Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » PENGUSAHA TAMBANG MEMIMPIN DAERAH TAMBANG

PENGUSAHA TAMBANG MEMIMPIN DAERAH TAMBANG

  • account_circle Admin 21
  • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
  • visibility 997
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Eni Samayati

JAKARTA, duasatunews.com – Demokrasi lahir untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Cita-cita itu tertulis tegas dalam Undang-Undang Dasar 1945. Namun hingga kini, keadilan dan kemakmuran masih terasa jauh dari realitas hidup rakyat.

Setiap lima tahun sekali, pesta demokrasi kembali digelar. Pada saat yang sama, para kontestan mengorbankan waktu, tenaga, dan dana dalam jumlah besar. Akibatnya, biaya politik terus melonjak dan menjadi beban serius dalam proses demokrasi.

Modal Besar Menentukan Arah Kekuasaan

Dalam praktiknya, latar belakang calon sering tidak menjadi soal. Sebaliknya, mesin politik bergerak cepat selama modal tersedia. Oleh karena itu, janji politik bertebaran di ruang publik, mulai dari baliho hingga media sosial.

Akhirnya, dari banyak pasangan calon, satu pasangan keluar sebagai pemenang. Setelah itu, euforia kemenangan menggema. Namun masyarakat segera bertanya: apakah janji kampanye akan diwujudkan atau justru dilupakan?

Sumber Daya Alam dan Logika Keuntungan

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Seharusnya, kekayaan itu menjadi penopang kesejahteraan rakyat. Namun dalam kenyataan, negara sering kalah oleh kepentingan segelintir elite ekonomi.

Lebih jauh, banyak pengusaha tambang mengejar keuntungan maksimal tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Akibatnya, masyarakat sekitar tambang menanggung kerusakan alam, konflik lahan, dan hilangnya mata pencaharian.

Tambang dan Konflik Kepentingan Kekuasaan

Pilihan rakyat telah sah dan dilegitimasi secara hukum. Meski demikian, pemimpin baru langsung menghadapi persoalan struktural yang rumit. Pertanyaannya kemudian muncul: bagaimana jika pelaku masalah justru berada di pusat kekuasaan?

Bisnis pertambangan memang sangat menggiurkan. Karena itu, sebagian orang rela menukar nurani demi keuntungan. Sulawesi Tenggara pun berubah menjadi magnet eksploitasi. Setelah sumber daya terkuras, banyak pihak pergi tanpa tanggung jawab.

Ketimpangan yang Terang Benderang

Di satu sisi, petani dan buruh memeras keringat demi memenuhi kebutuhan dasar. Di sisi lain, pengusaha cukup menandatangani dokumen untuk meraih keuntungan triliunan rupiah, seperti yang terjadi di Blok Mandiodo.

Padahal, jika dana sebesar itu kembali ke masyarakat, anak-anak tidak perlu putus sekolah karena biaya pendidikan. Sayangnya, para penerima keuntungan tersebut tetap bebas tanpa rasa bersalah.

Hukum yang Kehilangan Arah

Ketika pengusaha masuk ke lingkar kekuasaan, hukum kehilangan ketegasannya. Akibatnya, upaya advokasi sering berujung pada kebuntuan. Demonstrasi berkali-kali hanya menguras energi tanpa hasil nyata.

Selain itu, ratusan perusahaan sebenarnya memiliki kewajiban sosial. Namun dana CSR justru lebih sering mengalir ke elite pengambil kebijakan daripada ke masyarakat terdampak.

Pembiaran dan Pembungkaman Sistemik

Belakangan, isu pembukaan tambang melalui skema “koridor” terus mencuat. Skema ini menguntungkan segelintir pihak, tetapi merugikan negara. Proses penambangan pun sering melanggar prosedur hukum.

Ironisnya, aparat penegak hukum dan pengawas lingkungan memilih diam. Padahal, Sulawesi Tenggara memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Sayangnya, kekuasaan kerap membungkam nalar kritis mereka.

Kekecewaan Publik yang Memuncak

Tagar #INDONESIAGELAP tidak muncul tanpa sebab. Tagar itu lahir dari kekecewaan dan hilangnya kepercayaan publik terhadap penyelenggara negara. Mereka yang hidup nyaman mungkin tidak merasakan kerasnya hidup rakyat kecil.

Oleh karena itu, harapan terhadap pemimpin baru patut dipertanyakan. Bagaimana mungkin seseorang menyelesaikan persoalan publik jika konflik kepentingan masih melekat dalam dirinya?

Kata sebagai Bentuk Perlawanan

Ketika kekuasaan menutup telinga dari teriakan demonstran, tulisan harus tetap berbicara. Jika suara rakyat dibungkam, maka kata-kata harus mencari jalannya sendiri.

Sebab, jika mulut pencari keadilan dikunci, jari tidak boleh ikut terbelenggu oleh lingkaran besi.

Admin 21

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDRB Kalimantan Tengah 2024 ditopang sektor perkebunan kelapa sawit

    PDRB Kalteng 2024 Capai Rp222,86 Triliun, Tiga Sektor Jadi Penopang Utama

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 234
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — PDRB Kalimantan Tengah 2024 mencerminkan kinerja ekonomi daerah yang stabil sepanjang tahun. Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah melaporkan nilai Produk Domestik Regional Bruto provinsi ini mencapai Rp222,86 triliun, di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. BPS menjelaskan bahwa struktur ekonomi Kalimantan Tengah bertumpu pada tiga sektor utama, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan […]

  • RUU Perampasan Aset Dibahas DPR, Opsi Tanpa Putusan

    RUU Perampasan Aset Dibahas DPR, Opsi Tanpa Putusan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 207
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — RUU Perampasan Aset kembali menjadi fokus pembahasan di parlemen. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, melalui Badan Keahlian DPR RI, membahas rancangan undang-undang ini untuk memperkuat pemulihan aset negara dari tindak pidana. DPR menilai regulasi tersebut penting untuk memberi kepastian hukum. RUU Perampasan Aset Buka Opsi Tanpa Putusan Pidana Kepala Badan Keahlian DPR […]

  • dubes iran mohammad boroujerdi jelaskan iran tolak mediasi konflik timur tengah

    Iran Tolak Mediasi Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Iran tolak mediasi konflik Timur Tengah yang ditawarkan sejumlah negara untuk meredakan ketegangan di kawasan. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa Teheran tidak akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi saat ditemui di kediamannya di Jakarta pada Kamis. Ia merespons pernyataan pemerintah Indonesia yang sebelumnya menyatakan […]

  • pasokan solar Ukraina dibahas Zelenskyy di Timur Tengah

    Pasokan Solar Ukraina Dibahas Zelenskyy di Timur Tengah

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Istanbul (duasatunews.com) – Pasokan solar Ukraina menjadi salah satu fokus utama dalam kunjungan Presiden Volodymyr Zelenskyy ke kawasan Timur Tengah. Ukraina berharap negara-negara di kawasan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan energi sebagai imbalan atas dukungan dalam menghadapi ancaman drone. Zelenskyy menyampaikan bahwa pihaknya tengah menuntaskan pembahasan terkait pasokan energi, khususnya solar, untuk mendukung kebutuhan dalam […]

  • Bupati Tapsel Bongkar 11 Nama Bos Penebang Pohon, Kemenhut Segel Empat Lokasi Ilegal

    Bupati Tapsel Bongkar 11 Nama Bos Penebang Pohon, Kemenhut Segel Empat Lokasi Ilegal

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 346
    • 0Komentar

    TAPANULI SELATAN,Duasatunews.com — Isu pembalakan liar di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan terus menyedot perhatian publik. Bupati Tapanuli Selatan secara terbuka mengungkap sedikitnya 11 nama yang diduga terlibat dalam penebangan pohon ilegal. Sejalan dengan itu, Kementerian Kehutanan mencatat 12 subjek hukum yang terindikasi terlibat dalam aktivitas serupa. Temuan tersebut memperkuat […]

  • Aksi Serba Hitam SPPG di Jakarta desak polisi usut teror Ketua BEM UGM

    Aksi Serba Hitam SPPG di Jakarta, Desak Polisi Usut Teror Ketua BEM UGM dan Tolak MBG

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 95
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) — Solidaritas Pemuda & Pelajar ber-Gerak (SPPG) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Jumat (27/2/2026). Massa aksi menyasar dua titik, yakni Mabes Polri dan kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Sekitar 50 peserta aksi mengenakan pakaian hitam sebagai simbol protes terhadap kebijakan negara yang, menurut mereka, tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Massa menyampaikan […]

expand_less