Selat Hormuz: AS Siapkan Koalisi Pengawal Kapal
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 16 Mar 2026
- visibility 138
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi - Suasana perairan di Selat Hormuz, Iran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Moskow, (duasatunews.com) – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyiapkan koalisi sejumlah negara untuk mengawal kapal yang melintasi Selat Hormuz. Rencana ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan energi dunia.
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman serta Samudra Hindia. Banyak kapal tanker minyak dan kapal pengangkut gas alam cair melintasi wilayah tersebut setiap hari.
Media Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintah Amerika Serikat berencana mengumumkan pembentukan koalisi pengawal kapal tersebut pada pekan ini. Media tersebut mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang mengetahui pembahasan kebijakan tersebut.
Rencana Operasi Pengawalan Kapal
Para pejabat Amerika Serikat masih membahas waktu dimulainya operasi pengawalan kapal di kawasan tersebut. Pemerintah mempertimbangkan dua kemungkinan waktu pelaksanaan operasi.
Opsi pertama adalah memulai pengawalan sebelum konflik di kawasan mereda. Opsi kedua adalah menjalankan operasi setelah situasi keamanan kembali stabil.
Sebelumnya, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan militer Amerika Serikat dapat mulai mengawal kapal komersial pada akhir Maret. Ia juga menjelaskan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat masih mempersiapkan kemampuan untuk menjalankan misi pengawalan tersebut.
Pentingnya Selat Hormuz bagi Energi Dunia
Perkembangan situasi keamanan di sekitar wilayah Iran ikut memengaruhi aktivitas pelayaran internasional. Beberapa perusahaan pelayaran mulai menunda perjalanan kapal karena meningkatnya risiko keamanan di kawasan tersebut.
Selat Hormuz menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk menuju pasar global. Banyak negara bergantung pada jalur ini untuk menjaga stabilitas pasokan energi dunia.
Selain itu, perusahaan asuransi maritim mulai menaikkan premi bagi kapal yang melintasi kawasan tersebut. Mereka juga meninjau kembali perlindungan risiko untuk kapal yang melewati jalur pelayaran strategis tersebut.
Situasi keamanan di kawasan Teluk kini menjadi perhatian banyak negara. Stabilitas pelayaran di jalur tersebut dinilai sangat penting untuk menjaga kelancaran perdagangan energi global.
Jika ketegangan terus meningkat, gangguan pelayaran di Selat Hormuz dapat berdampak besar terhadap perdagangan internasional dan stabilitas pasar energi dunia.
Sumber: Sputnik / RIA Novosti – OANA
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
