BNPB Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Bandang di Sitaro, Sulawesi Utara
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- visibility 241
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kondisi permukiman warga di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, yang terdampak Banjir Bandang Sitaro akibat hujan berintensitas tinggi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Banjir Bandang Sitaro melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, pada Senin dini hari (5/1/2026) akibat hujan berintensitas tinggi yang memicu luapan sungai, menewaskan sedikitnya 16 orang, menyebabkan tiga warga hilang, dan memaksa ratusan lainnya mengungsi.
Status tanggap darurat berlaku 5–18 Januari 2026, sesuai Keputusan Bupati Sitaro Nomor 1 Tahun 2026. Melalui penetapan ini, pemerintah daerah dapat mempercepat mobilisasi personel, logistik, dan bantuan darurat.
Banjir Bandang Terjadi Dini Hari
Banjir bandang menerjang wilayah Sitaro pada Senin (5/1) pukul 02.30 WITA. Hujan berintensitas tinggi memicu luapan sungai dan menyeret material ke permukiman warga.
Bencana ini berdampak pada empat kecamatan, yaitu Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Daya.
BNPB Fokuskan Pencarian Korban Hilang
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa tim gabungan masih bekerja di lapangan.
“Tim memprioritaskan pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak,” kata Abdul Muhari.
Data Korban dan Pengungsi
Hingga Selasa (6/1/2026) sore, BNPB mencatat dampak bencana sebagai berikut:
-
16 orang meninggal dunia
-
3 orang masih hilang
-
Puluhan warga mengalami luka-luka
-
682 orang mengungsi ke lokasi aman
Petugas telah mengidentifikasi lima korban meninggal, sementara tim forensik terus mempercepat identifikasi korban lainnya.
Ratusan Rumah dan Infrastruktur Rusak
Banjir bandang juga merusak permukiman dan fasilitas umum. BNPB mencatat:
-
7 rumah hanyut
-
Lebih dari 120 rumah rusak dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat
-
Sejumlah ruas jalan dan fasilitas umum rusak, sehingga menghambat evakuasi dan distribusi bantuan
Sebanyak 22 warga menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat. Selain itu, petugas merujuk dua korban ke rumah sakit di Manado untuk perawatan lanjutan.
Penanganan Darurat Terus Berjalan
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan terus menjalankan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) serta mendistribusikan logistik bagi pengungsi. Tim di lapangan memusatkan penanganan pada:
-
pencarian korban hilang
-
penyediaan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan
-
pemulihan akses wilayah terdampak
BNPB juga meminta masyarakat tetap waspada karena curah hujan masih tinggi dan berpotensi memicu banjir bandang susulan di Sulawesi Utara.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Masyarakat harus mengikuti arahan petugas,” tegas Abdul Muhari.

Saat ini belum ada komentar