Operasi Intelijen Presisi Ungkap Jejak Terakhir Ayatollah Khamenei
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 97
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Duasatunews.com) — Amerika Serikat dan Israel mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Minggu, setelah militer kedua negara melancarkan serangan presisi ke pusat kepemimpinan Iran di Teheran. Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kabar tersebut.
Serangan itu menewaskan Khamenei bersama sejumlah anggota keluarga dan pengawalnya. Pemerintah Iran langsung menunjuk Presiden Masoud Pezeshkian serta dua pejabat senior untuk memimpin pemerintahan sementara selama masa transisi.
Intelijen Menentukan Waktu Serangan
Laporan AFP menyebutkan bahwa operasi ini berawal dari pengumpulan intelijen intensif oleh CIA. Badan intelijen Amerika itu memantau pergerakan Khamenei selama berbulan-bulan.
CIA mendeteksi rencana pertemuan terbatas antara Khamenei dan pejabat tinggi Iran pada Sabtu pagi di kompleks strategis di pusat Teheran. Washington kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada Israel sebagai bagian dari koordinasi keamanan.
Surat kabar New York Times melaporkan bahwa AS dan Israel semula menjadwalkan serangan pada malam hari. Namun, para pejabat mengubah waktu operasi setelah menerima pembaruan intelijen terbaru.
Kronologi Operasi Militer
Militer Israel memulai operasi sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Rudal jarak jauh menghantam kompleks sasaran sekitar pukul 09.40. Saat serangan terjadi, para pejabat senior keamanan nasional Iran berada di salah satu gedung, sementara Khamenei menempati bangunan terdekat.
Serangan itu juga menewaskan dua tokoh militer utama Iran, yaitu Kepala Garda Revolusi Jenderal Mohammad Pakpour dan penasihat keamanan senior Ali Shamkhani, berdasarkan konfirmasi otoritas peradilan Iran.
Ketegangan Regional Meningkat
Setelah serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik di kawasan Teluk. Laporan menyebutkan ledakan terjadi di sekitar Abu Dhabi serta dekat fasilitas militer Amerika, sehingga memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa militer Amerika akan melanjutkan operasi “selama diperlukan” demi menjaga kepentingan keamanan nasional. Hingga kini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum merinci langkah lanjutan yang akan ditempuh Tel Aviv.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: DUASATUNEWS.COM

Saat ini belum ada komentar