Prabowo Targetkan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem pada 2029
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 112
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden RI Prabowo Subianto di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk hapus kemiskinan ekstrem di Indonesia sebelum akhir masa jabatannya pada 2029. Komitmen tersebut ia sampaikan saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (12/1/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa pemerintah memprioritaskan masyarakat pada desil 1 dan 2. Kelompok ini, menurutnya, membutuhkan kebijakan yang tepat sasaran agar perubahan hidup dapat terjadi secara nyata. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan bantuan sosial jangka pendek.
“Cita-cita saya, di akhir masa jabatan 2029, kita mampu mengubah nasib masyarakat dalam kemiskinan ekstrem desil 1 dan 2. Dengan kerja bersama, kita bisa menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” ujar Prabowo.
Selain menyoroti kebijakan sosial, Prabowo juga mengingatkan pentingnya rasa percaya diri nasional. Menurutnya, bangsa yang mampu menghargai keberhasilan akan lebih kuat dalam melanjutkan pembangunan. Dengan demikian, pemerintah harus berani mengakui capaian yang sudah diraih.
“Kita harus bangga dengan bukti keberhasilan. Rendah hati boleh, tetapi jangan rendah diri,” tegasnya.
Pendidikan Jadi Pilar Utama
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah. Program ini secara langsung menyasar kelompok yang selama ini sulit menjangkau pendidikan formal. Lebih lanjut, pemerintah merancang Sekolah Rakyat sebagai sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, pemerintah menjadikan pendidikan sebagai strategi utama untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan pendidikan yang lebih baik, masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Akibatnya, peluang peningkatan pendapatan akan terbuka lebih luas.
Strategi Terpadu Pemerintah
Untuk mempercepat target hapus kemiskinan ekstrem, pemerintah menyelaraskan program pendidikan, sosial, dan ekonomi. Pendekatan terpadu ini bertujuan menciptakan dampak yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sementara. Sementara itu, pemerintah juga mendorong kolaborasi antara pusat dan daerah.
Di sisi lain, pemerintah terus memantau perkembangan kemiskinan ekstrem secara berkala. Pemerintah menggunakan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik sebagai dasar evaluasi dan perumusan kebijakan lanjutan.
Pada akhirnya, Prabowo menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut bertujuan mewujudkan keadilan sosial. Dengan kerja konsisten dan terukur, pemerintah optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem dapat tercapai sebelum 2029.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.youtube.com/@SekretariatPresiden

Saat ini belum ada komentar