Kabinet Merah Putih Solid, Prabowo Bantah Isu Perpecahan
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 228
- comment 0 komentar
- print Cetak

Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 12 Januari 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan terkait soliditas Kabinet Merah Putih saat kunjungan kerja di Banjarbaru.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banjarbaru, Kalimantan Selatan, (duasatunews.com) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan Kabinet Merah Putih solid dan bekerja secara kompak. Presiden membantah isu perpecahan internal kabinet yang ramai beredar di media sosial. Ia memastikan seluruh menteri tetap fokus menjalankan program pemerintah sesuai target nasional.
Presiden menyampaikan pernyataan tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru, Senin (12/1/2026). Pada kesempatan itu, Presiden menyatakan kepuasannya terhadap kinerja jajaran kabinet. Menurut Presiden, koordinasi antar-kementerian berjalan lancar dan terarah sehingga pelaksanaan program prioritas pemerintah berlangsung efektif.
Selain itu, Presiden menanggapi berbagai narasi di media sosial yang menilai adanya perbedaan sikap di lingkungan pemerintahan. Namun, Presiden menilai penilaian tersebut tidak mencerminkan kondisi kerja kabinet yang ia rasakan secara langsung. Presiden menekankan pentingnya menilai pemerintahan berdasarkan hasil nyata, bukan spekulasi.
Kabinet Merah Putih Solid Dorong Ketahanan Pangan
Lebih lanjut, Presiden memaparkan sejumlah capaian yang merupakan hasil kerja bersama Kabinet Merah Putih. Salah satu capaian utama ialah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras nasional yang diumumkan secara resmi pada 31 Desember 2025. Presiden menyebut capaian tersebut sebagai tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di sisi lain, Presiden juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam mengelola dampak kekeringan berkepanjangan akibat fenomena El Nino dan La Nina sepanjang 2024 hingga 2025. Pemerintah menerapkan langkah antisipatif sehingga produksi pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.
Cadangan Beras Capai Rekor Tertinggi
Selanjutnya, Presiden menyampaikan bahwa cadangan beras yang tersimpan di gudang pemerintah kini berada pada tingkat tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan peningkatan kapasitas produksi sekaligus perbaikan tata kelola pangan nasional.
Presiden menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari soliditas kabinet dan sinergi lintas kementerian. Kerja sama yang kuat memungkinkan pemerintah mengambil keputusan cepat dan tepat dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Pada akhirnya, Presiden menegaskan bahwa soliditas Kabinet Merah Putih menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pemerintahan. Ia meminta seluruh jajaran menteri terus menjaga komunikasi internal dan fokus bekerja. Presiden berharap kabinet mampu menjawab tantangan global dan domestik secara terukur serta tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
Pernyataan tersebut Presiden sampaikan sebagai bagian dari rangkaian agenda kunjungan kerja di Kalimantan Selatan sekaligus evaluasi pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar