Prabowo Sebut Era Jokowi Masa Magangnya di Pemerintahan
- account_circle Adrian moita
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 172
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Duasatunews.com — Presiden Prabowo Subianto menyebut masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan di pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai periode “magang” dan pembelajaran sebelum memimpin Indonesia sebagai presiden.
Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Lima Tahun Menhan Jadi Bekal Kepemimpinan
Prabowo mengaku bersyukur karena Jokowi mengajaknya bergabung ke dalam kabinet sejak 2019. Ia menilai lima tahun menjabat sebagai Menteri Pertahanan memberinya pengalaman langsung memahami kerja pemerintahan dan pengambilan keputusan di level eksekutif.
“Bagi saya lima tahun itu adalah semacam masa magang, masa pembelajaran,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta Natal Nasional.
Menurut Prabowo, pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya dalam memimpin negara, terutama dalam mengelola pemerintahan dan menjaga stabilitas nasional.
Prabowo Apresiasi Sikap Rekonsiliatif Jokowi
Ketua Umum Partai Gerindra itu secara khusus memuji langkah Jokowi yang mengajaknya masuk kabinet meski keduanya menjadi rival politik pada Pilpres 2019. Prabowo menilai keputusan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang mengutamakan persatuan bangsa.
Ia menyebut Jokowi menempatkan kepentingan nasional di atas perbedaan politik.
Prabowo bahkan menegaskan akan mengambil langkah serupa apabila ia memenangkan Pilpres 2019.
“Seandainya saya menang, sebagian besar kabinet itu pasti saya ajak membantu saya,” ucapnya.
Kabinet Merah Putih Buktikan Komitmen Persatuan
Prabowo menegaskan ucapannya bukan sekadar pernyataan politik. Ia membuktikannya setelah menjabat sebagai presiden dengan mengajak sejumlah tokoh yang pernah menduduki posisi menteri pada era Jokowi.
Menurut Prabowo, langkah tersebut memperkuat kerja pemerintahan dan menjaga kesinambungan kebijakan nasional.
“Itu terbukti begitu saya menjadi presiden, banyak dari mereka yang saya ajak,” katanya.
Prabowo Refleksikan Kekalahan Pilpres
Dalam pidato bernuansa reflektif, Prabowo juga menyinggung perjalanan politiknya yang penuh dinamika. Ia tercatat kalah dalam Pilpres 2009 saat mendampingi Megawati Soekarnoputri, serta Pilpres 2014 dan 2019 dari Jokowi.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa jabatan presiden merupakan kehendak Tuhan dan bagian dari proses hidup yang harus ia jalani.
Ia kemudian melontarkan candaan yang mengundang tawa hadirin.
“Empat kali ikut pemilu, tiga kali kalah. Soalnya waktu itu Pak Luhut Binsar Panjaitan enggak dukung saya,” ujarnya sambil tersenyum.
Pernyataan tersebut memperkuat narasi rekonsiliasi politik yang terus Prabowo bangun sejak bergabung ke pemerintahan Jokowi. Pengalaman itu kini menjadi fondasi kepemimpinannya pada awal masa jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia.
- Penulis: Adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.setneg.go.id

Saat ini belum ada komentar