Guru-Guru Sesalkan Pengurus PGRI Kendari Tak Dukung Aksi Bela Mansur saat Vonis Banding
- account_circle Darman
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- visibility 381
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – PGRI Kendari absen aksi guru saat sidang putusan banding kasus Mansur dan memicu kekecewaan di kalangan pendidik. Sejumlah guru di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menilai pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kendari gagal menunjukkan solidaritas terhadap rekan seprofesi yang menghadapi persoalan hukum.
Para guru menyoroti ketidakhadiran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia dalam aksi bela Mansur yang berlangsung pada Selasa (6/1/2026). Mereka menilai organisasi profesi seharusnya hadir langsung dan berdiri bersama anggotanya pada momen krusial seperti proses peradilan.
Salah seorang guru, Hendri Kurniawan, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka. Ia menilai pengurus PGRI Kota Kendari tidak pernah hadir dalam aksi solidaritas guru. Menurutnya, pengurus justru sering menghambat rencana aksi yang telah mereka susun.
“Kami memiliki organisasi besar, yaitu PGRI. Namun pengurusnya tidak pernah datang. Pengurus kota bahkan sering menghalangi aksi kami. Sampai hari ini, saat putusan banding, mereka tetap tidak hadir sebagai bentuk solidaritas,” ujar Hendri kepada awak media.
Hendri menegaskan bahwa PGRI Kendari absen aksi bukan kali pertama. Ia menjelaskan bahwa beberapa agenda solidaritas guru sebelumnya gagal terlaksana karena tidak mendapat dukungan dari pengurus. Kondisi tersebut membuat para guru merasa bergerak sendiri tanpa perlindungan organisasi.
Ia juga menyesalkan sikap Ketua PGRI Kota Kendari, Saemina. Menurut Hendri, ketua organisasi tidak pernah hadir dalam agenda penting yang menyangkut kepentingan guru. Ia menilai kehadiran pimpinan organisasi sangat penting untuk memperkuat posisi moral dan psikologis anggota.
“Dulu aksi kami sempat batal. Saat kami menyerahkan berkas, Ketua PGRI Kendari juga tidak datang,” katanya.
Para guru yang mengikuti aksi berharap PGRI Kota Kendari segera melakukan evaluasi internal. Mereka meminta pengurus menjalankan peran organisasi secara maksimal, terutama dalam memberikan pendampingan hukum dan dukungan moral.
Guru-guru tersebut juga mendorong PGRI untuk lebih aktif turun ke lapangan. Mereka berharap organisasi profesi itu kembali menjadi rumah perjuangan guru dan benar-benar hadir saat anggotanya menghadapi masalah serius.
