tahapan kerja yang jelas dan melibatkan lintas sektor.
“Kami punya timeline. Pada Mei nanti, kami berharap sudah memiliki produk final peta jalan sektor transportasi,” ujar AHY.
Lebih lanjut, AHY menjelaskan bahwa dokumen tersebut memuat langkah strategis pemerintah untuk jangka menengah dan jangka panjang. Dengan demikian, pemerintah dapat menyelaraskan kebijakan transportasi dengan target penurunan emisi nasional serta agenda pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah Percepat Regulasi Transportasi
Dalam paparannya, AHY menyoroti percepatan penyusunan regulasi jaringan kereta api Trans-Sumatera, Trans-Kalimantan, dan Trans-Sulawesi. Menurut pemerintah, transportasi berbasis rel mampu mengurangi emisi sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Selain itu, pemerintah menyiapkan peraturan presiden untuk penerapan avtur ramah lingkungan atau sustainable aviation fuel (SAF). Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan penurunan emisi pada subsektor penerbangan yang masih mencatat intensitas emisi tinggi.
Karbon Offset Perkuat Upaya Penurunan Emisi
Sementara itu, AHY juga mendorong pemanfaatan mekanisme carbon offset atau tebus karbon pada subsektor transportasi. Menurutnya, skema ini dapat melengkapi kebijakan struktural yang telah berjalan.
“Upaya ini kami susun agar sektor transportasi memberi kontribusi nyata terhadap penurunan emisi,” kata AHY.
Pada akhirnya, AHY berharap pemerintah dapat merampungkan peta jalan tersebut sesuai jadwal. Karena itu, ia menilai dokumen ini penting untuk memperkuat posisi Indonesia di forum internasional, termasuk COP 31 yang akan berlangsung di Turki pada November 2026.
Berdasarkan keterangan Kemenko Infrastruktur, pemerintah melibatkan pelaku industri, akademisi, serta pemangku kepentingan lain dalam proses penyusunan. Dengan melibatkan berbagai pihak, pemerintah ingin memastikan kebijakan yang dihasilkan bersifat implementatif.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong transformasi sistem transportasi nasional agar lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
