India Masuk Pax Silica, AS Perkuat Blok Teknologi Hadapi Dominasi China
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 23 Feb 2026
- visibility 140
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri India berjabat tangan sebagai simbol penguatan kerja sama strategis di bidang teknologi dan geopolitik global_Dn/Rahman
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Duasatunews.com – India resmi bergabung dalam Pax Silica, aliansi teknologi yang dipimpin Amerika Serikat. Langkah ini memperkuat upaya Washington dan sekutunya menghadapi dominasi China di sektor semikonduktor dan manufaktur canggih.
Keputusan India bergabung Pax Silica menempatkan negara tersebut sejajar dengan Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Israel dalam satu blok teknologi strategis. Negara-negara ini berkomitmen membangun rantai pasok semikonduktor yang aman dan berkelanjutan.
Pax Silica berfokus pada desain semikonduktor, fabrikasi chip, dan riset teknologi mutakhir. Inisiatif ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan global pada pusat produksi yang terkonsentrasi di China.
Amerika Serikat menilai kerja sama ini sebagai respons kolektif negara-negara demokrasi terhadap risiko geopolitik. Ketegangan antara Washington dan Beijing mendorong perlunya pengamanan teknologi strategis.
Duta Besar AS Sergio Gor menegaskan pentingnya peran India dalam aliansi tersebut. Ia menyebut Pax Silica sebagai wadah negara yang menjunjung masyarakat dan pasar bebas. Menurutnya, keikutsertaan India bersifat strategis dan krusial.
Keputusan New Delhi juga menandai membaiknya hubungan dengan Washington. Sebelumnya, kedua negara sempat bersitegang akibat impor minyak Rusia oleh India.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons langkah itu dengan menurunkan tarif impor India. Tarif turun dari 25 persen menjadi 18 persen. Pemerintah AS juga mencabut tambahan bea masuk lainnya.
Kebijakan tersebut menyusul kesepakatan Perdana Menteri Narendra Modi untuk menghentikan impor minyak mentah Rusia. Kesepakatan ini membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas.
Kolaborasi dagang dan teknologi ini menunjukkan konvergensi strategis kedua negara. Kerja sama mencakup perdagangan, teknologi, dan pertahanan.
Amerika Serikat kini memposisikan India sebagai mitra utama di kawasan Indo-Pasifik. Washington melihat India sebagai penyeimbang pengaruh China di kawasan tersebut.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar